Hari Gizi Nasional, KPPB menggelar gerakan 1000 Hari Cinta, edukasi ibu

JAKARTA, PESANKU.CO.ID- Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) menggelar gerakan "1000 Hari Cinta - Ibu Sehat, Anak Cerdas" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).
Ketua Yayasan KPPB Meiline Tenardi mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak, yang dimulai sejak masa kehamilan ibu sampai anak berusia dua tahun.
"Secara ilmiah, ini merupakan fondasi terpenting bagi perkembangan otak, sistem imunitas, pertumbuhan fisik, serta kualitas kesehatan anak," katanya dalam konferensi pers di lokasi.
Mereka juga menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian, dan upaya nyata, dalam pencegahan stunting.
"Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia, sekitar satu dari lima anak Indonesia masih mengalami stunting," kata Meiline.
"Ini menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia ke depan, karena stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi masalah masa depan generasi Indonesia," lanjut dia.
Kepentingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Acara tersebut mengundang tiga pembicara, yaitu ahli gizi masyarakat DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum, konselor laktasi dr. Marielle Ancilla D, B.sc, serta psikolog anak dan keluarga Rika Kristina, M.Psi., Psikolog.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Dr. Tan mengungkapkan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan harus sudah direncanakan jauh sebelum masa kehamilan.
"1.000 hari itu sebenarnya tidak lama, tapi juga tidak cepat. Tiba-tiba anak sudah bisa berjalan, masuk sekolah, baru sadar anaknya tidak secerdas anak lainnya, anaknya pendek, dan seterusnya. Jadi, tidak bisa dimulai hanya ketika ibunya ingin melahirkan," jelas dia.
Ia mengatakan, kesalahan dalam pemenuhan gizi pada tahap ini akan meninggalkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki, baik pada aspek kecerdasan, kesehatan, maupun produktivitas anak di masa dewasa.
Bukan hanya kebutuhan gizi, tetapi juga stimulasi
Rika menyetujui hal tersebut, sekaligus menambahkan bahwa 1.000 hari pertama juga perlu dilakukan stimulasi agar perkembangan anak menjadi optimal.
Ia mengungkapkan, masih banyak yang mengira bahwa stimulasi anak dimulai ketika mereka sudah lahir. Bahkan, beberapa percaya bahwa stimulasi baru dilakukan ketika anak memasuki sekolah.
"Sebenarnya usaha itu perlu dimulai sedini mungkin, bahkan sejak di dalam kandungan. 1.000 hari pertama ini adalah blueprint kualitas sumber daya manusia," kata Rika.
Sedangkan rangkaian acara dalam gerakan tersebut cukup beragam, salah satunya adalah pemutaran film pendek edukatif berjudul "1000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas". Film pendek ini menggambarkan realitas keluarga Indonesia dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Berikutnya adalah talkshow dan diskusi edukatif bersama para ahli tentang gizi ibu hamil, ASI eksklusif, pemberian MPASI, stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, serta kesehatan mental ibu.
Kemudian tampilan tari modern oleh Belantara Budaya Indonesia, serta kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako, nasi kotak, dan goodie bag kepada peserta perempuan prasejahtera.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang bermakna, agar ibu dan keluarga memiliki dasar pengetahuan yang kuat dalam mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan," tutup Meiline.