Sosial Media
0
News

    Home NEWS

    Dari Wajo ke Panggung Nasional: Sentuhan Emas Tangan Kreatif Persit Angkat Tenun Sutera Sengkang

    2 min read


    PESANKU.CO.ID, WAJO – Semangat pemberdayaan UMKM nasional kembali digaungkan melalui karya nyata anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Kali ini, sosok inspiratif datang dari tanah Bugis, Kabupaten Wajo. Ibu Masniati, istri dari Sertu Suparto Patopoi anggota Kodim 1406/Wajo, tampil sebagai penenun berbakat yang siap membawa warisan budaya lokal ke panggung nasional.

    Sebagai bagian dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Dim 1406 Wajo Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin, Ibu Masniati menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan kain tenun sutera khas Sengkang yang telah lama menjadi identitas budaya masyarakat Bugis.

    Mengusung tema "Mendukung UMKM Nasional Melalui Tangan Kreatif Persit Melestarikan Warisan Budaya Wajo", karya-karya tenun sutera hasil tangan dingin Ibu Masniati tidak hanya mencerminkan keindahan estetika, tetapi juga sarat makna kearifan lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi.


    Produk unggulan tenun sutera Sengkang ini dijadwalkan akan tampil dalam ajang bergengsi "Persit Bisa Berdaya dan Berkarya", sebuah pameran produk kreatif nasional yang akan digelar di Balai Kartini Expo pada 7–9 Mei 2026 mendatang.

    Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana Pusat ini menjadi wadah strategis untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi anggota Persit di seluruh Indonesia. 

    Melalui pameran ini, diharapkan produk-produk lokal seperti tenun sutera Sengkang dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara.

    Partisipasi Ibu Masniati tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kodim 1406/Wajo, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan UMKM daerah. Di tengah arus modernisasi, sentuhan tradisional yang dihadirkan melalui tenun sutera menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap relevan dan bernilai tinggi di pasar modern.

    Tenun sutera Sengkang dikenal memiliki karakteristik unik dengan motif-motif tradisional Bugis yang kaya akan filosofi dan nilai-nilai budaya. Kehalusan benang sutera yang ditenun secara tradisional menghasilkan kain berkualitas tinggi yang diminati banyak kalangan, baik untuk busana formal maupun produk fesyen kontemporer.

    Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Persit terus membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis keluarga prajurit, sekaligus penjaga warisan budaya bangsa.

    Kegiatan pemberdayaan seperti ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga prajurit, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah dan pengembangan UMKM lokal yang berkelanjutan.

    Prestasi Ibu Masniati dan keikutsertaannya dalam pameran nasional mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Wajo dan DPRD Wajo yang terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

    DPRD Wajo memandang partisipasi pelaku UMKM dari Wajo di tingkat nasional sebagai bentuk promosi daerah yang efektif sekaligus upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya leluhur.

    Dengan keikutsertaan dalam pameran bergengsi di tingkat nasional, diharapkan tenun sutera Sengkang semakin dikenal luas dan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

    Kisah sukses Ibu Masniati menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Wajo untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mengangkat potensi lokal. Melalui tangan-tangan kreatif dan semangat pantang menyerah, warisan budaya Wajo, khususnya tenun sutera Sengkang, akan terus hidup, berkembang, dan mendunia.(*)
    Komentar
    Additional JS