Sosial Media
0
News
    Home berita hiburan industri hiburan kontroversi media berita

    Willie Salim akhirnya mengakui dan membongkar rahasia di balik konten giveaway, apakah itu penipuan?

    4 min read

    Ringkasan Berita:
    • Willie Salim mengakui ada unsur manipulasi dalam kontennya, namun menyebutnya sebagai bagian dari cerita, bukan penipuan.
    • Kesaksian Risky mengungkap proses di balik layar konten giveaway yang dinilai sebagai settingan.
    • Masyarakat terpecah antara merasa ditipu dan menganggap konten hanya sebagai hiburan.
    • Kontroversi ini memicu debat tentang batas antara realita dan fiksi dalam konten media sosial.
     

    PESANKU.CO.ID– Nama YouTuber Willie Salim kembali menjadi bahan perbincangan panas di jagat media sosial.

    Kreator yang selama ini dikenal melalui konten giveaway, pembagian uang, dan aksi sosial tiba-tiba menjadi sorotan bukan karena kebaikannya, tetapi tuduhan bahwa konten-kontennya hanyalah rekayasa belaka.

    Isu ini muncul setelah seorang pria bernama Risky, yang mengaku pernah secara langsung terlibat sebagai talent, membongkar proses di balik layar konten giveaway Willie Salim.

    Tuduhan tersebut membuat publik bertanya-tanya, apakah konten yang selama ini menghibur itu murni tindakan sosial, atau hanya rekayasa untuk mendapatkan klik dan tayangan?

    Kini, Willie Salim akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan terbuka.

    Pengakuan Mengenai 'Settingan' dan Estetika Konten

    Menanggapi tuduhan konten yang diatur, Willie Salim tidak sepenuhnya menyangkal bahwa ada proses pengaturan dalam pembuatan konten.

    Namun, ia menekankan bahwa aturan tersebut bukan dimaksudkan untuk menipu publik, melainkan bagian dari estetika dan teknik bercerita.

    "Aku jarang merespons isu, tapi karena ini sudah menjadi bahan publik, aku merasa perlu menjelaskan beberapa hal dengan kepala dingin," kata Willie Salim melalui unggahan di Instagram @willie_27, dikutip PESANKU.CO.ID, Minggu (25/1/2026).

    Ia menjelaskan bahwa dunia konten digital memiliki format tersendiri agar cerita dapat disampaikan dengan baik.

    Di dunia konten, ada yang disebut storytelling, dramatization, dan re-enactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun.

    Menurut Willie, pengaturan sudut kamera, alur kejadian, hingga pengulangan adegan adalah hal yang biasa dalam produksi konten.

    Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut berbeda dengan tidak memenuhi janji kepada orang yang terlibat.

    Satu prinsip yang aku pegang: aku tidak pernah berniat menipu terkait hadiah atau merugikan orang. Jika dalam perjalanan ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi di lapangan, itu menjadi bahan evaluasi bagi aku.

    Willie juga menyebut bahwa konten yang kini sedang ramai diperdebatkan merupakan video lama.

    "Konten yang paling banyak dibahas adalah konten dari tahun 2023, dan itu bagian dari proses belajar saya," tegasnya.

    Dari Realitas hingga Fiksi

    Kontroversi Willie Salim memicu kembali perdebatan lama tentang batas antara realita dan rekayasa di media sosial.

    Tidak semua konten berada di kutub dokumenter murni atau fiksi total.

    Banyak kreator bergerak di wilayah abu-abu, menggabungkan peristiwa nyata dengan penyajian cerita agar lebih menarik.

    Dalam konteks ini, konten grosir toko atau giveaway sering disusun dengan alur dramatis, pertemuan "tidak sengaja", dialog yang terdengar spontan, hingga momen emosional yang telah diarahkan.

    Bagi kreator, ini disebut storytelling.

    Namun bagi sebagian penonton, hal ini bisa terasa sebagai penipuan jika ekspektasi mereka adalah keaslian penuh.

    Bongkar Proses di Balik Layar

    Nama Willie Salim semakin mendapat perhatian setelah Risky muncul sebagai tamu di kanal YouTube Denny Sumargo.

    Risky mengakui mengenal asisten Willie dan ditawari untuk terlibat dalam konten.

    Ia kemudian muncul dalam salah satu video Willie Salim dengan alur mencari pohon pisang, berperan sebagai pengemudi ojek online yang sedang menunggu pesanan.

    "Menurut saya settingan karena awalnya kita sudah sepakat dulu dengan dia. (Perjanjian) saya dengan pihak orang yang bekerja di Willie," kata Risky, dilansir PESANKU.CO.ID dari tayangan YouTube Denny Sumargo.

    Berisiko untuk menjelaskan bagaimana adegan tersebut disusun.

    Caranya duduk di motor yang diam, Kak Willie mendekat. Seperti kamu sedang menarik dan dikunjungi oleh Willie. Seperti bertemu tiba-tiba.

    Dalam video, Willie disebut menawarkan uang Rp 2 juta.

    "Awalnya bilang, 'Mas cariin saya pisang sama pohonnya kalau bisa saya kasih 2 juta'," jelas Risky.

    Uang tersebut memang diterima Risky di depan kamera.

    Diberi uangnya, saya terima. Setelah berjabat tangan, saya diminta mengatakan jangan lupa ikuti IG Willie Salim.

    Namun setelah proses pemotretan selesai, uang itu diminta kembali.

    Uangnya kami berikan lagi kepadanya. Diambil oleh timnya.

    Sebaliknya, Risky mengakui menerima pembayaran sebesar Rp 500 ribu dari tim Willie Salim.

    Kenapa gopek, ya sudah. Saya pikir dua juta benar-benar tapi alhamdulillah senang.

    Kecewa atau Tetap Terhibur?

    Pengakuan ini memicu berbagai reaksi dari warganet.

    Beberapa merasa kecewa dan menganggap konten Willie Salim sebagai bentuk penipuan publik.

    Namun, tidak sedikit pula yang membela dengan alasan konten media sosial memang ditujukan sebagai hiburan.

    Ada yang membandingkannya dengan film atau sinetron, penonton tahu ada skenario, tapi tetap menikmati ceritanya.

    Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa label "aksi sosial" menuntut standar kejujuran yang lebih tinggi dibandingkan hanya konten hiburan.

    Willie sendiri mengakui terbuka terhadap kritik, namun memperingatkan adanya batas.

    Saya terbuka terhadap kritik. Tapi ada satu batas yang menurut saya tidak boleh dilewati: ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman di ruang hidupnya sendiri. Itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain.

    Hiburan atau Kebenaran Mutlak?

    Di tengah kontroversi ini, Willie Salim menegaskan fokusnya tetap pada karya dan dampak positif.

    Beberapa tahun terakhir, fokus aku dalam berkarya adalah menghibur sekaligus memberi dampak positif, melalui konten sosial, bantuan, dan hal-hal yang bermanfaat.

    Ia juga memilih untuk melanjutkan karyanya.

    Aku memilih fokus berkarya dan melanjutkan hal-hal yang bermanfaat.

    Sementara untuk isu sensitif, ia menegaskan akan mengambil jalur profesional.

    Untuk hal-hal yang bersifat sensitif, saya mengikuti proses yang berlaku secara profesional.

    Kontroversi Willie Salim akhirnya membawa pada satu pertanyaan besar bagi penonton media sosial, apakah kita menonton untuk mencari kebenaran mutlak, atau hanya sekadar mencari kesenangan?

    >>>Berita terkini di Googlenews PESANKU.CO.ID

    Komentar
    Additional JS