Disiplin Diuji, Pemkot Kotamobagu Perketat Evaluasi Kinerja Lurah dan Perangkat
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU --Pemerintah Kota Kotamobagu terus memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan melalui evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Memasuki hari ketiga pelaksanaan penilaian, fokus utama diarahkan pada peningkatan disiplin dan profesionalisme aparatur sebagai fondasi pelayanan publik.
Kegiatan evaluasi kali ini berlangsung di Kecamatan Kotamobagu Barat dengan melibatkan lurah, perangkat kelurahan, serta lembaga kemasyarakatan RT dan RW. Sebanyak 130 peserta mengikuti apel pagi yang dimulai pukul 07.30 WITA dalam suasana tertib dan terorganisir.
Namun, suasana sempat berubah ketika Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP, memberikan teguran tegas kepada salah satu peserta yang masih bercakap saat apel berlangsung. Teguran tersebut menjadi momentum penegasan bahwa disiplin bukan sekadar formalitas, melainkan prinsip dasar dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dalam arahannya, Sahaya menekankan bahwa disiplin kerja merupakan kunci utama dalam membangun aparatur yang profesional dan berintegritas. Ia menilai, wilayah Kotamobagu Barat sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan wajah kota memiliki tantangan pelayanan publik yang lebih kompleks.
“Dibutuhkan aparatur yang tidak hanya disiplin, tetapi juga agile—mampu beradaptasi, responsif, solutif, komunikatif, serta inovatif dalam menghadapi dinamika pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan disiplin dengan loyalitas terhadap tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, tanpa disiplin yang kuat, loyalitas hanya akan menjadi konsep tanpa implementasi nyata di lapangan.
Sebagai ilustrasi, Sahaya menggambarkan pentingnya kekompakan dalam sebuah sistem pemerintahan. Ia mengibaratkan seluruh aparatur sebagai satu barisan yang harus bergerak searah di bawah komando yang sama.
“Ketika barisan itu rapi dan teratur, tujuan akan lebih mudah dicapai. Namun jika ada yang keluar dari barisan, maka bukan hanya dirinya yang terganggu, tetapi juga memengaruhi keseluruhan sistem,” tegasnya.
Evaluasi kinerja ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Kotamobagu dalam memastikan setiap aparatur mampu menjalankan peran secara optimal. Penilaian tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh sikap, etika, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
Dengan pendekatan ini, Pemkot berharap tercipta aparatur yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif dalam membangun pelayanan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Adv/Yusuf)