Safari Ramadhan Pemerintah Kota Kotamobagu Resmi Berakhir di Hari ke-9
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kota Kotamobagu resmi berakhir pada hari ke-9 Ramadhan 1447 Hijriah, setelah dilaksanakan secara bergilir di seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kotamobagu.
Kegiatan diawali pada 1 Ramadhan di Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu dan dilanjutkan oleh empat tim yang dibagi di empat kecamatan selama sembilan hari berturut-turut. Tim Safari Ramadhan terdiri dari Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy Mangkat, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan OPD, staf khusus, camat, lurah dan sangadi, serta mubalig yang tergabung dalam tim.
Menandai berakhirnya kegiatan, Wali Kota menyampaikan bahwa Safari Ramadhan tidak sekadar agenda tahunan, melainkan ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Berakhirnya Safari Ramadhan bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan yang telah terbangun. Justru ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan suasana yang damai dan harmonis di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota, Jumat (28/2).
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi kesempatan strategis untuk mempererat komunikasi, menyerap aspirasi warga, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Kota Kotamobagu yang lebih maju dan sejahtera. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai ajang memperkuat toleransi, kepedulian sosial, dan nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kota Kotamobagu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pengurus masjid, dan tokoh agama atas dukungan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S Mokoginta, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Safari Ramadhan yang berlangsung selama sembilan hari berjalan khusyuk, lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga suasana Ramadhan yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Seiring berakhirnya agenda secara seremonial, nilai kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga dan terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.(Adv/Yusuf)