Sosial Media
0
News
    Home klub sepak bola manchester bersatu olahraga sepak bola

    Keajaiban 12 Hari Michael Carrick, Man United Lepas dari Masa Amorim

    2 min read

    PESANKU.CO.ID- Pelatih Manchester United, Michael Carrick, tampaknya memiliki sentuhan emas. Hanya dalam 12 hari, ia membawa MU menang dalam derby atas Manchester City dan sukses membuat Arsenal terkejut.

    Michael Carrick membawa Manchester United meraih kemenangan penting atas pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, di Stadion Emirates, Minggu (25/1/2026).

    Gol indah Matheus Cunha pada menit ke-87, memastikan skor Arsenal vs Man United 2-3.

    Hasil ini melanjutkan periode "bulan madu" Michael Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih interim Man United pada 13 Januari 2026 lalu.

    Meski baru bekerja selama sekitar 12 hari, Michael Carrick mampu membawa Manchester United meraih kemenangan besar.

    Harus dicatat, sebelum mengalahkan Arsenal, MU yang diarsiteki Carrick berhasil memenangkan derby panas melawan tetangganya Manchester City dengan skor 2-0.

    Carrick menilai respons para pemain terhadap pendekatan taktisnya menjadi kunci kebangkitan cepat tim dalam dua pertandingan besar tersebut.

    "Para pemain tampil luar biasa dalam hal menerima tantangan, keinginan untuk melakukannya, dan berinvestasi penuh di dalamnya, serta percaya pada pesan yang kami sampaikan dan cara kami bersikap," kata Carrick.

    "Saya memiliki keyakinan kepada mereka dan saya berusaha menunjukkan hal itu, karena bukan sekadar kata-kata, melainkan bagaimana perasaan percaya diri dan keyakinan itu benar-benar diterapkan," lanjutnya.

    Carrick menegaskan bahwa Manchester United wajib menjaga konsistensi di sisa kompetisi. Berkat kemenangan atas Arsenal, Man United kini berada di peringkat empat dengan koleksi 38 poin.

    Carrick Tinggalkan Pakem Tiga Bek Ruben Amorim

    Bangkitnya MU tidak lepas dari keputusan Carrick meninggalkan sistem tiga bek favorit pelatih sebelumnya, Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari 2026 lalu.

    Carrick beralih ke pendekatan yang dianggap dapat memberikan keseimbangan lebih kepada tim di semua lini.

    Keputusan pelatih berusia 44 tahun itu menempatkan Patrick Dorgu pada peran yang lebih ofensif dan langsung membuahkan hasil.

    Dorgu mencetak gol penting melawan Manchester City dan kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Arsenal.

    Tendangan keras Dorgu di babak kedua, tepatnya menit ke-50, setelah kolaborasi yang baik dengan Bruno Fernandes, melesat ke sudut atas gawang untuk membawa United unggul 2-1 di Emirates Stadium.

    Sebelumnya, Arsenal sempat unggul melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez (29') sebelum Bryan Mbeumo (37') menyamakan skor menjelang turun minum.

    Atmosfer Berbeda bersama Carrick

    Mikel Merino (84') tampak menyelamatkan satu poin bagi Arsenal melalui gol yang memaksimalkan situasi sepak pojok. Namun, Matheus Cunha membungkam publik tuan rumah dengan tendangan keras dari jarak sekitar 20 meter pada menit ke-87.

    "Saya rasa kami memahami jalannya pertandingan, karena ada momen kami harus bertahan dan bekerja keras, tetapi kami juga ingin mengambil kendali permainan," kata Carrick.

    "Goal-goalnya luar biasa, beberapa fase permainan berjalan dengan baik, dan kami terlihat berbahaya pada waktu-waktu tertentu, sehingga ini adalah penampilan yang memiliki segalanya," tambahnya.

    Matheus Cunha kemudian menyoroti perbedaan atmosfer tim di bawah Carrick dengan era Amorim.

    "Dia tahu rasanya, karena dia bermain di sini selama bertahun-tahun, dia tahu arti Manchester dan Manchester United, serta memahami bagaimana perasaan yang diinginkan para penggemar," kata Cunha.

    "Dia mencoba menunjukkan itu kepada kami setiap saat dan membantu kami memahami momen-momen dengan mengatakan bahwa semua orang melawan kami, sehingga kami merasa jauh lebih bersatu," kata penyerang asal Brasil tersebut.

    Carrick memang baru bertugas selama 12 hari sebagai pelatih sementara tim di musim 2025-2026.

    Namun, sebagai seorang pemain dia menghabiskan 12 tahun bersama Manchester United dan sangat memahami segala sesuatu tentang klub tersebut.

    "Saya baru saja berada di sini kurang dari dua minggu dan saya sangat ingin tampil baik, meningkatkan tim, serta finis setinggi mungkin," kata Carrick yang pernah membawa MU menjuarai Liga Champions 2008.

    "Memiliki hari-hari seperti pekan lalu dan hari ini membuat Anda ingin terus melanjutkannya, dan kami ingin membangun ini untuk pekan-pekan berikutnya," tambah Carrick.

    Komentar
    Additional JS