Sosial Media
0
News
    Home berita budaya populer keamanan kesehatan teknologi

    5 fakta tentang gas tawa (nitrous oxide), viral dan tren yang disalahgunakan oleh remaja

    4 min read

    Baru-baru ini berita mengenainitrous oxide(N2O) atau yang sering disebut sebagai "gas tawa" menjadi perbincangan di Indonesia. Padahal tren mengenai menghirup gas tawa ini sudah viral terlebih dahulu di Amerika Serikat sejak 2022 lalu.

    Saat itu banyak berita yang membahas penyebaran tren penyalahgunaannya di kalangan remaja, salah satu yang cukup masif di New York. Gas yang secara legal digunakan dalam industri kuliner sebagai pendorongKrim kocokserta untuk keperluan medis ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek euforia sementara, terutama melalui produk seperti tabung gas.

    Kasus penyalahgunaan gas nitrous oxide semakin marak di kampus-kampus Amerika Serikat. Gas tawa ini semakin populer sebagai obat rekreasional di kalangan mahasiswa dan remaja karena efeknya yang cepat, mudah diperoleh, serta legal. Padahal, penyalahgunaan "gas tawa" dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, karena penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan hipoksia, gangguan saraf, hingga komplikasi medis lainnya.

    BerikutnyaPESANKU.CO.IDRingkaskan informasi lengkap mengenai fakta gas tawanitrous oxide, viral disalahgunakan oleh remaja Amerika Serikat pada tahun 2022 lalu.

    1. Awal mula viral gas krim whipped disalahgunakan sebagai gas tawa

    Pada tahun 2022, banyak remaja Amerika Serikat mengikuti tren rekreasi dengan menggunakan oksida nitrus. Senyawa yang umum digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi ini juga dikenal sebagaigas tertawa, saat itu banyak dibahas di media sosial karena disalahgunakan oleh sejumlah remaja di Amerika Serikat untuk mencari sensasi mabuk sementara.

    Produk yang beredar di pasaran secara legal awalnya diperuntukkan sebagai krim makanan. Saat itu justru laris di pasaran dan mudah diakses oleh anak di bawah umur.

    Peristiwa tersebut membuat pemerintah setempat, yaitu New York, saat itu khawatir karena efek samping penggunaannitrous oxidetanpa pengawasan medis. Gas ini jika disalahgunakan dapat memberikan sensasi euforia, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan, terutama pada sistem saraf dan pernapasan.

    Untuk merespons tren negatif ini, Pemerintah Negara Bagian New York telah mengambil langkah tegas sejak beberapa tahun terakhir.

    Mereka menerbitkan aturan baru yang melarang penjualan krim kocok kaleng kepada siapa pun yang berusia di bawah 21 tahun, dengan tujuan mencegah remaja menyalahgunakan oksida nitrus yang terkandung di dalamnya.

    Pemerintah setempat juga mewajibkan toko melakukan pemeriksaan identitas pembeli, dan memberikan sanksi bagi pelanggar. Toko yang ketahuan menjual krim kocok kepada pembeli di bawah 21 tahun bisa dikenakan denda, mulai dari 250 dolar AS (sekitar Rp 4,1 juta) untuk pelanggaran pertama, dan meningkat menjadi 500 dolar AS (sekitar Rp 8,2 juta) jika terjadi berulang.

    2. Gas tawa selalu dicampur dengan oksigen untuk anestesi di bidang medis

    Di unggahan Instagramnya, dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K2O yaitu @dionharyadimenyebutkan bahwa gas atau nitrous oxide atau N2O pada dasarnya digunakan di dunia medis. Gas ini sebenarnya umum digunakan di bidang anestesi tetapi dalam dosis dan pemantauan yang ketat.

    "Penyuntikan N2O sebagai obat anestesi selalu dicampur dengan oksigen dengan dosis yang diatur dan dipantau langsung oleh dokter," jelas dr. Dion dalam video yang diunggahnya.

    3. Bahaya gas nitrous oxide jika disalahgunakan, bisa menyebabkan hipoksia

    dr. Dion menjelaskan bahwa kandungan N2O ini memiliki efek sedatif ringan yang membuat seseorang bisa tenang, adanya sensasi melayang dan euforia secara akut. Inilah yang membuat gas ini disebut sebagaigas tertawaatau gas tertawa.

