Profil Lucky Widja, vokalis Element yang meninggal dunia pada usia 49 tahun

PESANKU.CO.ID–Nama Lucky Widja tidak bisa dipisahkan dari perjalanan band Element, salah satu grup musik pop yang paling populer di Indonesia sejak akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an.
Melalui suara khas dan rangkaian lagu bertema cinta, Lucky menjadi figur penting yang membentuk identitas Element di industri musik Tanah Air.
Lucky Widja memiliki nama lengkap Lucky Widjatmoko. Ia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1 September 1976. Sebelum dikenal sebagai musisi, Lucky terlebih dahulu menapaki dunia hiburan sebagai model, termasuk tampil di sejumlah majalah remaja pada era 1990-an.
Biodata Lucky Element atau Lucky Widja
- Nama lengkap: Lucky Widjatmoko
- Nama panggung: Lucky Wija / Lucky Element
- Tempat, tanggal lahir: Pontianak, Kalimantan Barat, 1 September 1976
- Profesi: Penyanyi, penulis lagu, aktor, produser musik, dan mantan model Indonesia
Bergabung dengan Element dan Puncak Populeritas
Karier musik Lucky Widja melejit setelah ia bergabung sebagai vokalis Element, band yang dibentuk pada tahun 1997.
Dengan Element, Lucky dikenal sebagai tokoh sentral di balik kesuksesan band tersebut dalam menembus pasar musik utama Indonesia.
Elemen ini mencatat popularitas besar melalui lagu-lagu pop romantis yang dekat dengan pengalaman emosional pendengarnya.
Dengan Element, Lucky telah melahirkan sejumlah album, antara lain:
- Hanyalah Cinta(1999)
- Aku Persembahkan Nirwana(2001)
- Paradoks(2002)
- Dialog(2004)
- Resonansi(2006)
- Terang(2008)
Beberapa lagu yang hingga kini masih melekat dengan nama Lucky Widja antara lain "Rahasia Hati", "Cinta Sejati", "Cinta Tak Bersyarat", "Ku Persembahkan Nirwana", dan "Maaf Dari Surga".
Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi hits pada masanya, tetapi juga bertahan sebagai referensi musik pop Indonesia lintas generasi.
"Lautan Hati" sering disebut sebagai lagu andalan Element, dengan lirik yang sederhana namun kuat secara emosional.
Peran di Balik Layar Musik
Tidak hanya sebagai penyanyi, Lucky Widja juga dikenal aktif dalam proses kreatif, termasuk penulisan lagu dan pengembangan musikalitas Element.
Ia terlibat dalam pembentukan karakter vokal band yang identik dengan nuansa melankolis dan romantis, sebuah formula yang terbukti efektif menarik basis penggemar luas.
Selain berkiprah bersama band, Lucky juga pernah mengeksplorasi karier solo, serta terlibat dalam berbagai proyek musik di luar Element.
Di luar dunia musik, ia pernah mencoba dunia akting, memperluas spektrum kariernya di industri hiburan.
Lucky pernah berperan dalam sejumlah serial dan iklan model serta video musik.
Kehidupan Pribadi Lucky Element
Elemen Keberuntungan dengan Aleima Sharuna pada tahun 2013 dan dianugerahi seorang putra bernama Alzion Vardhana Wijadiputra.
Lucky dan Aleima diketahui menjalani rumah tangga dengan harmonis dan jauh dari kabar miring.
Berita Kematian Lucky Element
Lucky Widja meninggal dunia pada malam Minggu, 25 Januari 2026, di RS Halim, Jakarta, pada usia 49 tahun.
Sebelum meninggal, Lucky Element pernah mengungkap menderita TBC Ginjal pada tahun 2022.
Posisi Lucky Widja dalam Sejarah Musik Pop Indonesia
Di tengah lanskap musik pop Indonesia, Lucky Widja sering ditempatkan sebagai salah satu vokalis pria yang paling berpengaruh pada awal era 2000-an, terutama dalam segmen pop romantis.
Dengan Element, ia menjadi bagian dari gelombang band pop yang mendominasi radio, televisi, dan panggung-panggung besar di Indonesia.
Keberhasilan Element juga mencerminkan perubahan selera musik masyarakat Indonesia pada masa itu—dari rock yang keras menuju pop yang lebih emosional dan mudah diterima oleh publik luas.
Tetap Melekat di Ingatan Publik
Meskipun industri musik terus berubah, nama Lucky Widja dan lagu-lagu Element tetap memiliki tempat tersendiri di ingatan pendengar.
Karyanya masih sering diputar ulang, dinyanyikan kembali, dan dijadikan referensi dalam berbagai momen nostalgia musik Indonesia.
Lucky Widja bukan sekadar vokalis dari sebuah band populer, melainkan bagian dari sejarah pop Indonesia yang membentuk selera dan memori musikal satu generasi pendengar.