Marc Marquez Pemetaan Rival MotoGP 2026

JAKARTA, PESANKU.CO.ID– Marc Marquez mulai memetakan para pesaing yang dianggapnya akan menjadi masalah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Pembalap asal Cervera itu baru saja menyelesaikan musim 2025 dengan dominasi yang luar biasa.
Dari total 44 balapan, baik sprint race maupun balapan utama, Marc memenangi 22 di antaranya, meskipun sempat absen di delapan seri akibat cedera.
Catatan tersebut membawanya meraih gelar kesembilan sepanjang karier dan yang ketujuh di kelas MotoGP.
Meskipun tampil superior, Marc mengakui persaingan tidak selalu berjalan mudah.
Pada beberapa seri, ia harus terlibat duel langsung, terutama dengan Alex Marquez dan Marco Bezzecchi.
Namun, Marc menganggap musim baru akan menjadi cerita yang berbeda. "Meskipun pembalapnya hampir sama dan motornya juga sama, situasinya bisa berubah," kata Marc dilansir dariMotosan.es, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, beberapa rival berpotensi tampil lebih konsisten pada musim depan, mulai dari Jorge Martin, Marco Bezzecchi, hingga Alex Marquez.
Menurut pandangan Marc, orang yang paling berpeluang menjadi lawan terberat justru datang dari lingkaran terdekatnya, yaitu saudara kandungnya sendiri, Alex. "Yang pertama adalah Alex, adik saya. Dia finis di posisi kedua tahun lalu, jadi saya menjawab berdasarkan peringkat," kata Marc.
Musim lalu, Alex finis di posisi kedua sebanyak 17 kali, tepat di belakang Marc.
Ia juga menjadi pembalap pertama yang mampu mengalahkan kakaknya dalam duel langsung, yaitu saat memenangkan sprint race di Silverstone.
Selain itu, Alex juga memecahkan rekor 15 kemenangan beruntun Marc ketika memenangkan Grand Prix Catalunya di Sirkuit Montmeló.
Sebagai bentuk kepercayaan, Ducati juga memberikan motor terbaru Desmosedici GP26 kepada Alex, sama seperti yang digunakan Marc, Francesco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio, meskipun tetap mempertahankan tim Gresini.
Setelah Alex, Marc menempatkan rekan satu timnya di pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia (Pecco), sebagai lawan berikutnya. "Pecco adalah dua kali juara dunia dan dia menunjukkan potensinya dengan dua kemenangan di Jepang," kata Marc.
Meski musim 2025 menjadi periode yang kurang memuaskan bagi Bagnaia, Marc menilai pembalap tersebut tetap berbahaya karena menggunakan motor yang sama dan memiliki catatan kinerja yang kuat.
Nama lain yang juga dipertimbangkan adalah Marco Bezzecchi.
Pembalap Aprilia itu tampil menonjol ketika Marc harus mundur di akhir musim akibat cedera bahu.
Bezzecchi bahkan mengumpulkan poin terbanyak pada periode tersebut, mengamankan posisi ketiga dalam klasemen akhir, sekaligus membuka peluang menjadi kandidat juara dunia di masa depan.
Marc juga menyebut sosok Pedro Acosta, pembalap muda asal Spanyol yang musim lalu finis di depan Bagnaia.
Pada usia 21 tahun, Acosta telah mengumpulkan banyak podium dalam dua musim pertamanya di kelas utama, meskipun belum meraih kemenangan. "Dia adalah pembalap dengan potensi besar," kata Marc.
Namun, Marc mengakui motor KTM yang digunakan Acosta masih sedikit tertinggal dibandingkan Ducati dan Aprilia.
Mengenai target pribadi, Marc menyadari bahwa tekanan akan selalu hadir.
Jika mampu meraih gelar musim depan, maka dia akan mencatat rekor delapan kali juara dunia MotoGP dan 10 gelar sepanjang karier. "Jika Anda menggunakan warna merah, Anda harus berjuang untuk gelar," kata Marc.
Ia menambahkan, Ducati adalah tim yang mendominasi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga ekspektasi otomatis tinggi. "Kami akan berusaha menjalani musim yang baik dan bersih sejak awal, tapi tetap siap menghadapi apa pun. Para lawan pasti sudah berkembang banyak," katanya.
Sementara Marc dijadwalkan kembali berlari setelah menjalani operasi bahu tahun lalu pada sesi tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, pada 3–5 Februari mendatang.