3 strategi psikologi yang terbukti efektif untuk tetap tenang saat orang lain memprovokasi kita

PESANKU.CO.ID–Beberapa dari kita mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang suka memprovokasi hingga membuat suasana tidak nyaman.
Ini membuat emosi kita memuncak dan darah terasa mendidih, sehingga kita sulit merasa tenang.
Entah karena komentar sinis dari rekan kerja, kerabat yang pasif-agresif, atau komentar negatif seseorang di media sosial.
Jika kita bertemu dengan orang-orang seperti ini, kita akan sulit untuk berpikir jernih dan tenang.
Namun, jika kita dapat bersikap tenang saat orang lain memprovokasi kita, itu bisa menjadi kekuatan luar biasa.
Kita tidak akan mudah terpicu dan dikendalikan oleh orang lain, sehingga kita terlihat lebih berkarisma.
Dilaporkan oleh Times of India, berikut adalah tiga strategi psikologi yang cukup efektif untuk membuat kita tetap tenang ketika diprovokasi orang lain.
- Mengamati Tanpa Bereaksi
Ketika seseorang memprovokasi kita, mudah untuk menunjukkan reaksi terhadap perilaku tersebut.
Kita mungkin akan mencoba membela diri atau membalas provokasi itu dengan menunjukkan sikap agresif.
Namun, sikap tersebut justru membuat kita tampak terjebak dan terdampak oleh provokasi tersebut.
Alih-alih bereaksi, coba amati perilaku tersebut secara mendalam, dan lakukan jeda sebelum merespons.
Mengamati dengan diam-diam dengan menunjukkan sikap tenang dan pikiran yang fokus untuk memahami situasi.
Dan ketika kita mengamati secara mendalam, kita akan menyadari ekspresi wajah, nada bicara, dan pola ucapan seseorang.
Ini sangat efektif untuk membangun respons yang tepat terhadap perilaku provokatif seseorang.
Selain itu, kita akan lebih mudah mengontrol emosi, sehingga reaksi kita tidak akan terlihat berlebihan.
Dengan berlatih untuk lebih banyak mengamati sikap provokatif, kita akan jauh lebih kuat secara mental dan terlihat lebih tenang.
Ini juga membuat emosi dalam diri kita tetap terjaga dan aman, sehingga provokasi yang kita terima tidak memiliki dampak apa pun.
- Kurangi Berbicara dan Fokus Mendengarkan
Ketika orang lain sedang mencoba memprovokasi kita, hindari berbicara terlalu banyak untuk menanggapinya.
Akan jauh lebih baik jika kita lebih banyak mendengarkan, karena orang yang memprovokasi kita selalu mencoba membaca reaksi dari kata-kata kita.
Dan ketika kita lebih banyak berbicara, kita akan mudah terjebak dan perkataan kita bisa jadi bumerang untuk diri kita sendiri.
Cara agar kita tetap terlihat tenang dan tidak mudah terbaca adalah dengan berbicara ketika memang diperlukan.
Jawab pernyataan atau pertanyaan seseorang yang memicu secara singkat, jangan terlalu banyak menjelaskan atau membela diri.
Gunakan bahasa tubuh seperti anggukan kecil, senyum tenang, atau diam sebelum mulai berbicara.
Hindari berbicara terlalu panjang atau menjelaskan terlalu banyak, karena itu seperti sedang membela diri sendiri.
Dengan kita berbicara lebih sedikit, kita akan lebih sulit ditebak dan orang yang memprovokasi kita akan terpancing oleh emosinya sendiri.
- Fokus Memahami Perasaan Diri Sendiri
Salah satu cara menghadapi seseorang yang mencoba memprovokasi kita adalah dengan memahami perasaan diri kita sendiri.
Ini mungkin terdengar sederhana namun sangat efektif untuk menjaga dan mengontrol ketenangan kita.
Ketika kita merasa tegang, tidak nyaman, atau cemas, cobalah untuk tidak menyangkal atau menutupinya.
Sebaliknya, kita dapat menyadari sensasi tersebut dengan mengendalikan emosi kita, sehingga ketegangan kita dapat berkurang.
Entah dengan menarik nafas sejenak, kita akan dapat berpikir lebih jernih dan ketenangan kita dapat tetap terjaga.
Rasakan dan pahami tanpa menghakimi, sehingga kita dapat menerima perasaan itu tanpa bereaksi secara berlebihan.
Dengan menghirup napas, rasa tenang yang diberikan akan membantu pikiran kita menjadi lebih jernih untuk merespons perilaku provokatif dari orang lain.
Strategi ini sangat efektif untuk membantu kita mengelola emosi dengan lebih baik tanpa harus menghakimi diri kita sendiri.
Seiring berjalannya waktu, diri kita akan semakin terbiasa menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang.