Sosial Media
0
News

    Home KOTAMOBAGU

    Dari Gulma Jadi Cuan, Pelatihan Eceng Gondok di Kotamobagu Resmi Ditutup

    2 min read


    PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Tanaman eceng gondok yang selama ini kerap dipandang sebagai gulma ternyata menyimpan peluang ekonomi. Di tangan masyarakat yang kreatif, tanaman tersebut dapat diolah menjadi tas, keranjang hingga produk dekoratif bernilai jual.

    Potensi itu menjadi fokus Pelatihan Kerajinan Anyaman Eceng Gondok yang berlangsung selama empat hari di Kota Kotamobagu. Kegiatan tersebut resmi ditutup Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., di Aula Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Jumat (21/8/2026).

    Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mempelajari teknik mengolah dan menganyam eceng gondok. Mereka juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana bahan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna, estetika, sekaligus nilai ekonomi.

    Rindah mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan kreativitas berbasis potensi lokal.

    “Pelatihan ini memiliki nilai strategis, karena selama mengikuti kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik mengolah dan menganyam eceng gondok, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana bahan yang selama ini mungkin dianggap sederhana, dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna, nilai estetika, sekaligus nilai ekonomi,” ujar Rindah.

    Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi kunci agar kerajinan berbahan eceng gondok tidak berhenti sebagai hasil pelatihan. Produk yang dihasilkan harus terus dikembangkan agar memiliki kualitas dan daya saing di pasaran.

    “Dengan kreativitas, keterampilan, dan inovasi, bahan yang sederhana ini dapat diolah menjadi tas, keranjang, produk dekoratif, dan berbagai kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual,” tambahnya.

    Rindah meminta peserta terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan. Ia berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan usaha dan menjadi salah satu sumber peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

    Pengembangan kerajinan eceng gondok tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara Ny. Anik Yulius Selvanus. Menurut Rindah, pelatihan di tingkat kota merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan di tingkat provinsi.

    “Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di tingkat provinsi kemudian dibagikan kepada para peserta pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari di Kota Kotamobagu. Dengan demikian, pengetahuan tersebut tidak berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan di tingkat provinsi, tetapi dapat terus dibagikan, dipelajari, dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

    Penutupan pelatihan berlangsung dalam suasana hangat. Rindah melihat langsung sejumlah hasil karya peserta yang dipamerkan, mulai dari kotak tisu, keranjang hingga tas anyaman berbahan eceng gondok.

    Ia juga menyerahkan sertifikat kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan hasil yang dicapai selama mengikuti pelatihan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu Noval C. Manoppo, S.E., M.M., Kepala Disperinaker Johan Sofian Boulu, S.E., M.E., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Siti Rafiqah Bora, S.E., Camat Kotamobagu Timur Kori M. Manoppo, S.E., para narasumber, pengurus Dekranasda dan TP-PKK Kota Kotamobagu, serta seluruh peserta pelatihan.

    Berakhirnya pelatihan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan menjadi produk usaha. Dengan penguatan desain, kualitas dan pemasaran, kerajinan eceng gondok diharapkan dapat tumbuh sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis potensi lokal Kotamobagu.(*)
    Komentar
    Additional JS