Sosial Media
0
News

    Home BISNIS

    Terungkap! Ini Alasan Harga Mobil Toyota Bekas Tetap Tinggi di Indonesia

    1 min read


    PESANKU.CO.ID, MAKSSAR - Pasar mobil bekas di Indonesia terus menunjukkan tren yang dinamis. Namun di tengah fluktuasi tersebut, kendaraan dari Toyota tetap menjadi primadona berkat ketahanan harga jual kembali yang kuat.

    Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi stabilitas harga Toyota terletak pada kombinasi kualitas produk dan ekosistem layanan yang matang.

    “Kualitas dan durability Toyota sudah teruji sejak lama. Ini yang membuat konsumen tetap percaya, bahkan saat membeli unit bekas,” jelasnya.

    Dalam periode tiga tahun pemakaian, penyusutan nilai kendaraan Toyota rata-rata berada di angka 20 persen. Angka ini dinilai cukup kompetitif dibandingkan merek lain di segmen yang sama.

    Menariknya, tingkat penurunan harga juga berbeda pada tiap jenis kendaraan. Model kendaraan keluarga seperti Toyota Avanza dan Toyota Calya cenderung memiliki stabilitas harga lebih baik dibandingkan beberapa segmen lainnya. Sementara SUV seperti Toyota Rush dan Toyota Fortuner tetap diminati karena daya tahan dan citra prestisiusnya.

    Suliadin menambahkan, kemudahan akses terhadap suku cadang serta jaringan bengkel resmi dan umum yang luas memberikan rasa aman bagi pengguna. Hal ini secara langsung berdampak pada nilai jual kembali kendaraan.

    “Biaya perawatan yang terjangkau juga menjadi alasan utama mengapa Toyota sering dianggap sebagai investasi yang aman,” katanya.

    Program layanan purna jual resmi, termasuk pencatatan riwayat servis (service record), menjadi indikator penting dalam menentukan harga jual kendaraan bekas. Kendaraan dengan riwayat servis yang lengkap cenderung memiliki harga lebih tinggi di pasar.

    Di sisi lain, konsumen pengguna Toyota, Dian, mengaku merasakan langsung manfaat tersebut.

    “Saya pilih Toyota karena sudah terbukti awet. Selain itu, kalau suatu saat dijual kembali, harganya masih tinggi. Jadi lebih menguntungkan,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin agar performa kendaraan tetap optimal dan nilai jual tidak turun drastis.

    Sebagai penutup, Suliadin mengingatkan bahwa menjaga nilai kendaraan tidak hanya bergantung pada merek, tetapi juga pada cara pemakaian.

    “Servis berkala tepat waktu, penggunaan normal, serta menjaga kondisi kendaraan adalah faktor utama agar harga jual tetap kompetitif,” pungkasnya. (Is)
    Komentar
    Additional JS