Kanker payudara stadium 4: gejala lanjut dan upaya pengobatan
Kanker payudara stadium 4 adalah tahap paling lanjut dari kanker payudara. Pada kondisi ini, sel kanker tidak hanya terbatas pada jaringan payudara, tetapi telah menyebar ke organ lain melalui aliran darah atau sistem limfatik.
MenurutInstitut Kanker Nasional (NCI), kanker payudara stadium 4 dikenal sebagaikanker payudara yang menyebar, yaitu kanker payudara yang telah menyebar ke organ lain seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak.
Meskipun termasuk stadium lanjut, kondisi ini tidak selalu berarti pengobatan tidak dapat dilakukan. Dilansir dariSocietà Kanker Amerika (ACS),berbagai terapi modern memungkinkan pasien menjalani pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan penyakit dan menjaga kualitas hidup.
Berikutnya, PESANKU.CO.IDakan membahas tentang kanker payudara stadium 4 beserta gejala lanjut dan upaya penanganannya. Yuk simak pembahasannya di bawah ini.
Apa itu Kanker Payudara Stadium 4?
Dilaporkan dariInstitut Kanker Nasional, kanker payudara stadium 4 adalah kondisi ketika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain di luar payudara dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
Penyebaran ini dapat terjadi meskipun ukuran tumor di payudara relatif kecil.NCImenjelaskan bahwa stadium 4 dapat didiagnosis sejak awal atau muncul sebagai kekambuhan dari kanker payudara stadium sebelumnya.
Dalam beberapa kasus, sel kanker memang bersifat agresif sejak awal munculnya. Karena bersifat sistemik, penanganan kanker payudara stadium 4 tidak hanya berfokus pada satu area tubuh, tetapi dilakukan secara menyeluruh.
Gejala Kanker Payudara Stadium 4
Gejala kanker payudara stadium 4 sangat bervariasi, tergantung pada lokasi penyebaran sel kanker. Gejala di area payudara dapat berupa benjolan yang membesar, perubahan bentuk atau ukuran payudara, nyeri, serta perubahan pada kulit atau puting.
Namun, menurutInstitut Kanker Nasional,Pada stadium lanjut, keluhan yang paling sering dirasakan justru berasal dari organ yang terkena metastasis.
Jika kanker menyebar ke tulang, pasien dapat mengalami nyeri tulang yang terus-menerus, rasa kaku, hingga meningkatkan risiko patah tulang. Penyebaran ke paru-paru dapat menyebabkan kesulitan bernapas, batuk yang berkepanjangan, dan nyeri dada.
Sementara itu, metastasis ke hati dapat menyebabkan nyeri pada bagian kanan atas perut, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, serta kelelahan yang semakin parah.
Jika sel kanker menyebar ke otak, gejala yang muncul antara lain sakit kepala parah, gangguan penglihatan, pusing, perubahan perilaku, hingga kejang.
Penyebab dan Proses Penyebaran
Proses penyebaran sel kanker atau metastasis terjadi ketika sel kanker mampu berpindah dari lokasi awal ke jaringan lain. Menurut National Cancer Institute, proses ini dipengaruhi oleh karakteristik biologis kanker, termasuk jenis sel dan tingkat agresivitasnya.
Selain faktor biologis, respons terhadap pengobatan juga memengaruhi perjalanan penyakit. Meskipun pengobatan awal dinilai berhasil, sel kanker dapat tetap bertahan dalam tubuh dan berkembang kembali.
Oleh karena itu, kanker payudara stadium 4 tidak selalu disebabkan oleh keterlambatan diagnosis atau kegagalan terapi sebelumnya.
Upaya Penanganan Kanker Payudara Stadium 4
Penanganan kanker payudara stadium 4 bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan kanker, meredakan gejala, serta menjaga kualitas hidup pasien.
Dilaporkan dariSocietà Kanker Amerika,pengobatan pada stadium lanjut bersifat jangka panjang dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk jenis kanker, lokasi metastasis, dan respons terhadap terapi.
