Pemkab Asahan Pertahankan WTP ke-10 Berturut-turut, Bupati Ingatkan Jajaran Jangan Cepat Berpuas Diri
1 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, Pemkab Asahan berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara kepada Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si, di Aula BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Jumat (29/5/2026).
Raihan WTP ke-10 ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, Bupati Asahan menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran pemerintah daerah merasa puas dan berhenti melakukan perbaikan.
“Opini WTP bukanlah akhir dari segalanya. Justru ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyusunannya. Kita harus terus berbenah agar ke depan bisa lebih baik lagi,” tegas Taufik.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini tertinggi dari BPK merupakan hasil kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan secara profesional dan bertanggung jawab.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Asahan yang telah bekerja maksimal dalam menyusun serta menyajikan laporan keuangan daerah secara tepat dan sesuai ketentuan.
“Capaian ini adalah buah dari kerja sama, komitmen, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah bekerja keras sehingga Kabupaten Asahan kembali meraih opini WTP,” ujarnya.
Raihan opini WTP ke-10 berturut-turut ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Asahan sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah. Namun, Bupati menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar sehingga budaya transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kapasitas aparatur harus terus diperkuat demi menghadirkan pemerintahan yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi pemacu semangat untuk bekerja lebih baik, bukan alasan untuk berpuas diri,” pungkasnya. (Rk)