Sosial Media
0
News

    Home KOTAMOBAGU

    Pemkot Kotamobagu Rencanakan Penataan Akses Masuk RSUD demi Keselamatan Pengguna Jalan

    2 min read


    PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berencana menata kembali akses masuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kebijakan tersebut diambil setelah kawasan pintu masuk rumah sakit dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

    Rencana itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama unsur Forkopimda di ruang kerja Wali Kota, Kamis (30/07/2026).

    Usai rapat, Weny Gaib menjelaskan bahwa penataan akses menuju rumah sakit menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan masyarakat. Berdasarkan catatan pemerintah, dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir telah terjadi sejumlah kecelakaan di lokasi tersebut, termasuk dua insiden yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

    "Rapat bersama Forkopimda membahas akses jalan masuk rumah sakit yang hingga saat ini belum difungsikan secara optimal. Persoalan ini menjadi perhatian karena beberapa kecelakaan telah terjadi di kawasan tersebut, bahkan dalam sekitar satu tahun terakhir terdapat dua korban jiwa," ujar Weny.

    Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang sebelumnya diterapkan dengan mengalihkan akses melalui jalur lain belum mampu mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan. Oleh sebab itu, pemerintah bersama Forkopimda mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali akses utama menuju RSUD melalui Jalan Utara.

    "Kami sedang mencari solusi terbaik dengan mengaktifkan kembali jalan masuk yang lama. Meskipun sudah dilakukan rekayasa lalu lintas melalui jalan sebelah, potensi kecelakaan masih tetap ada. Karena itu, kami menilai perlu mengoptimalkan kembali akses utama demi keselamatan masyarakat," jelasnya.

    Meski demikian, Weny menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah akan mengedepankan dialog dan musyawarah dengan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang jalur akses utama rumah sakit. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami bersama dan menghasilkan solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.

    "Langkah ini bukan hanya keputusan pemerintah, tetapi akan dibahas bersama Forkopimda dan masyarakat. Kami ingin menjelaskan alasan serta urgensi mengapa akses utama perlu difungsikan kembali dibandingkan jalur alternatif yang digunakan saat ini," katanya.

    Wali Kota juga menekankan bahwa penataan akses tersebut sepenuhnya bertujuan melindungi kepentingan masyarakat luas. Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) bahkan sebagian wilayah Sulawesi Utara, RSUD Kotamobagu harus memiliki akses yang aman, mudah, dan cepat untuk mendukung pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.

    "Ini bukan hanya menyangkut kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, tetapi juga masyarakat BMR bahkan Sulawesi Utara yang memanfaatkan layanan rumah sakit rujukan ini. Karena itu, kami akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat agar diperoleh solusi terbaik yang mengutamakan keselamatan bersama," pungkas Weny Gaib.

    Melalui penataan akses jalan tersebut, Pemkot Kotamobagu berharap risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan RSUD dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas ambulans, tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.(*)
    Komentar
    Additional JS