Sosial Media
0
News
    Home berita kedokteran dan kesehatan kesehatan media berita penyakit

    Profil Dr. Dwita Rian Desandri yang disebut bodoh oleh netizen X, ternyata adalah satu-satunya dokter kardiovaskular olahraga yang tersertifikasi di Indonesia.

    2 min read

    PESANKU.CO.ID- Nama dr. Dwita Rian Desandri tiba-tiba menjadi perhatian publik, setelah disebut "bodoh" oleh seorang netizen di media sosial X. Padahal, dokter yang viral karena pernyataannya tentang GERD dan penyakit jantung tersebut merupakan sosok dengan riwayat akademik dan profesional yang mengesankan di dunia kardiologi Indonesia.

    Dr. Dwita Rian Desandri, Sp.JP, adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang aktif memberikan layanan konsultasi kardiovaskular. Ia dikenal vokal dalam menyelesaikan berbagai miskonsepsi medis di ruang publik, termasuk mengenai anggapan keliru yang menghubungkan GERD dengan serangan jantung mendadak.

    Dari sisi pendidikan, dr. Dwita menyelesaikan studi Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), salah satu institusi pendidikan kedokteran paling bergengsi di Tanah Air. Ia juga tercatat sebagai anggota aktif Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

    Tidak berhenti di situ, dr. Dwita melanjutkan studinya di bidang kedokteran olahraga. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan medis olahraga di Saint George University of London, Inggris. Dari pendidikan tersebut, dr. Dwita secara resmi menyandang status sebagai dokter sport cardiology yang tersertifikasi.

    Menariknya, hingga saat ini dr. Dwita Rian Desandri disebut sebagai satu-satunya dokter di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi sport cardiologist. Bidang ini secara khusus menangani kesehatan jantung pada atlet maupun individu dengan aktivitas fisik intens, termasuk pencegahan gangguan irama jantung dan risiko kardiovaskular saat berolahraga.

    Dalam praktik klinis, Dr. Dwita juga terlibat sebagai dokter di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJD) Harapan Kita, Jakarta. Rumah sakit tersebut dikenal sebagai pusat rujukan nasional dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kebiasaan netizen menuduh dr. Dwita justru membuka mata publik mengenai pentingnya memahami latar belakang dan kompetensi tenaga medis sebelum memberikan penilaian. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa informasi kesehatan sebaiknya dihadapi berdasarkan ilmu dan otoritas yang jelas, bukan asumsi atau opini pribadi di media sosial.

    Sebelumnya, pernyataan seorang dokter kardiologi olahraga yang menyatakan bahwa GERD atau asam lambung naik tidak menyebabkan nyeri jantung maupun kematian mendadak menjadi viral di media sosial X. Alih-alih memicu diskusi sehat, unggahan tersebut justru mendapat kritikan dari netizen, bahkan dokter tersebut disebut "bodoh" oleh salah satu akun.

    Awalnya, cuitan itu diunggah oleh akun Dwita Rian Desandri (@wita_desandri). Dalam unggahannya, dr. Dwita menulis bahwa penyakit GERD tidak akan menyebabkan penyakit jantung.

    "GERD tidak menyebabkan henti jantung mendadak. Jauh sekali. Hanya organ itu melekat di atas dan bawah, dibatasi oleh otot diafragma," tulisnya.

    Unduhan tersebut langsung meledak dengan jutaan tayangan dan ribuan interaksi karena terkait dengan isu kematian influencer Lula Lahfah.

    Namun, di kolom komentar, muncul komentar dari akun @nrsbniaa yang menyebut pernyataan tersebut sebagai kebodohan.

    "Kenapa ada orang sebodoh ini," tulis komentarnya.

    Komentar singkat dengan nada merendahkan akhirnya memicu reaksi keras dari dr. Tirta Mandira Hudhi yang kemudian mengunggah video klarifikasi dengan nada tegas dan emosional.

    Dalam videonya, dr. Tirta mengakui marah karena serangan yang tidak berdasar terhadap rekan sejawat, senior, hingga dosen-dosen di bidang kardiologi yang "dihina-hina" oleh netizen yang tidak memahami ilmu kedokteran.

    "Saya benar-benar terpaksa membuat video ini karena teman-teman saya, senior-senior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan diblokir oleh orang-orang yang tidak jelas, bajingan," katanya dengan kesal.

    Komentar
    Additional JS