Sosial Media
0
News
    Home berita hukum pidana kasus kriminal kejahatan

    Update kasus kematian Evia Mangolo, berkas perkara dijadwalkan Rabu pekan ini

    4 min read

    Update kasus kematian Evia Mangolo, berkas perkara dijadwalkan Rabu pekan ini
    Ringkasan Berita:
    • Mengenai kasus kematian Evia Maria Mangolo di Tomohon, Sulawesi Utara hingga saat ini masih terus mendapat perhatian.
    • Kuasa hukum keluarga Evia mengungkapkan bahwa pihak penyidik Polda Sulut berencana untuk menyelenggarakan perkara terkait kasus kematian Evia.
    • Pihak keluarga telah menyerahkan sejumlah bukti serta menghadirkan saksi-saksi
     

    PESANKU.CO.ID– Kuasa hukum keluarga almarhumah Evia Maria Mangolo, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa pihak penyidik Polda Sulawesi Utara berencana menggelar perkara kasus kematian Evia Maria Mangolo pada Rabu (28/1/2026) pekan ini.

    Hal tersebut disampaikan Niczem saat diwawancarai Tribun Manado melalui panggilan telepon WhatsApp, Senin (26/1/2026).

    "Iya, tadi pagi kami sudah mengonfirmasi pihak penyidik Polda Sulut di unit PPA. Rencananya gelar perkara akan dilaksanakan hari Rabu, minggu ini," kata Niczem.

    Niczem menjelaskan, dalam tahapan penyelidikan, pihak keluarga dan kuasa hukum telah menyerahkan sejumlah bukti serta menghadirkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan.

    "Pada intinya, dalam tahapan penyelidikan kami sudah membawa bukti dan juga menghadirkan saksi. Ada beberapa saksi yang hadir dan memberikan keterangan. Harapan kami, dari gelar perkara ini kasus bisa naik ke tahap penyidikan, agar kasus meninggalnya almarhum Evia Maria Mangolo bisa terungkap secara terang-benderang," jelasnya.

    Selanjutnya, Niczem menegaskan harapan besar keluarga agar setelah penyelesaian perkara, penyidik segera menetapkan tersangka jika ditemukan unsur pidana.

    "Harapan keluarga, setelah berkas perkara dan naik ke penyidikan, secepatnya bisa ditetapkan sebagai tersangka. Jika memang ada oknum yang terlibat dalam kematian Evia, maka harus ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

    Mengenai bukti yang dimiliki pihak keluarga dan kuasa hukum, Niczem menyebutkan adanya beberapa alat bukti penting.

    "Bukti yang kami miliki antara lain bukti percakapan, bukti video, serta keterangan dari beberapa saksi yang melihat langsung Evi naik ke mobil yang diduga milik oknum dosen berinisial DM," katanya.

    Sementara itu, mengenai rekaman CCTV yang sempat menjadi perhatian publik, Niczem mengaku pihaknya merasa ada ketidakwajaran.

    "CCTV ada, tetapi yang berfungsi hanya di sebelah kiri. CCTV di sebelah kanan yang diharapkan bisa merekam seluruh kejadian justru merupakan CCTV baru. Saat kami konfirmasi ke penyidik, diberitahu bahwa memorinya tidak ada, berdasarkan keterangan dari Ibu kos," jelas Niczem.

    Ia menambahkan, pihaknya keberatan dengan keterangan tersebut dan berharap pada tahap penyidikan nanti, pihak-pihak terkait kembali dipanggil untuk dimintai keterangan.

    "Harapan kami, setelah penyidikan dilanjutkan, Ibu kos bisa dipanggil kembali, begitu juga orang-orang di sekitar lokasi," katanya.

    Niczem menegaskan bahwa pihaknya merasa tidak nyaman dengan informasi terkait CCTV tersebut.

