5 film Indonesia dengan tema sekolah, penuh kenangan dan membuat baper
Ringkasan Berita:
- Film bertema sekolah Indonesia selalu membawa kenangan, cinta remaja, dan konflik emosional yang dekat dengan kehidupan nyata.
- Dari AADC hingga Dilan, film-film ini menjadi ikon lintas generasi dan membentuk memori kolektif penonton.
- Kisah di balik seragam putih abu-abu tetap relevan untuk ditonton ulang hingga saat ini.
PESANKU.CO.ID- Film bertema sekolah selalu memiliki tempat istimewa di hati penonton Indonesia.
Bukan hanya tentang kisah cinta remaja, tetapi juga tentang persahabatan, mimpi, konflik keluarga, hingga fase pencarian jati diri yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Melalui seragam abu-abu putih, ruang kelas, hingga bangku sekolah, film-film ini berhasil menciptakan nostalgia sekaligus emosi yang tak terlupakan.
Tidak sedikit penonton yang kembali teringat masa SMA, cinta pertama, hingga rasa canggung menghadapi masa depan.
Berikut ini lima film Indonesia dengan tema sekolah yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki cerita kuat, ikonik, dan masih relevan untuk ditonton hingga saat ini.
1. Petualangan Sherina (2000)
Petualangan Sherina dirilis pada tahun 2000 dan mengusung genre musikal, petualangan, dan keluarga.
Film ini dibintangi Sherina Munaf dan Derby Romero.
Cerita mengikuti Sherina, siswi pindahan yang bertemu Sadam di sekolah baru.
Keduanya terlibat dalam petualangan berbahaya terkait penculikan, yang justru mempererat persahabatan mereka.
Film ini layak ditonton karena menyajikan kisah sekolah yang menarik, penuh lagu, sekaligus pesan tentang keberanian, kerja sama, dan kejujuran.
2. Ada Apa dengan Cinta? (2002)
Apa Kabar Cinta? atau AADC diluncurkan pada 8 Februari 2002 dan menjadi salah satu film remaja paling berpengaruh dalam sejarah perfilman Indonesia.
Film ini dibintangi Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga).
Cerita berpusat pada Cinta, siswi populer dengan gengnya, yang jatuh cinta pada Rangga, siswa pendiam dan misterius.
Hubungan mereka berkembang di tengah perbedaan karakter, persahabatan, dan konflik keluarga.
AADC wajib ditonton karena menjadi simbol generasi, menyajikan puisi, dialog ikonik, serta membentuk standar baru film remaja Indonesia pada masanya.
3. Doremi & Kamu (2018)
Doremi & You dirilis pada tahun 2018 dan mengangkat genre drama musikal remaja.
Film ini menceritakan tentang persahabatan, cinta, dan mimpi di lingkungan sekolah.
Ceritanya berfokus pada sekelompok siswa yang terhubung melalui musik, band, dan konflik pribadi masing-masing.
Film ini menampilkan dinamika remaja yang realistis, mulai dari rasa cemburu, ambisi, hingga pencarian jati diri.
Film ini direkomendasikan karena menyajikan nuansa ringan, musik yangmenarik, serta cerita yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini.
4. Dilan 1990 (2018)
Film Dilan 1990 dirilis pada 25 Januari 2018 dan mengusung genre drama romantis remaja.
Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea, diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq.
Cerita berfokus pada pertemuan Dilan dan Milea di SMA Bandung pada era tahun 1990-an.
Gaya pendekatan Dilan yang unik, nakal, namun romantis membuat Milea perlahan jatuh hati, meskipun hubungan mereka diwarnai konflik, geng motor, dan perbedaan karakter.
Film ini wajib ditonton karena berhasil menggabungkan nostalgia, dialog ikonik, serta gambaran cinta remaja yang sederhana namun mendalam.
Dilan 1990 juga menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.
5. Milea: Suara dari Dilan (2020)
Milea: Suara dari Dilan dirilis pada 13 Februari 2020 sebagai penutup trilogi Dilan-Milea.
Film ini tetap ber-genre drama romantis remaja dengan sudut pandang cerita dari Dilan.
Kisahnya menyoroti perjalanan hubungan Dilan dan Milea setelah lulus SMA, termasuk konflik, jarak, dan keputusan besar dalam hidup masing-masing.
Penonton diajak untuk melihat sisi emosional Dilan yang selama ini dikenal santai dan lucu.
Film ini penting ditonton untuk melihat kelanjutan kisah cinta ikonik Indonesia, sekaligus memberikan perspektif yang lebih dewasa tentang hubungan, kehilangan, dan proses merelakan.(MG Agit Aida Musfiroh)