Sosial Media
0
News

    Home KOTAMOBAGU

    Bukan Sekadar Resmikan Ansor Mart, Weny Gaib Dorong Kader Ansor Mandiri dan Kelola Potensi Daerah

    1 min read


    PESANKU.CO.ID, BOLMONG — Peresmian Ansor Mart dan Koperasi Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) di Desa Tanoyan Utara, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, menjadi momentum bagi Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., untuk mendorong penguatan ekonomi kader dan masyarakat.

    Weny hadir dalam kegiatan tersebut, Senin (3/8/2026), dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Dewan Penasehat Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulawesi Utara. Ia mewakili Ketua Dewan Penasehat PW GP Ansor Sulut Yusra Alhabsyi, S.E., sekaligus mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Dr. Addin Jauharudin.

    Di hadapan kader GP Ansor dan Banser se-Bolaang Mongondow Raya, Weny menilai kehadiran Ansor Mart dan Koperasi BUMA menunjukkan adanya upaya membangun kemandirian ekonomi organisasi.

    “Sebagai penasihat dan bagian dari keluarga besar Ansor, saya melihat pencapaian ini adalah bukti bahwa kader Ansor memegang teguh komitmen pemuda yang memiliki visi dan misi jelas dalam membangun bangsa,” ujar Weny.

    Ia juga mengajak kader muda Ansor melihat organisasi bukan hanya sebagai ruang pengabdian sosial, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi.

    Weny kemudian mengungkapkan pengalamannya bersama Yusra Alhabsyi yang sama-sama pernah aktif sebagai kader Ansor sebelum dipercaya mengemban amanah kepemimpinan.

    “Saya dan Pak Yusra Alhabsyi bisa berada di posisi amanah kepemimpinan hari ini karena dulunya kami pun berkhidmah memakai seragam hijau yang sama,” katanya.

    Menurut Weny, perjalanan para senior Ansor yang kini menduduki berbagai posisi strategis seharusnya menjadi motivasi untuk membuka lebih banyak ruang bagi kader muda. Kaderisasi, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan pemimpin organisasi, tetapi juga perlu melahirkan generasi yang memiliki kemandirian ekonomi.

    Dalam kesempatan tersebut, Weny juga menyampaikan aspirasi masyarakat Tanoyan terkait pengelolaan potensi sumber daya alam di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Ia menilai masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui mekanisme yang legal dan sesuai ketentuan hukum.

    “Masyarakat di sini ingin menikmati hasil buminya sendiri dengan cara-cara yang legal, terlindungi oleh undang-undang, serta sejalan dengan aturan pemerintah. Peran kita sebagai penasihat adalah memastikan potensi ekonomi daerah, baik UMKM maupun pertambangan rakyat, betul-betul berdampak positif bagi warga,” tegasnya.

    Ia menekankan, pengembangan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum dan tata kelola yang baik. Dengan demikian, potensi daerah dapat memberikan manfaat lebih luas tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

    Peresmian Ansor Mart dan Koperasi BUMA akhirnya tidak hanya menjadi seremoni organisasi. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat gagasan tentang kemandirian ekonomi kader sekaligus mendorong agar potensi ekonomi di daerah dapat dikelola secara legal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)
    Komentar
    Additional JS