    "Kami merasa tidak nyaman, terutama karena adanya keterangan yang berubah-ubah dari Ibu kos terkait rekaman CCTV," tutupnya.

    Ferdinand Dumais Akan Mengawasi Kasus Kematian Evia

    Kasus kematian Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang meninggal secara tidak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), terus mendapat perhatian publik.

    Ferdinand Dumais, seorang pengamat masalah sosial dan hak asasi manusia, menyatakan bahwa akan terus memantau penyelesaian kasus tersebut.

    "Saya akan mengawal dalam koridor penegakan hukum untuk memberikan keadilan kepada korban," katanya Minggu (25/1/2026).

    Menurut anggota DPRD Manado dari fraksi Gerindra ini, ada hal-hal tertentu yang terasa belum terungkap dalam kasus kematian tersebut.

    Oleh karena itu, kasus tersebut perlu diawasi agar selesai.

    "Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawal agar kasus itu bisa dituntaskan oleh aparat kepolisian dan keadilan ditegakkan," katanya.

    Ferdinand merencanakan membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan misteri kasus kematian Evia.

    Ferdinand mengakui merasa terpanggil karena kasus itu mengusik hati nuraninya.

    "Dari ibunya saya mengetahui bagaimana kesedihan mereka, ini adalah masalah martabat, seorang siswi yang tekadnya untuk bersekolah demi membanggakan orang tuanya yang susah, dan semuanya berakhir seperti ini, ada tuntutan hati nurani untuk memperjuangkan penyelesaian kasus ini agar keluarga mendapatkan keadilan dan juga agar tidak terulang lagi di masa depan," katanya.

    Hati Ibu Evia

    Alfrita Lontolawa, ibu dari Evia, mahasiswi Unima yang meninggal secara tidak wajar di kos-kosan di Tomohon, menyampaikan isi hatinya dalam sebuah tulisan di media sosial yang disampaikan kepada Tribunmanado, Kamis (22/1/2026).

    Isinya membantah pernyataan dari pihak kepolisian dalam konferensi pers di Polda Sulut beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, hubungan Evia dan keluarganya baik-baik saja.

    Komunikasi terjadi dalam suasana penuh kasih sayang.

    "Sebagai orang tua, berkomunikasi selalu dengan anak kami selalu diawali dengan kata halo kuko polo sayang, itu nama panggilan sayang-sayang untuk almarhum Kuko Evia," katanya.

    Ia mengaku sering mengirimkan uang saku kepada anaknya yang sedang kuliah.

    Pembayaran semester selalu terpenuhi.

    "Ada bukti transfer yang saya simpan," katanya.

    Ia juga membantah pernyataan yang menyebut anaknya mengalami depresi dalam studinya.

    Buktiannya, Evia selalu naik tingkat dan nilainya baik.

    "Nilainya di setiap semester banyak yang A, apalagi di usia yang baru 21 tahun sudah masuk di semester 8 dan nilainya juga A," katanya.

    Ia mengatakan, dalam ceritanya, Evia menunjukkan bahwa ia telah berhasil menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

    Evia menyebut hal itu sebagai hadiah Natal ibunya.

    Dan anak saya juga menelepon mama, doakan ya pa kuko supaya bisa wisuda, saya jawab ya Kulo polo mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kuko polo, dia juga berkata ingin mencari pekerjaan agar adiknya bisa masuk

    tentara," katanya.

    Ia juga memberikan komentar tentang hubungan Evia dan kekasihnya.

    Menurutnya, keduanya baik-baik saja.

    "Rencananya setelah lulus mereka akan bertunangan, sekali lagi saya membantah bahwa anak saya tidak sedang depresi, karena anak saya rajin berdoa, memimpin doa Rosario, masuk ke gereja, saya percaya Tuhan adalah Hakim yang adil," katanya.

    (PESANKU.CO.ID/Edu/Art)

    -

    Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

    Baca berita lainnya di: Google News

    WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

    Komentar
    Additional JS