Sosial Media
0
News
    Home berita berita lokal budaya masyarakat sejarah

    Radya Pustaka, Wisata Sejarah Tertua di Solo yang Dikelilingi Surga Kuliner Legendaris

    2 min read

    Radya Pustaka, Wisata Sejarah Tertua di Solo yang Dikelilingi Surga Kuliner Legendaris
    Ringkasan Berita:
    • Mengunjungi Museum Radya Pustaka, pengalaman yang diperoleh bukan sekadar perjalanan melintasi waktu, tetapi juga petualangan rasa yang tak terlupakan.
    • Berlokasi strategis di kawasan Taman Sriwedari, Radya Pustaka adalah destinasi yang ramah bagi perut wisatawan.
    • Deretan kedai kopi populer seperti ODDS, Margi, dan Getsee menawarkan atmosfer modern yang kontras namun selaras dengan nuansa sejarah di sekitarnya.
     

    PESANKU.CO.IDKota Solo, Jawa Tengah, memang tidak pernah gagal memanjakan lidah.

    Dijuluki sebagai kota kuliner, setiap sudut Kota Bengawan seolah menawarkan undangan terbuka bagi siapa pun untuk mencicipi kudapan yang menggugah selera.

    Namun, bagi Anda yang berencana mengunjungi Museum Radya Pustaka, pengalaman yang didapat bukan sekadar perjalanan melintasi waktu, tapi juga petualangan rasa yang tak terlupakan.

    Dekat dengan Pusat Kenikmatan: Dari Sate Kere hingga Kopi Terkini

    Berlokasi strategis di kawasan Taman Sriwedari, Radya Pustaka adalah destinasi yang ramah bagi perut wisatawan.

    Anda tidak perlu bingung mencari tempat makan setelah lelah berkeliling museum.

    Tepat di sisi selatan kompleks taman, deretan tenda kuliner telah menunggu. Salah satu yang wajib dicoba adalah Sate Kere Yu Rebi yang ikonik.

    Bagi penggemar hidangan kambing, hanya berjarak sekitar 500 meter ke arah tenggara (Jalan Honggowongso), aroma menggoda dari Sate Kambing Pak Manto siap menyambut.

    Kedai ini sudah legendaris, tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga menjadi tujuan favorit para penggemar kuliner dari berbagai penjuru Nusantara.

    Jika Anda lebih suka suasana santai sambil menikmati kafein, cukup berjalan beberapa ratus meter menyusuri citywalk Slamet Riyadi.

    Di sana, deretan kedai kopi ternama seperti ODDS, Margi, dan Getsee menawarkan atmosfer modern yang kontras namun serasi dengan nuansa sejarah di sekitarnya.

    Lebih dari Sekadar Museum: Mengungkap Rahasia Naskah Kuno

    Berbeda dengan museum pada umumnya yang sering kali kaku, Radya Pustaka memiliki daya tarik magis tersendiri.

    Sebagai salah satu museum tertua di Indonesia yang didirikan sejak 28 Oktober 1890, tempat ini menyimpan harta karun yang melampaui sekadar benda fisik.

    Selain arca, senjata tradisional, dan koleksi wayang, mahkota dari Radya Pustaka adalah ribuan naskah kuno.

    Bangkit Supriyadi, Staf Teknis Museum Radya Pustaka, mengungkapkan bahwa gedung ini awalnya memang dirancang untuk menjaga memori negara.

    "Jika di sini, sesuai namanya itu naskah kuno, karena sesuai namanya Radya Pustaka, Radya berarti negara, Pustaka artinya buku," kata Bangkit.

    "Jadi memang awalnya ini tempat menyimpan buku-buku peninggalan kerajaan atau karya sastra kerajaan," tambahnya.

    Hingga saat ini, masih banyak rahasia yang tersimpan rapat di balik lembaran kertas tua tersebut.

    Bangkit menjelaskan bahwa terdapat sekitar 400 naskah tulisan tangan Jawa dan Arab, serta 1.200-an buku cetak Jawa yang menunggu untuk dipelajari lebih lanjut.

    "Dari buku dan naskah tadi terdapat banyak nilai di dalamnya. Dari budaya, ada juga dari kesehatan dan berbagai hal seperti agama. Menurut saya itu objek yang harus diketahui oleh banyak orang," tambah Bangkit.

    Membuka Tabir Masa Lalu untuk Generasi Sekarang

    Selama ini, isi naskah-naskah tersebut lebih banyak diakses oleh kalangan akademisi dan peneliti. Padahal, pengetahuan di dalamnya sangat relevan bagi masyarakat umum.

    "Mungkin (saat ini baru) melalui teman-teman mahasiswa dan peneliti itu memang sekarang terungkap isinya apa saja," katanya.

    Untuk mendekatkan warisan leluhur ini kepada generasi muda, pihak pengelola secara rutin menyelenggarakan kegiatan tahunan.

    "Kami setiap tahun juga mengadakan kajian koleksi, terkadang kami juga mengundang narasumber untuk menganalisis naskah tersebut," kata Bangkit.

    Jadi, bagi Anda yang ingin melakukan penyembuhan dengan paket lengkap mulai dari asupan ilmu sejarah yang mendalam hingga keplek ilat dengan kuliner legendaris Museum Radya Pustaka adalah titik awal yang sempurna di jantung Kota Solo.

    (PESANKU.CO.ID/Ditulis ulang dari artikel di TribunSolo.com)

    Jangan lewatkan berita-berita PESANKU.CO.ID lainnya yang tak kalah menarik di Google News, Threads, dan Facebook

    Komentar
    Additional JS