Wali Kota Weny Gaib Siapkan Kawasan UDK Jadi Sentra UMKM Modern, Dorong Ekonomi Kerakyatan Kotamobagu
2 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penataan kawasan Pelataran Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) menjadi sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang lebih representatif, tertata, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, saat menghadiri Talk Show "Gita Bicara, Wali Kota Mendengar" bertema Transformasi Ekonomi Kerakyatan yang digelar di Pelataran Kampus UDK, Sabtu malam (13/6/2026).
Dalam forum dialog yang mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan masyarakat itu, Weny Gaib menegaskan bahwa geliat ekonomi di kawasan UDK harus dijaga agar tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
"Yang kita bangun bukan sekadar tempat jualan, tetapi ekosistem ekonomi rakyat yang mampu bertahan dalam jangka panjang," tegas Weny Gaib di hadapan ratusan peserta.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap kawasan kuliner dan UMKM di UDK menjadi modal besar yang harus didukung melalui penataan kawasan, penyediaan infrastruktur, serta regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, Wali Kota juga menjelaskan bahwa berbagai regulasi yang diterapkan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas UMKM, melainkan memastikan pemanfaatan aset publik berjalan secara tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
"Pemerintah hadir dengan regulasi karena kita berbangsa dan bernegara. Kawasan ini adalah milik masyarakat sehingga penggunaannya harus ada aturan dan tidak bisa sembarangan. Namun, kami tidak kaku. Kami justru mencari solusi agar UMKM bisa berkembang dengan baik," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota memilih pendekatan yang adaptif dengan terus mendengar aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi motor berkembangnya ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Selain penataan fisik, Weny Gaib juga menekankan pentingnya inovasi dari para pelaku UMKM agar kawasan UDK tetap menjadi destinasi favorit masyarakat.
"Kalau konsepnya sama semua, masyarakat akan cepat bosan. Karena itu diperlukan inovasi, kolaborasi, dan ide-ide kreatif agar kawasan ini terus berkembang," katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Kotamobagu telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk membenahi halaman depan Pelataran UDK menjadi sentra UMKM yang lebih nyaman, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga sedang merancang sistem akses kawasan yang lebih terbuka sehingga pengunjung dapat masuk dari berbagai sisi lokasi.
"Tahun ini kami menyiapkan anggaran untuk membenahi halaman besar di depan kita ini untuk dijadikan tempat UMKM. Kami juga memikirkan aksesibilitasnya agar masyarakat lebih mudah masuk dan menikmati kawasan yang telah dibangun," ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap kawasan UDK dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif baru yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Yusuf)