Pendekatan yang digunakan biasanya tidak berfokus pada penyembuhan total, tetapi pada pengendalian penyakit agar pasien dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Berikut beberapa upaya penanganan yang umum dilakukan:
1. Terapi Sistemik
Terapi sistemik menjadi pilar utama dalam pengobatan kanker payudara stadium 4. Menurut American Cancer Society, terapi ini bekerja dengan menargetkan sel kanker di seluruh tubuh, bukan hanya di satu area.
Pilihannya meliputi kemoterapi, terapi hormon, terapi target, dan imunoterapi, yang disesuaikan dengan karakteristik biologis kanker. Tujuan utama terapi sistemik adalah memperlambat pertumbuhan kanker dan mengendalikan penyebarannya.
2. Terapi Hormon
Terapi hormon diberikan pada kanker payudara yang sensitif terhadap hormon estrogen atau progesteron. Dilansir dari National Cancer Institute, terapi ini bertujuan menghambat pengaruh hormon terhadap pertumbuhan sel kanker.
Dengan mengurangi atau memblokir hormon tertentu, pertumbuhan kanker dapat ditekan sehingga penyakit lebih terkendali dalam jangka panjang.
3. Kemoterapi
Kemoterapi digunakan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tumbuh cepat. Menurut American Cancer Society, kemoterapi pada stadium 4 dapat diberikan dalam beberapa siklus dan disesuaikan dengan kondisi pasien.
Meskipun memiliki efek samping, kemoterapi tetap menjadi pilihan penting untuk mengendalikan kanker yang bersifat agresif.
4. Terapi Target dan Imunoterapi
Terapi target bekerja dengan menyerang karakteristik spesifik sel kanker, seperti protein tertentu yang mendukung pertumbuhannya. Di sisi lain, imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
Merujuk pada National Cancer Institute, kedua pendekatan ini semakin sering digunakan karena dianggap lebih spesifik dan dapat memberikan hasil yang lebih baik pada kelompok pasien tertentu.
5. Radioterapi
Radioterapi digunakan untuk mengurangi ukuran tumor atau meredakan gejala di area tertentu, seperti nyeri tulang akibat metastasis. Dilansir dari American Cancer Society, radioterapi bersifat lokal dan sering digunakan sebagai terapi pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
6. Perawatan Paliatif dan Pendukung
Perawatan paliatif berfokus pada pengelolaan nyeri, efek samping pengobatan, serta dukungan psikologis dan emosional. Menurut National Cancer Institute, pendekatan ini dapat diberikan bersamaan dengan terapi utama.
Tujuannya adalah membantu pasien mempertahankan kualitas hidup dan menghadapi penyakit dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik.
Harapan Hidup dan Kualitas Hidup
Harapan hidup pasien kanker payudara stadium 4 sangat bervariasi. Berdasarkan data dari National Cancer Institute, sekitar 30 persen pasien kanker payudara metastatik dapat bertahan hidup lima tahun atau lebih setelah diagnosis, tergantung pada respons terapi dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun demikian, American Cancer Society menekankan bahwa fokus dalam penanganan kanker stadium lanjut tidak hanya pada lamanya hidup, tetapi juga pada kualitas hidup.
Dukungan keluarga, tenaga medis, dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam membantu pasien menghadapi tantangan fisik maupun emosional.
Kanker payudara stadium 4 adalah kondisi serius yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan menyeluruh. Meskipun belum dapat disembuhkan secara total, berbagai pilihan terapi modern memungkinkan penyakit dikendalikan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Pemahaman yang tepat mengenai gejala dan pengobatan kanker payudara stadium 4, dilengkapi dengan pemeriksaan medis secara rutin, menjadi langkah penting dalam menghadapi penyakit ini secara lebih terarah dan terkontrol.
Kanker Payudara Tahap 2: Fakta yang Perlu Mama Ketahui 5 Jenis Operasi Kanker Payudara yang Sering Direkomendasikan Dokter 5 Ciri-Ciri Kanker Payudara Akan Sembuh, Ketahui Tanda Positifnya



