Sosial Media
0
News
    Home berita bisnis investasi bisnis perdagangan sektor energi tenaga listrik

    Arsjad Rasjid memperlihatkan giginya, Sriwijaya menanamkan dana 20 juta dolar AS ke PLTS besar Morowali SESNA

    2 min read

    PESANKU.CO.ID.CO.ID -JAKARTA.Perusahaan private equity Sriwijaya Capital yang didirikan oleh Arsjad Rasjid secara resmi mengumumkan investasi hingga 20 juta dolar AS di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), perusahaan pengembang energi surya yang menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini SESNA sedang mengembangkan proyek PLTS besar di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah.

    Yang perlu diketahui, PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) adalah perusahaan energi terbarukan asal Indonesia yang fokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sejak tahun 2013.

    SESNA dikenal sebagai salah satu pelopor pengembang Independent Power Producer (IPP) tenaga surya yang dipercaya oleh pemerintah Indonesia, sekaligus aktif mengembangkan proyek-proyek surya untuk sektor pertambangan dan captive, serta sektor komersial dan industri.

    SESNA kini telah menyelesaikan lebih dari 30 MWp proyek yang sudah beroperasi, dengan lebih dari 450 MWp dalam pipeline pengembangan. SESNA memiliki keahlian pada sistem PLTS hybrid, panel surya atap, serta instalasi ground-mounted berskala besar untuk industri dengan intensitas energi tinggi yang sedang menjalani proses dekarbonisasi.

    Melalui layanan menyeluruh mulai dari pengembangan proyek hingga operasi dan pemeliharaan, termasuk skema Zero Capex, SESNA berkomitmen mendukung adopsi energi surya yang efisien dan berkelanjutan.

    Arsjad Rasjid, Pendiri dan Chairman Sriwijaya Capital mengungkapkan bahwa investasi ini menandai langkah Sriwijaya Capital memasuki sektor energi terbarukan, di tengah upaya pemerintah Indonesia mendorong transisi energi dan menekan ketergantungan pada energi fosil.

    "Kami melihat peluang yang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia," kata Arsjad kepada PESANKU.CO.ID.co.id pada Senin (26/1).

    Ia menjelaskan bahwa SESNA merupakan salah satu pemain utama dalam energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti, sejalan dengan keyakinan kami terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara. "Investasi ini mendukung pertumbuhan SESNA sekaligus target jangka panjang Indonesia untuk membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan," ujar Arsjad.

    Hartanto Tjitra, Chief Executive Officer, Sriwijaya Capital menambahkan, pihaknya bermitra dengan perusahaan yang berpotensi menjadi pemimpin di industri masing-masing. Kemampuan teknis serta disiplin komersial yang dimiliki SESNA dalam melaksanakan berbagai proyek energi terbarukan merupakan potensi besar.

    Sriwijaya Capital berkomitmen untuk bekerja sama dengan Rico dan timnya, untuk bersama-sama meningkatkan nilai, memperluas skala operasional serta jangkauan SESNA.

    Sementara Rico Syah Alam, Chief Executive Officer, SESNA, mengatakan bahwa Kemitraan dengan Sriwijaya Capital merupakan langkah penting bagi perusahaan sekaligus memvalidasi strategi perusahaan dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara.

    "Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mempercepat kemampuan kami dalam mengeksekusi proyek energi terbarukan dalam skala besar," kata dia.

    Menurut Rico, SESNA akan terus menekankan eksekusi yang terukur dan dasar yang kuat, sebagai bentuk dukungan terhadap transisi Indonesia menuju energi hijau.

    Ia menjelaskan bahwa Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C, yaitu Capital, Collaboration dan Capability, dalam perannya sebagai mitra aktif SESNA untuk mencapai pertumbuhan. Kemitraan ini hadir di tengah momentum transisi energi Indonesia.

    Target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang ditetapkan pemerintah, merupakan peluang pertumbuhan bagi pengembang energi terbarukan. Dukungan dari Sriwijaya Capital dan potensi energi terbarukan Indonesia, menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan SESNA.

    SESNA memiliki kemampuan operasional yang terbukti dengan portofolio PLTS tanah dan atap, termasuk Solusi Penyimpanan Energi Baterai (BESS). Sampai saat ini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 Megawatt–puncak (MWp) proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi dan memiliki pipa pengembangan lebih dari 450 MWp.

    "Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah," kata Rico.

    Komentar
    Additional JS