Sosial Media
0
News

    Home KOTAMOBAGU

    Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Dekranasda Kotamobagu Dorong Kreativitas Warga

    2 min read


    PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Tanaman eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma mulai dilirik sebagai bahan baku produk kerajinan bernilai ekonomi di Kota Kotamobagu.

    Peluang tersebut didorong melalui Pelatihan Kerajinan Anyaman Eceng Gondok yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bersama Dekranasda Kota Kotamobagu di Aula Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

    Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya produk kerajinan yang memanfaatkan potensi lokal.

    Rindah mengatakan, pelatihan tidak boleh berhenti pada kemampuan teknis mengolah eceng gondok menjadi anyaman. Menurutnya, keterampilan tersebut perlu diarahkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku industri kecil dan sektor kerajinan.

    “Pelatihan hari ini bukan sekadar untuk mempelajari cara menganyam atau menghasilkan produk kerajinan dari bahan eceng gondok. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kecil dan kerajinan di daerah ini,” ujar Rindah.

    Ia menilai, kreativitas dan inovasi dapat mengubah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk dengan nilai guna dan nilai jual. Eceng gondok, kata dia, dapat dikembangkan menjadi beragam kerajinan yang menarik apabila diolah dengan teknik dan desain yang tepat.

    Potensi tersebut juga membuka peluang agar produk kerajinan Kotamobagu tidak hanya menyasar pasar lokal. Dengan peningkatan kualitas dan desain, produk berbahan eceng gondok dinilai memiliki kesempatan untuk dipasarkan lebih luas.

    Karena itu, Rindah meminta para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan aktif menggali pengetahuan dari para narasumber.

    “Saya berharap kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertanya, berdiskusi, serta menggali sebanyak mungkin pengetahuan dan keterampilan dari para narasumber,” katanya.

    Rindah juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti setelah mampu menghasilkan satu jenis produk. Pelaku kerajinan harus terus melakukan inovasi, baik dari sisi kualitas maupun desain, agar produk mampu mengikuti perubahan selera konsumen.

    “Jangan berhenti hanya pada kemampuan membuat sebuah produk, tetapi mari terus belajar bagaimana menghasilkan kerajinan yang berkualitas, memiliki desain menarik, sesuai dengan perkembangan selera pasar, serta mampu bersaing dengan produk kerajinan dari daerah lain,” tuturnya.

    Ia berharap pelatihan tersebut melahirkan pelaku usaha kreatif baru yang mampu melihat bahan-bahan lokal sebagai peluang ekonomi. Pengembangan kerajinan eceng gondok juga diharapkan ikut memperkuat industri kecil, membuka lapangan usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Pelatihan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Ny. Resty A. Mangkat Somba, S.Sos., M.H., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kotamobagu Noval C. Manoppo, S.E., M.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu Johan Sofian Boulu, S.E., M.E., para narasumber, serta peserta pelatihan.(*)
    Komentar
    Additional JS