7 hari hilang di Bukit Mongkrang, pencarian pendaki asal Karanganyar diperpanjang 3 hari ke depan
Ringkasan Berita:
- Pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28) yang hilang di Bukit Mongkrang memasuki hari ketujuh dan belum membuahkan hasil.
- Cuaca buruk serta rumput ilalang yang tinggi menjadi kendala utama tim SAR dan relawan di lapangan.
- Operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan dengan penyesuaian strategi dan jumlah personel.
Laporan Wartawan PESANKU.CO.ID, Mardon Widiyanto
PESANKU.CO.ID, KARANGANYAR -Hingga hari ketujuh pencarian, keberadaan Yazid Ahmad Fridaus (28), pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, masih belum diketahui.
Operasi pencarian oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil, sehingga pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung pada Minggu (25/1/2026) kembali dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di kawasan Bukit Mongkrang.
Namun, hingga sore hari, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi bahwa pencarian pada hari ketujuh belum menunjukkan hasil positif.
"Hari ini telah dilakukan pencarian, namun hasilnya masih nihil," kata Hendro, Minggu (25/1/2026).
Menurut Hendro, sejumlah kendala di lapangan memengaruhi proses pencarian.
Cuaca yang tidak bersahabat serta vegetasi rumput ilalang yang cukup tinggi menyulitkan pergerakan tim SAR dan relawan.
"Hasil hari ini masih nihil, cuaca buruk dan rumput ilalang menjadi kendala, pencarian diperpanjang selama 3 hari, dan persiapan untuk besok sama seperti kemarin, namun jumlah relawan mungkin tidak sebanyak sebelumnya," kata Hendro.
Dengan perpanjangan operasi ini, tim SAR gabungan akan kembali menyusun strategi pencarian lanjutan sambil menyesuaikan kondisi cuaca dan keterbatasan personel di lapangan.
Ciri-ciri Menyebar
Berbagai metode yang dilakukan oleh tim SAR gabungan untuk menemukan Yazid. Salah satu langkah yang diambil adalah mempublikasikan informasi detail mengenai pakaian dan barang yang melekat pada Yazid sebelum ia dinyatakan hilang.
Informasi tersebut dipasang di papan pengumuman untuk memudahkan proses pencarian di lapangan.
Berdasarkan pengamatan PESANKU.CO.ID, daftar barang yang dibawa Yazid dijelaskan secara lengkap.
Barang-barang tersebut meliputi dua buah soft flask berwarna hitam merek Coros, satu unit iPhone 13 Pro, jam tangan Garmin 165 for Runner berwarna putih, earphone berwarna hitam merek GT, rokok Clasmild yang tersisa satu batang, serta makanan Fitbar dan Soyjoy.
Selain itu, para survivor diketahui mengenakan pakaian serba hitam dan sepatu Hoka Speedgoat berwarna ungu saat melakukan pendakian.
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, mengatakan penyampaian informasi tersebut diharapkan dapat membantu tim dalam mempersempit area pencarian.
"Kami telah memberi informasi mengenai barang-barang yang melekat pada korban selamat, baik logistik maupun pakaian, termasuk warna baju hingga sepatu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga maupun teman-temannya saat berada di Bukit Mongkrang," katanya.
Meskipun demikian, hingga saat ini tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yazid maupun barang-barang yang diduga terkait dengan korban selamat.
Keluarga Menunggu di Basecamp
Kehilangan Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, saat mendaki Bukit Mongkrang membuat orang tua dan saudara kandungnya datang ke basecamp Mongkrang.
Orang tua dan saudara kandung Yazid datang ke Basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar mengenai keberadaan sang pendaki.
Ayah Yazid, Sapto Mulyadi (53), bersama ketiga saudara kandung dan iparnya, sudah berada di lokasi sejak malam Minggu (18/1/2026).
Sapto terlihat mengikuti briefing mengenai upaya pencarian anak ketiganya.
Saat diwawancarai PESANKU.CO.ID, Sapto menceritakan awal kedatangannya ke basecamp.
"Saya mendapat kabar pada saat Maghrib, anak saya sedang dicari oleh petugas, sehingga seminggu setelah Isya saya dan istri saya berangkat ke sini," kata Sapto, Rabu (21/1/2026).
Sapto menambahkan bahwa ia bersama istrinya, Rustiningsih (52), sempat menginap semalam di basecamp untuk mengikuti proses pencarian secara langsung.
"Kemarin malam saya dan istri saya tetap tinggal di sini, namun istri saya pulang kemarin karena dianjurkan untuk beristirahat, saat ini saya didampingi oleh anak-anak di sini," katanya.
Kronologi Hilangnya Yazid
Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa kejadian hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada pagi hari Rabu.
Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.
Semua teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
"Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas," kata Yohan.
Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR dengan melibatkan relawan dan keluarga untuk menemukan Yazid Ahmad Firdaus.
(*)