Dialog Kebangsaan di Kotamobagu, Pemkot Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor SDM Unggul
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kotamobagu diisi dengan pembahasan tentang masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Forum Komunikasi Perguruan Tinggi se-Bolaang Mongondow Raya (FKPT) bersama GP Ansor Sulawesi Utara menggelar Dialog Kebangsaan di Aula Kampus STIMIK Multicom Kotamobagu, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI: Semangat Membangun Pendidikan Menuju Sulut Juara, Indonesia Maju.”
Dialog dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Sahaya mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Dialog ini menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk berpikir bersama, melahirkan gagasan yang nyata dan bermanfaat,” ujar Sahaya.
Ia menilai peringatan 81 tahun kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kemerdekaan perlu diisi dengan kontribusi nyata, salah satunya melalui penguatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia.
Menurut Sahaya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, pembangunan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan memegang peran strategis mencetak generasi yang membawa Sulawesi Utara semakin maju,” tegasnya.
Pemkot Kotamobagu berharap dialog tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Hasil diskusi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa menjadi masukan dalam pengembangan pendidikan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kerja nyata, persatuan, dan kolaborasi. Dengan pendidikan yang kokoh, kita siapkan generasi penerus mewujudkan Sulut Juara dan Indonesia Maju,” kata Sahaya.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya peran perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan serta memperkuat komitmen kebangsaan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, pemuda dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk membangun daerah sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)