Program MBG di Kotamobagu Diperkuat, SPPG Kepandakan I Layani 1.100 Siswa
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kotamobagu terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi program strategis nasional ini dengan memperluas jangkauan layanan melalui kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penguatan tersebut ditandai dengan beroperasinya fasilitas SPPG MBG di Desa Kepandakan I yang dirancang melayani sekitar 1.100 siswa. Kehadiran fasilitas ini dinilai strategis dalam mendekatkan akses pemenuhan gizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan pelajar di wilayah tersebut.
Dalam peresmian, sambutan Wali Kota Kotamobagu dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta. Ia menegaskan bahwa penambahan fasilitas SPPG merupakan bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Bertambahnya fasilitas SPPG ini menunjukkan adanya kepedulian bersama dalam menghadirkan layanan gizi yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat,” ujarnya.
Program MBG tidak hanya diposisikan sebagai intervensi jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pemerintah menilai program ini berperan penting dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.
Di sisi lain, implementasi MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Operasional SPPG membuka peluang kerja bagi masyarakat, mulai dari tenaga pengelola hingga distribusi bahan pangan. Selain itu, program ini turut menggerakkan sektor usaha lokal melalui keterlibatan penyedia bahan pangan di tingkat desa.
“Program ini memiliki efek berganda, tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan agar seluruh pengelola tetap menjaga standar kualitas. Aspek gizi, kebersihan, dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyajian makanan.
“Kualitas harus menjadi fokus utama. Makanan yang disajikan harus memenuhi standar gizi seimbang, higienis, dan aman dikonsumsi,” tegasnya.
Dengan penguatan berkelanjutan, Pemkot Kotamobagu berharap program MBG mampu menjadi fondasi dalam menciptakan generasi unggul sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis masyarakat di daerah.(Adv/Yusuf)