    Penggunaan dengan pengawasan sebenarnya tidak bermasalah. Namun, jika sudah melampaui batas, apalagi tanpa pengawasan, seseorang bisa mengalami hipoksia.

    "Penggunaan sesekali (dalam pengawasan) tidak terlalu bermasalah, namun penggunaan kronis dan rutin dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan. Mulai dari gangguan saraf seperti mati rasa, gangguan keseimbangan, kerusakan saraf, gangguan suasana hati hingga pingsan dan hipoksia (tubuh kekurangan oksigen)," katanya.

    Selain itu, dikutip dari Cleveland Clinic, laporan kesehatan menunjukkan bahwa penggunaan nitrous oxide secara kronis dapat mengganggu metabolisme vitamin B12. Ini penting untuk fungsi saraf dan produksi sel darah merah.

    Kekurangan B12 jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf, mati rasa, kelemahan otot, dan penurunan koordinasi, kondisi yang jauh lebih serius dibandingkan sensasi ringan yang dicari para remaja.

    4. Pengawasan dan pemahaman orang tua diperlukan untuk pendidikan remaja

    Karenanitrous oxidesering dianggap ringan atau legal, banyak remaja yang salah kaprah dan memandangnya sebagai aktivitas yang aman. Padahal banyak ahli yang membahas mengenai bahaya gas ini jika disalahgunakan.

    Untuk itu, dikutip dariWawasan, orang tua agar aktif berdiskusi dengan anak mereka tentang bahaya gas ini, termasuk efek fisik dan psikologis yang mungkin terjadi jika disalahgunakan.

    Bukan hanya tentang melarang, tetapi juga menjelaskan bahwa meskipun penggunaan medisnitrous oxideaman di bawah pengawasan dokter, penggunaan rekreasional tanpa pengawasan dapat menyebabkan asfiksia, kerusakan saraf, hingga kecelakaan seperti yang sebelumnya dijelaskan oleh Dr. Dion.

    Orang tua juga disarankan untuk memantau pergaulan dan penggunaan media sosial anak yang dapat memicu tren berbahaya ini, serta menyampaikan informasi yang benar agar remaja memahami risikonya secara jelas.

    5. Tren media sosial memengaruhi remaja untuk menyalahgunakan gas N2O

    Viralkahnitrous oxidesebagai gas tawa tidak terlepas dari peran media sosial, terutama platform berbasis video pendek di mana tren ekstrem sering menyebar dengan cepat tanpa adanya narasi risiko. Tren ini marak dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2022 dengangas galaksi trent-nya pada saat itu.

    Para remaja menggunakan galon sebagai media untuk menghirup gas N2O dari tabung. Dalam konten yang beredar, remaja melihat teman sebayanya menunjukkan sensasi euforia dari gas tersebut.

    Bahan gasnya untuk krim kocok, sehingga banyak dari mereka menganggapnya aman dan tanpa konsekuensi, sehingga memicu peniruan tanpa memahami efek berbahayanya.

    Fenomena ini diperparah oleh algoritma yang cenderung menampilkan konten ekstrem berdasarkan popularitasnya, bukan validitas medisnya. Para ahli kesehatan remaja dan psikolog anak menyarankan agar orang tua dan pendidik lebih aktif mendampingi serta menjelaskan konteks ilmiah yang benar terhadap tren kesehatan viral, sehingga remaja tidak terjebak pada informasi yang salah atau berbahaya.

    DikutipHealthline, paparan konten berbahaya secara terus-menerus di media sosial dapat memengaruhi keputusan remaja dan persepsi risiko mereka.

    Itulah tadi informasi mengenai fakta gas tawa nitrous oxide, yang viral disalahgunakan oleh remaja Amerika karena mengikuti tren media sosial. Dengan memahami risiko penyalahgunaannya, para remaja dan orang tua diharapkan dapat lebih waspada terhadap tren gas tawa yang tampak sepele tetapi berbahaya.

    7 Alasan Mengapa Remaja Korban Penjajahan (Grooming) Tidak Melawan, Ini Penjelasan Psikolog Lari Hiburan Bertema Minions, Ajak Remaja dan Keluarga Menerapkan Gaya Hidup Aktif Viral! Remaja Pacaran Tidak Diresmikan Bisa Dipenjara di KUHP Baru, Ini Faktanya
    Komentar
    Additional JS