Bupati Wajo Tekankan Peran KEMAWA, Jaga Identitas dan Perkuat Solidaritas Diaspora
1 min read
PESANKU.CO.ID, WAJO — Bupati Wajo, Andi Rosman, menegaskan pentingnya peran Kesatuan Masyarakat Wajo (KEMAWA) sebagai pengikat solidaritas dan penjaga identitas warga Wajo, khususnya yang berada di perantauan.Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal KEMAWA di Claro Hotel, Makassar, Sabtu (18/4/2026).
“KEMAWA bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang menjaga identitas, nilai budaya, dan semangat kebersamaan sebagai orang Wajo,” ujar Andi Rosman.
Ia menekankan, karakter masyarakat Wajo yang dikenal pekerja keras, ulet, serta menjunjung tinggi nilai siri’ na pacce harus terus dirawat di tengah arus perubahan zaman.
“Nilai-nilai ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.
Menurutnya, KEMAWA memiliki posisi strategis dalam memperkuat jaringan sosial masyarakat Wajo, baik di dalam daerah maupun di luar daerah.
Andi Rosman juga mengapresiasi peran aktif pengurus dan anggota KEMAWA yang selama ini dinilai konsisten menjaga silaturahmi serta membangun solidaritas melalui berbagai kegiatan sosial.
Lebih jauh, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat Wajo, termasuk diaspora, dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi KEMAWA untuk memberikan masukan dan kontribusi nyata. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, potensi besar masyarakat Wajo di berbagai sektor harus dikelola secara kolaboratif untuk mendorong kemajuan daerah menuju Wajo Maradeka.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Termasuk pengembangan sektor pertanian, perikanan, UMKM, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Andi Rosman mengajak seluruh elemen masyarakat Wajo untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan tidak melupakan jati diri sebagai orang Wajo.(*)