Komisi IV DPRD Wajo Minta Dinkes Tingkatkan Pelayanan dan Usulkan Pemasangan CCTV di Puskesmas
Rapat krusial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Wajo, A.D. Mayang, didampingi Wakil Ketua Andi Rustan, Sekretaris Fery Surachmat, serta para anggota Komisi IV lainnya, di antaranya Junaidi Muhammad, Rahman Rahim, dan Apriliani. RDP ini juga turut melibatkan perwakilan masyarakat (PHI) yang datang menyampaikan langsung aspirasi mereka terkait carut-marut pelayanan medis di lapangan.
RDP ini secara khusus membedah berbagai keluhan masyarakat mengenai mutu pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit, termasuk penanganan terhadap para peserta BPJS Kesehatan yang dinilai masih kerap menemui hambatan birokrasi dan pelayanan.
Sebagai bentuk fungsi pengawasan, Komisi IV DPRD Wajo memberikan atensi yang sangat serius. Untuk kesekian kalinya, Komisi IV melayangkan peringatan keras agar Dinas Kesehatan beserta manajemen faskes segera melakukan pembenahan yang nyata, cepat, dan transparan. Langkah tegas ini diambil agar masyarakat Kabupaten Wajo dapat merasakan langsung perubahan kualitas pelayanan yang lebih adil dan responsif.
Guna memastikan kedisiplinan para tenaga medis dan transparansi pelayanan, Komisi IV DPRD Wajo mengusulkan langkah inovatif berupa pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area-area pelayanan strategis di setiap Puskesmas. Hal ini diharapkan dapat menjadi alat kontrol agar kinerja pelayanan dapat dipantau secara objektif.
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti kesiapan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Seluruh Puskesmas di Kabupaten Wajo diwajibkan untuk segera berbenah dan mengoptimalkan penyiapan sarana serta prasarana penunjang medis.
Ketua Komisi IV, A D Mayang menegaskan bahwa urusan kesehatan dan keselamatan pasien menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian pelayanan."Kesehatan dan kesembuhan masyarakat harus selalu didahulukan di atas segalanya. Kami meminta Dinas Kesehatan dan seluruh kepala puskesmas untuk melakukan evaluasi total. Seluruh faskes harus berbenah menyiapkan sarana-prasarana penunjang yang layak. Jangan sampai ke depan ada lagi masyarakat Kabupaten Wajo yang terabaikan hak kesehatannya," tegas Ketua Komisi IV DPRD Wajo, A.D. Mayang.
Menambahkan penegasan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Fery Surahmat, mengungkapkan bahwa persoalan pelayanan kesehatan ini telah menjadi isu krusial yang terus dikawal ketat oleh Komisi IV dari tahun ke tahun, mulai dari 2024, 2025, hingga saat ini.
Fery memaparkan bahwa Komisi IV secara konsisten telah mengeluarkan berbagai rekomendasi strategis, termasuk saat melakukan koordinasi di tingkat provinsi untuk mencari jalan keluar atas masalah mendasar, seperti pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan tenaga medis yang dinilai tidak semudah yang dibayangkan. Oleh karena itu, ia meminta pihak rumah sakit dan dinas terkait untuk membuka secara transparan apa saja hambatan riil yang dihadapi di lapangan.
Lebih lanjut, Fery juga memberikan catatan kritis mengenai penempatan sumber daya manusia (SDM) di bagian garda depan pelayanan umum."Kami di Komisi IV sering merekomendasikan agar di bagian pelayanan umum ditempatkan orang-orang yang memiliki empati dan sikap yang baik. Kita harus sadar betul bahwa warga yang datang ke rumah sakit atau puskesmas itu adalah orang yang sedang sakit atau berduka, yang membutuhkan penanganan tulus. Kami berharap pertemuan hari ini bisa membuka ruang diskusi secara moderat demi melahirkan solusi terbaik bagi pelayanan kesehatan di Wajo," pungkas Fery Surachmat.(*)