Sosial Media
0
News
    Home berita gaya hidup hubungan dan dinamika keluarga politik tragedi

    Perilaku Lula Lahfah seminggu sebelum kematiannya, Ayah mengungkap momen tak biasa: Kenangan terakhir

    3 min read

    Ringkasan Berita:
    • Lula Lahfah ternyata menderita GERD akut dan pembengkakan usus, namun tidak pernah mengeluh kepada keluarga.
    • Ayahnya menyesali sikap Lula yang menahan rasa sakit hingga diduga menyebabkan komplikasi
    • Seminggu sebelum meninggal, Lula sempat mengajak keluarga besar makan bersama tanpa alasan khusus
    • Lula ditemukan meninggal di apartemennya setelah tidak dapat dihubungi sejak pagi.
     

    PESANKU.CO.ID– Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga.

    Di balik wajahnya yang ceria di hadapan publik, almarhumah ternyata menyimpan penderitaan berat yang hampir tidak diketahui oleh orang tuanya.

    Ayahanda Lula, Muhammad Feros, mengungkap bahwa putrinya telah lama berjuang melawan penyakit lambung akut (GERD) yang disertai pembengkakan usus.

    Namun, kondisi tersebut hampir tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada keluarga.

    Penyakit Serius yang Tidak Pernah Diceritakan kepada Orang Tua

    Feros mengatakan, Lula memilih menyembunyikan rasa sakitnya sendiri.

    Alih-alih menceritakan kepada orang tuanya, Lula justru membeberkan keluhan tersebut kepada lingkaran teman dekatnya.

    "Ada pembengkakan di ususnya. Itu yang sering dia keluhkan, tetapi tidak kepada keluarga. Dia mengeluhkannya kepada teman-temannya dekat, bilang sakit sekali," kata Feros dengan suara lirih setelah pemakaman, dilansir PESANKU.CO.ID dari Tribunnews.

    Sikap Lula yang enggan merepotkan orang lain membuat keluarga tidak menyadari seberat apa kondisi yang ia alami.

    Bagi Feros, hal itu menjadi penyesalan terbesar yang kini tidak bisa diulang.

    Penyesalan Sang Ayah

    Feros mengakui tidak pernah memiliki firasat buruk sebelumnya.

    Namun, setelah kepergian putrinya, ia menduga rasa sakit yang disembunyikannya itulah yang akhirnya berujung fatal.

    "Kenapa dia tidak memberi tahu (ke kami). Mungkin dia menahan diri sendiri, akhirnya tadi malam mungkin terjadi komplikasi dari situ," tambahnya.

    Ucapan itu keluar dengan nada penuh duka, menggambarkan perasaan seorang ayah yang kehilangan tanpa sempat benar-benar mengetahui penderitaan anaknya.

    Makan Bersama Tanpa Alasan, Kenangan Terakhir Keluarga

    Meski tidak memiliki firasat buruk, Feros mengenang satu peristiwa yang kini terasa berbeda.

    Kurang lebih seminggu sebelum meninggal, Lula tiba-tiba mengajak seluruh keluarga besar untuk berkumpul dan makan bersama di rumah.

    "Satu minggu sebelum ini, dia mengajak kita makan di rumah. Padahal tidak ada apa-apa. Saya tanya ada apa, dia hanya menjawab, 'Tidak ada apa-apa, cuma ingin makan saja'. Itu menjadi kenangan terakhir kami," kenang Feros.

    Momen sederhana tanpa perayaan itu kini menjadi kenangan terakhir yang tersisa bagi keluarga.

    Detik-detik Lula Ditemukan Meninggal di Apartemen

    Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika Lula yang biasanya aktif sejak pagi tidak dapat dihubungi hingga siang hari.

    Merasa ada yang tidak normal, seorang pembantu rumah tangga bersama petugas keamanan apartemen akhirnya memaksa masuk ke unit hunian Lula.

    Di dalam apartemen itulah Lula ditemukan telah meninggal dunia.

    Bagi keluarga, Lula dikenal sebagai anak yang penuh perhatian dan peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

    Hal tersebut terlihat dari banyaknya kerabat dan rekan artis yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

    "Alhamdulillah, banyak yang peduli. Dia memang anak yang sangat baik kepada orang tua dan teman-temannya," tutup Feros.

    Sebagai informasi, Lula Lahfah adalah kekasih dari musisi Reza Arap.

    Ia meninggal mendadak di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) pukul 18.44 WIB.

    Jenazah almarhumah dikuburkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026) siang.

    Kronologi Lengkap Lula Lahfah Ditemukan Meninggal

    Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh asisten rumah tangga (ART) korban yang bernama Asiah.

    Pada hari Jumat sore, Asiah merasa sesuatu tidak beres karena Lula Lahfah belum juga keluar dari kamarnya.

    Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, Asiah sempat mencoba memanggil dan membuka pintu kamar, namun tidak ada respons sama sekali.

    "Asiah mencurigai karena pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan Lula tidak juga keluar dari kamar," kata Murodih dalam keterangan tertulis yang dikutip SURYA co.id dari Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).

    Karena merasa khawatir korban dalam kondisi sakit, Asiah kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka paksa pintu kamar tersebut.

    Kira-kira pukul 18.00 WIB, pintu kamar berhasil dibuka oleh pihak pengelola.

    Pada saat itu, Lula ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas tempat tidur dan tertutup selimut.

    Lula Lahfah ditemukan masih mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam.

    Kepala Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menjelaskan kronologinya.

    "Ternyata almarhum sudah dalam kondisi terlentang dan mulut terbuka serta berwarna kebiruan, serta kami memeriksa nadi, detak jantung sudah tidak berjalan," kata Murodin, Sabtu (24/1/2026).

    Setelah melihat kondisi tersebut, Asiah segera menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu sedang berada di luar apartemen.

    "Dia dihubungi Bu Asiah sekitar pukul 17.30 WIB dan berkata, 'Cin... Cin... kak Lula sudah tidak bernapas,' " jelas Murodih menirukan percakapan saksi.

    Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan segera tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 20.20 WIB.

    Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi memberikan beberapa poin penting mengenai penyebab kematian influencer tersebut.

    Tim identifikasi tidak menemukan adanya bekas penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    Di dalam kamar, polisi menemukan sejumlah obat-obatan.

    Selain obat, ditemukan juga surat keterangan rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).

    Sebelumnya, dokter pribadi Lula juga sempat datang ke lokasi pada pukul 19.23 WIB untuk memastikan kondisi jenazah sebelum akhirnya ditangani oleh pihak berwenang.

    >>>Berita terkini di Googlenews PESANKU.CO.ID

    Komentar
    Additional JS