Persiba Balikpapan memiliki modal positif di putaran ketiga Pegadaian Championship

PESANKU.CO.ID- Persiba Balikpapan memiliki modal positif untuk bangkit di putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026.
Kemenangan atas pemuncak klasemen Grup B Championship, Barito Putera, membuat mental skuad Beruang Madu tetap terjaga.
Persiba Balikpapan kini hanya menyisakan satu pertandingan terakhir di babak kedua melawan Deltras Sidoarjo, pada Sabtu (31/1/2026), pukul 19.00 WIB di Stadion Batakan.
Diketahui, Pegadaian Championship 2025/26 memasuki fase krusial.
Laga terakhir di pekan ke-18 akan menentukan posisi klub menuju putaran ketiga atau Round Robin 3.
Sesuai Regulasi Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, 20 klub yang dibagi dalam dua grup akan bersaing dalam tiga putaran.
Setelah melewati sistem kandang dan tandang reguler di dua putaran awal, penentuan status tuan rumah pada putaran ketiga akan didasarkan sepenuhnya pada posisi klasemen.
Sistem triple round robin yang diterapkan musim ini memberikan privilese khusus bagi tim yang finis di papan atas.
Perbedaan peringkat akan berdampak langsung pada jumlah pertandingan yang dimainkan di hadapan pendukung sendiri.
Kelompok Papan Atas (Peringkat 1-5): Berhak mendapatkan 5 kali pertandingan kandang dan 4 kali pertandingan tandang.
Kelompok Bawah (Peringkat 6-10): Harus menerima 4 kali pertandingan kandang dan 5 kali pertandingan tandang.
Aturan ini menetapkan bahwa penentuan kuota tersebut mutlak diambil dari hasil klasemen setelah Putaran Kedua Round Robin.
Artinya, posisi akhir di pekan ke-18 nanti akan menentukan apakah sebuah tim lebih sering bermain di kandang sendiri atau justru lebih sering melakukan perjalanan ke markas lawan pada putaran ketiga.
Selain jumlah pertandingan, regulasi telah memetakan jadwal pertemuan antar tim secara sistematis.
Status tuan rumah ditentukan berdasarkan urutan peringkat klasemen.
Berikut skema pembagian pertandingan dan jumlah pertandingan tandang:
Peringkat 1 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 4, 6, 7, 9
Kunjungan: vs Peringkat 3, 5, 8, 10
Peringkat 2 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 3, 5, 7, 8, 10
Kunjungan: vs Peringkat 1, 4, 6, 9
Peringkat 3 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 4, 7, 9, 10
Kunjungan: vs Peringkat 2, 5, 6, 8
Peringkat 4 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 5, 6, 8, 9
Kunjungan: vs Peringkat 1, 3, 7, 10
Peringkat 5 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 3, 6, 8, 10
Kandang: vs Peringkat 2, 4, 7, 9
Peringkat 6 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 3, 8, 10
Kandang: vs Peringkat 1, 4, 5, 7, 9
Peringkat 7 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 4, 5, 6, 9
Kunjungan: vs Peringkat 1, 2, 3, 8, 10
Peringkat 8 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 3, 7, 9
Kandang: vs Peringkat 2, 4, 5, 6, 10
Peringkat 9 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 5, 6, 10
Kunjungan: vs Peringkat 1, 3, 4, 7, 8
Peringkat 10 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 4, 7, 8
Kandang: vs Peringkat 2, 3, 5, 6, 9
Posisi klasemen langsung menentukan lawan yang dihadapi dan di mana pertandingan akan dimainkan.
Semakin tinggi posisi finis, semakin besar keuntungan kandang dan kontrol atas konteks pertandingan.
Jalur Promosi dan Play-off
Persaingan menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia juga diatur secara ketat.
Hanya peringkat satu dan dua dari masing-masing grup yang memiliki peluang promosi.
Final (Peringkat 1): Pemenang grup dari masing-masing grup (Peringkat 1) akan langsung melaju ke babak final.
Kedua klub ini secara otomatis mendapatkan tiket promosi ke BRI Super League 2026/27.
Pemenang dari pertandingan single match ini akan dinobatkan sebagai Juara Pegadaian Championship 2025/26.
Play-off Promosi (Peringkat 2): Tim yang finis di peringkat kedua klasemen akhir babak penyisihan akan bertarung di babak play-off promosi.
Pertandingan dimainkan dengan sistem pertandingan tunggal, di mana pemenangnya akan melanjutkan naik kasta ke BRI Super League musim depan.
Aturan Penentuan Tuan Rumah
Untuk pertandingan babak final, play-off promosi, atau play-off degradasi, penentuan tuan rumah tidak dilakukan hanya melalui undian.
Regulasi menggunakan sistem seeded berdasarkan catatan performa di klasemen akhir babak penyisihan.
Penentuan tuan rumah merujuk pada urutan kriteria berikut:
Jumlah poin lebih tinggi.
Selisih gol yang lebih baik.
Jumlah gol yang dicetak.
Poin fair play.
Undian (jika semua kriteria di atas tetap sama).
Skenario Degradasi
Di bagian bawah papan, tim yang berada di peringkat 9 dari masing-masing grup wajib saling bertemu dalam babak play-off degradasi.
Pertandingan ini menggunakan sistem pertandingan tunggal untuk menentukan nasib klub.
Pemenang dari pertandingan ini dipastikan tetap berada di Championship 2026/27.
Sementara itu, klub yang kalah harus rela terlempar dan bermain di Liga Nusantara pada musim mendatang.
Kemudian, peringkat 10 otomatis terdegradasi ke Liga Nusantara (Liga 3) musim depan.
Semua pertandingan penting ini tetap dilaksanakan dengan durasi sesuai Hukum Permainan (LOTG) dan regulasi resmi kompetisi.(*)