Sosial Media
0
News
    Home Asia berita Indonesia olahraga politik

    Indonesia Masters 2026 membangkitkan kecintaan bulu tangkis tanah air, Alwi dan Raymond/Joaquin menandai era Generasi Z bersinar

    3 min read

    PESANKU.CO.ID Kejuaraan Indonesia 2026 berakhir dengan catatan cukup positif bagi tuan rumah, satu gelar juara dan satu runner-up, yang semuanya dicapai oleh para pemain era generasi baru.

    Di samping itu, antusiasme publik Tanah Air terhadap bulu tangkis kembali bangkit seiring dengan diselenggarakannya Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari lalu.

    Setelah berpuasa gelar dalam dua turnamen besar di awal tahun ini, Merah-Putih bersinar kembali melalui parabintang yang sedang naikyaitu Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

    Alwi Farhan menjadi juara tunggal putra setelah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand dengan brilian dengan skor 21-5, 21-6 di final.

    Pencapaian itu menjadi yang tertinggi bagi Alwi. Sebelumnya dia belum pernah meraih trofi dari level World Tour Super 500.

    Sementara Raymond/Joaquin, ganda putra itu tidak kalah hebat sepanjang pekan turnamen di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.

    Hanya saja, dalam pertandingan puncak mereka harus mengakui keunggulan mantan pasangan nomor satu dunia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia).

    Raymond/Joaquin mendapat revans dari Goh/Izzuddin yang pernah mereka kalahkan di semifinal Australian Open 2025.

    Sementara di laga final kemarin, juara Australian Open ini sempat unggul tetapi kurang tenang dan konsisten hingga kalah 19-21, 13-21

    Meski kalah, ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik Raymond/Joaquin pada final Super 500 kedua mereka setelah pernah juara di Australia tahun lalu.

    Kebangkitan Alwi dan Raymon/Joaquin ke final saja sudah menjadi tanda positif bahwa era generasi baru Indonesia berjalan cukup baik.

    Dari sisi penyelenggaraan, Indonesia Masters 2026 berhasil menghidupkan kembali atmosfer khas Istora GBK yang dikenal ramai dan penuh semangat.

    Antusias penonton terlihat sejak babak kualifikasi hingga pertandingan final, menciptakan suasana kompetisi yang meriah dan berkelas internasional.

    Tidak hanya menyajikan pertandingan berkualitas, turnamen ini juga dikemas dengan konsep Pesta Rakyat.

    Berbagai lapisan masyarakat dapat menikmati atmosfer bulu tangkis melalui beragam hiburan, kehadiran pelaku UMKM, sajian kuliner, serta harga tiket yang terjangkau.

    Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, mengapresiasi tingginya partisipasi dan dukungan dari masyarakat serta berbagai pihak terkait.

    "Kali ini di luar dugaan, begitu banyak partisipasi, dukungan, masukan, serta pemberitaan yang sangat positif," kata Achmad Budiharto.

    Hal ini membuat kami melihat atmosfer kebangkitan bulu tangkis Indonesia mulai terbentuk.

    Ini menjadi harapan kami sejak awal, bahwa acara ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali euforia bulu tangkis Indonesia.

    Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan juga terlihat dari kehadiran penonton yang konsisten sepanjang turnamen.

    "Meski cuaca di awal tidak mendukung, antusiasme masyarakat sejak babak kualifikasi hingga pertandingan final tetap tinggi," tambahnya.

    Kesuksesan Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini menjadi bekal penting bagi Indonesia dalam menyelenggarakan Indonesia Open, turnamen bergengsi level Super 1000.

    Menurut Achmad Budiharto, ajang ini menjadi titik awal untuk mengembalikan minat dan animo penggemar bulu tangkis Tanah Air. Aspirasi dan masukan telah coba diserap.

    Salah satunya terkait harga tiket yang kini lebih ramah, dan hasilnya sangat baik dari segi kehadiran penonton.

    "Selain itu, kami juga mempermudah interaksi penonton dengan pemain dan fasilitas, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM," jelasnya.

    Konsep Pesta Rakyat yang diterapkan pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 juga disebut akan ditingkatkan untuk penyelenggaraan acara di masa depan, termasuk Indonesia Open.

    "Harapan kami, kehebohan dan kemeriahan bulu tangkis Indonesia dapat terus terjaga dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat," kata Achmad Budiharto.

    Sementara itu, perwakilan BWF, Selvam Supramaniam, juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas keberhasilan penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters 2026.

    Ia menilai turnamen ini mampu merepresentasikan antusiasme luar biasa para penggemar bulu tangkis Indonesia dan Istora sebagai panggungnya.

    Kami baru saja menyelesaikan satu minggu yang luar biasa bagi bulu tangkis di Jakarta dan dunia.

    "Tempat ini selalu identik dengan penggemar yang sangat antusias, dan itu kembali terasa tahun ini," kata Selvam.

    Menurutnya, dukungan penonton memberikan dampak besar terhadap bulu tangkis, pemain, sponsor, serta kualitas tayangan televisi.

    Kami melihat banyak inisiatif positif minggu ini. Setiap tahun PBSI dan panitia selalu berusaha menjadi lebih baik, dan pada tahun 2026 ini mereka berhasil meningkatkannya.

    "Para sponsor sangat puas dengan berbagai aktivitas penggemar, baik di dalam maupun di luar stadion," tambahnya.

    Sementara itu, meskipun penyelenggaraan terbilang sukses, PBSI tetap melakukan evaluasi terutama dari segi prestasi.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyoroti munculnya banyak pemain muda yang menunjukkan perkembangan.

    Memang ini bukan hasil terbaik. Jika kita melihat kembali Indonesia Masters tahun lalu, kita juga memiliki dua finalis, tetapi dari pemain senior.

    "Tahun ini, sebagian besar semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan," kata Eng Hian yang biasa dipanggil Koh Didi ini.

    Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 itu menegaskan, hasil Indonesia Masters 2026 akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open.

    "Kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program agar kapasitas kemampuan yang juga berprestasi di Indonesia Master ini bisa berprestasi lagi di Indonesia Open," tutupnya.

    Komentar
    Additional JS