Sosial Media
0
News
    Home budaya budaya populer buku tragedi uang

    5 buku yang paling berpengaruh dalam hidup saya

    3 min read

    5 buku yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Bukan buku-buku berat seperti Das Kapital atau Wealth of Nations, tapi buku-buku yang ringan yang bisa saya baca dan pahami lalu menerapkannya dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

    Buku karya Karl Marx dan Adam Smith mungkin buku-buku yang mengubah dunia, tapi saya pernah mencoba membacanya dan tidak mengerti, tersenyum.

    Islam Kontemporer, Penulis Jalaluddin Rahmat

    Saya membaca bukunya saat masih SMA sekitar tahun 1993-1994. Saat itu sampul buku Islam Aktual berwarna putih, yang terakhir saya beli berwarna dasar hitam. Penerbitnya sama, Mizan.

    Membaca buku Islam Aktual membuat saya merasa lebih jelas. 32 tahun berlalu, saya masih merasakan pengaruhnya terhadap pandangan saya terhadap agama dan tindakan saya di masyarakat.

    Membentuk pandangan saya mengenai pelaksanaan agama, rasional dan saya merasa terbuka terhadap ilmu pengetahuan, terbiasa menerima perbedaan, suka berada di sisi masyarakat yang tertindas atau termarjinalkan.

    Meskipun bukan buku "berat" karena kumpulan tulisan yang disusun tematik, ringannya isi buku dan kemampuan Kang Jalan dalam menulis membuat buku ini mudah dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan.

    Perpajakan, Penulis Prof. Dr. Mardiasmo, MBA.,Ak.

    Saya membeli lagi buku Perpajakan edisi revisi tahun 2011, namun saya masih ingat buku Perpajakan pak Mardiasmo yang kami gunakan sebagai pegangan kuliah perpajakan ketika saya kuliah di FE UII tahun 1995-2000.

    Sejak awal bekerja di swasta hingga di pemerintahan, buku ini sangat bermanfaat. Terlebih pekerjaan saya yang biasanya di bidang keuangan yang selalu terkait dengan pajak.

    Sudah 20 tahun lebih, tidak terhitung berapa kali revisi dilakukan karena adanya perubahan peraturan pajak di Indonesia. Revisi dilakukan tentu saja agar buku ini tetap relevan hingga saat ini.

    Namun secara teoritis buku Prof Mardiasmo tetap relevan, jadi bagi pengguna buku lama beliau tidak perlu membeli lagi setiap ada revisi, cukup mengikuti perkembangan peraturan perpajakan terbaru.

    The Naked Traveler, penulis Trinity

    Sejak pertama kali membaca buku ini, saya sudah merasa "klik". Trinity menceritakan perjalanan backpackernya dengan santai. Banyak pengalaman yang dibagikannya dan saya seperti ikut merasakan pengalamannya itu.

    Saya pernah membeli buku Naked Traveler yang lainnya, (karena best seller jadi terbit terus), namun yang tersisa hanya edisi pertama, edisi yang pertama saya beli. Yang lain sudah saya bagikan.

    Karena buku ini, saya terinspirasi menjadi seorang backpacker yang selalu mencari hotel yang murah tapi bagus, perjalanan yang menyenangkan sekaligus hemat dan alat transportasi yang murah namun penuh pengalaman.

    Pengalaman yang membuat kita lebih mampu menerima kondisi yang terkadang tidak menyenangkan dan menjadikannya sebagai cerita lucu, serta membuat kita semakin bijaksana dalam menghadapi kehidupan.

    Analisis Kredit untuk Petugas Akun, Penulis Jopie Jusuf.

    Saat saya bekerja di bagian kredit Bank Muamalat KCP Bontang sekitar tahun 2004, buku ini sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan saya.

    Sebagai lulusan akuntansi, sebenarnya saya sudah mempelajari bab-bab dalam buku ini di bangku kuliah. Namun buku karya Jopie seperti merangkum apa yang pernah saya pelajari tersebut.

    Saya juga pernah menggunakan buku ini untuk mengajar mata kuliah analisis laporan keuangan ketika dulu pernah mengajar di sebuah sekolah tinggi di kampung halaman, sekarang saya tinggal.

    Buku ini saya simpulkan sangat bermanfaat karena sifatnya yang praktis dan aplikatif di dunia kerja, namun juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bidang keuangan (bidang yang cukup lama saya geluti dalam dunia kerja) karena ringkas dan menyeluruh.

    Selamat tinggal, hal-hal. Penulis Fumio Sasaki

    Judul lengkap buku ini, Goodbye, things. Hidup Minimalis ala Orang Jepang. Karena membaca buku ini saya "kehilangan" banyak barang, terutama pakaian dan buku. Untungnya buku Goodbye, things dan 4 buku yang saya tulis di atas tidak termasuk barang-barang yang hilang dari rumah, jadi saya bisa menulis artikel ini sambil melihat buku tersebut.

    Keluarga minimalis dengan 4 anak agak repot, namun istri dan anak-anak sudah memiliki pandangan yang sama untuk hidup minimalis bersama-sama dengan sedikit penyesuaian.

    Kami tidak pernah membeli lemari atau sofa, apalagi yang mahal. Lemari yang ada biasanya warisan dari orang tua. Kami menggunakan ranjang yang kami beli sebelum membaca buku ini.

    Beberapa barang yang dipertahankan istri adalah piring-piring (warisan) dengan alasan kalau-kalau ada acara selamatan di rumah (alasan yang cukup lemah, jarang sekali ada hajatan di rumah).

    Selain itu, istri juga menyimpan pakaian seragam guru sekolah (gratis dari sekolah, agak banyak, dan jarang dipakai).

    Saya juga masih menyimpan buku-buku favorit dan buku-buku terkait pekerjaan, banyak buku yang sudah disumbangkan, namun untuk buku bajakan dan buku fotokopi bekas kuliah saya buang.

    Meskipun tidak terlalu minimalis, hidup menjadi lebih hemat, jarang sekali membeli baju, akhirnya baju yang dipakai itu-itu saja. Akhirnya kita juga terlihat sederhana, penampilan yang memang kita inginkan (sesuai kemampuan juga).

    Dengan hidup yang minimalis, lebih praktis, hemat, dan sederhana, kita menghabiskan waktu lebih sedikit untuk berpikir tentang barang-barang dan fokus pada hal-hal yang penting saja.

    Dengan gaya hidup seperti itu, ibu dari anak-anak kadang masih mengeluh, apalagi jika balita sibuk mengacak-acak pakaian ibu dan ayahnya serta kakak-kakaknya.

    Ada dua buku yang saya sukai, namun karena baru saja belum terlihat pengaruhnya pada kehidupan saya, yaitu Atomic Habits dan Psychology of Money. Buku-buku yang bagus yang sudah membuat saya jatuh hati.

    Komentar
    Additional JS