Ketua Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan, Sepatu Bunut Tuai Pujian di PRSU 2026
1 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN – Produk unggulan Kabupaten Asahan kembali mencuri perhatian di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc., bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., mengunjungi Paviliun Kabupaten Asahan dan memberikan apresiasi terhadap produk UMKM yang dipamerkan, khususnya Sepatu Bunut yang telah menjadi ikon kebanggaan daerah.
Kunjungan tersebut berlangsung di Area PRSU, Kamis (9/7/2026), dalam rangkaian PRSU 2026 yang mengusung tema "Harmoni Emas dengan Semangat Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi." Ajang yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 itu menjadi wadah promosi potensi daerah melalui pameran UMKM, ekonomi kreatif, seni budaya, hingga peluang investasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara langsung memaparkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Asahan kepada rombongan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah industri Sepatu Bunut serta inovasi bibit kultur jaringan dari PT Hijau Surya Biotechindo.
Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, mengaku terkesan dengan kualitas Sepatu Bunut yang diproduksi pelaku UMKM Asahan. Menurutnya, produk tersebut memiliki desain menarik, jahitan yang rapi, kualitas yang baik, dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Evita bahkan membeli satu pasang Sepatu Bunut ukuran 38.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Asahan terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Asahan menjelaskan bahwa industri Sepatu Bunut telah berkembang sejak tahun 1998 dan dipusatkan di sepanjang Jalan Lintas Kelurahan Bunut dan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat.
Menurutnya, sepatu tersebut memiliki ciri khas berupa model tanpa tali dan tanpa tumit atau dikenal dengan model pansus, baik untuk pria maupun wanita.
Selain desainnya yang khas, keunggulan Sepatu Bunut juga terletak pada teknik pembuatannya. Berbeda dengan sepatu pada umumnya, pemasangan kulit dilakukan dari bagian tapak ke atas sehingga menghasilkan produk yang lebih kokoh dan memiliki daya tahan lebih lama.
"Melalui PRSU 2026, kami berharap produk-produk unggulan Kabupaten Asahan semakin dikenal masyarakat luas, mampu memperluas pangsa pasar UMKM, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Asahan.
Keikutsertaan Kabupaten Asahan dalam PRSU 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi unggulan sekaligus membuka peluang investasi dan memperluas pasar bagi produk-produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional.(RK)