Sosial Media
0
News
    Home berita klub sepak bola olahraga sepak bola

    7 fakta Bali United vs Semen Padang FC: Dua gol dibatalkan, cedera, hingga drama enam gol

    4 min read

    Ringkasan Berita:
    • Semen Padang FC unggul cepat 2-0 di babak pertama melalui Angelo Meneses dan Jaime Giraldo.
    • Bali United bangkit di babak kedua, mencetak tiga gol berturut-turut dan sempat berbalik unggul 3-2.
    • Dua gol Semen Padang FC dianulir oleh wasit pada babak kedua dan memicu protes dari tim tamu.
    • Cedera kiper dan dua pemain memaksa Semen Padang FC melakukan pergantian mendadak.
    • Ripal Wahyudi menyamakan skor 3-3 melalui gol dari luar kotak penalti.

    PESANKU.CO.ID, GIANYAR –Laga panas tersaji pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan tuan rumah Bali United melawan tim tamu Semen Padang FC.

    Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (24/1/2026) sore berakhir dengan skor imbang 3-3.

    Pertandingan ini tidak hanya sekadar berbagi poin, tetapi juga menyajikan drama yang menguras emosi pemain dan pendukung.

    Semen Padang FC yang datang sebagai tim tamu tampil mengejutkan sejak menit pertama.

    Tim kebanggaan Urang Awak ini menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah, meskipun saat ini masih berjuang di papan bawah klasemen.

    Hasil imbang ini menjadi sinyal kuat kebangkitan Kabau Sirah pada putaran kedua liga.

    Berikut adalah 7 fakta menarik yang memperkaya drama enam gol antara Bali United vs Semen Padang FC:

    1. Dua Gol Cepat di Babak Pertama

    Semen Padang FC memulai pertandingan dengan intensitas yang sangat tinggi.

    Baru memasuki menit ke-5, penonton tuan rumah langsung terdiam saat Angelo Meneses berhasil mencetak gol ke gawang Bali United.

    Memanfaatkan kelemahan lini pertahanan Serdadu Tridatu, Meneses tampil klinis dalam penyelesaian akhir.

    Kejutan tidak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-12, situasi sepak pojok yang diambil oleh Kianz Froese berhasil disambut dengan sundulan terukur oleh Jaime Giraldo.

    Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu diantisipasi oleh kiper tuan rumah.

    Unggul 2-0 dalam waktu singkat membuat Semen Padang FC menguasai permainan di paruh pertama.

    2. Cedera Pemain Kunci Kabau Sirah

    Momen sulit menghampiri Semen Padang FC saat memasuki babak kedua. Alih-alih mempertahankan keunggulan, mereka harus kehilangan tiga pemain penting sekaligus karena mengalami cedera di lapangan.

    Kiper utama, Rendy Oscario, harus ditarik keluar dan digantikan oleh Arthur Augusto.

    Kehilangan Rendy diikuti oleh cedera dua pemain muda potensial, Firman Juliansyah dan Oropa. Kondisi ini membuat keseimbangan tim goyah.

    Pelatih Dejan Antonic terpaksa melakukan pergantian pemain bukan karena strategi, melainkan karena situasi darurat medis.

    Ini diakui Dejan sebagai titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

    3. Gol Perdana Jens Raven

    Bali United yang tampil buruk di babak pertama mulai menemukan ritme permainan setelah turun minum.

    Harapan muncul melalui kaki striker muda mereka, Jens Raven. Pada menit ke-56, Jens Raven berhasil mencetak gol pertamanya musim ini setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang Semen Padang FC.

    Meskipun sukses memecahkan kebuntuan pribadi, Jens Raven mengaku tidak sepenuhnya bahagia.

    "Awalnya, soal gol saya, saya sangat senang akhirnya bisa mencetak gol pertama. Perasaan yang luar biasa bagi saya pribadi. Tapi kami bermain imbang dan saya ingin menang. Saya lebih memilih meraih tiga poin hari ini daripada sekadar mencetak gol," kata pemain asal Belanda tersebut.

    4. Kembalinya Tentara Tridatu

    Setelah gol Jens Raven, mental pemain Bali United meningkat drastis. Mereka mengurung pertahanan Semen Padang FC yang mulai goyah.

    Akibatnya, pada menit ke-69, Mirza Mustafic melepaskan tendangan jarak jauh yang mengenai tiang gawang sebelum masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 2-2.

    Euforia suporter Bali United semakin memuncak ketika Thijmen Goppel berhasil mencetak gol ketiga bagi tuan rumah pada menit ke-75.

    Serangan balik cepat dari sisi kiri tidak mampu dibendung oleh lini belakang Kabau Sirah. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Bali United berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.

    5. Ripal Wahyudi Menjadi Pahlawan

    Ketertinggalan satu gol tidak membuat mental pemain Semen Padang FC jatuh. Mereka membuktikan semangat juang tinggi yang menjadi ciri khas tim.

    Pada menit ke-78, pemain pengganti Ripal Wahyudi muncul sebagai pahlawan.

    Ia mengambil bola sapuan yang tidak sempurna dari pemain Bali United dengan tendangan first time dari luar kotak penalti.

    Bola meluncur kencang ke sisi kanan gawang tanpa bisa dijangkau kiper Mike Hauptmeijer. Gol spektakuler ini langsung mengubah skor menjadi 3-3.

    Gol Ripal memastikan Semen Padang FC tidak pulang dengan tangan kosong dari Bali dan menjaga peluang tim di awal putaran kedua ini.

    6. Kontroversi Dua Gol Dianulir Wasit

    Pertandingan ini meninggalkan catatan buruk bagi keputusan wasit di mata tim tamu. Semen Padang FC sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan di babak kedua melalui skema bola mati dan aksi individu Angelo Meneses. Namun, dua gol tersebut dibatalkan oleh wasit dengan alasan offside dan pelanggaran terlebih dahulu.

    Pelatih Dejan Antonic tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.

    "Kami mencetak dua gol di babak kedua tetapi dianulir. Sedikit lucu, tapi inilah sepak bola," kata Dejan dengan nada kecewa. Menurutnya, jika gol-gol tersebut sah, hasil pertandingan mungkin akan jauh berbeda untuk keunggulan timnya.

    7. Kritik Johnny Jansen

    Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memberikan kritik yang sangat pedas kepada timnya sendiri setelah pertandingan.

    Ia menilai 30 menit pertama adalah penampilan terburuk timnya sepanjang musim.

    Menurut Jansen, masalah utama bukanlah taktik, melainkan mentalitas pemain yang seolah kehilangan semangat sejak awal pertandingan.

    "Hasil ini tidak bagus. Kami memulai dengan sangat buruk. Apakah kami ingin berduel memperebutkan bola? Kami tidak melakukannya di awal. Ini semua tentang mentalitas," tegas Jansen.

    Sebaliknya, Dejan Antonic tetap bangga pada anak asuhnya. "Jangan lupa, kita tim pertama yang bisa mencetak tiga gol ke gawang Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir mereka. Babak pertama kita bermain fantastis," kata Dejan.

    Saat ini, Semen Padang FC masih terjebak di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan total 11 poin. Meskipun masih berada di zona merah, performa agresif yang mereka tunjukkan menjadi modal positif.

    Tim direncanakan tetap tinggal di Bali untuk proses pemulihan sebelum melanjutkan perjalanan laga tandang menghadapi PSM Makassar. (*)

    Komentar
    Additional JS