Tiga Malam Kepergian Harianti, Pemkot Kotamobagu Hadir Dampingi Keluarga Korban Tragedi Drag Race
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Duka akibat tragedi Drag Race di Kelurahan Upai masih menyelimuti keluarga korban. Di tengah suasana berkabung, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu memilih hadir langsung untuk mendampingi keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kotamobagu menghadiri doa kegenapan tiga malam wafatnya almarhumah Harianti Mokoginta di Desa Bilalang III Utara, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (11/8/2026) malam.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi keluarga. Tak hanya menyampaikan belasungkawa, kehadiran itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masa sulit.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E., mengatakan kehadiran pemerintah bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan. Menurutnya, jajaran Pemkot turut merasakan kehilangan yang dialami keluarga korban.
“Kehadiran kami bukan hanya sebagai pemerintah daerah, melainkan bagian dari keluarga besar yang ikut merasakan kehilangan dan duka yang dialami keluarga,” ujar Sahaya.
Ia berharap kehadiran tersebut dapat memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sahaya menyadari tidak ada kata-kata yang mampu sepenuhnya menggantikan kehilangan, namun dukungan dan kebersamaan dapat menjadi penguat bagi keluarga.
“Kami sadar tak ada kata yang sepenuhnya menggantikan rasa kehilangan. Namun, kehadiran kami ingin menyampaikan bahwa keluarga tidak sedang sendiri. Kami turut mendoakan dan merasakan apa yang sedang dirasakan,” katanya.
Dalam takziah tersebut, jajaran Pemkot Kotamobagu bersama keluarga dan masyarakat turut memanjatkan doa untuk almarhumah Harianti Mokoginta serta seluruh korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Doa dipanjatkan agar seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Pemkot Kotamobagu juga memastikan pendampingan terhadap keluarga korban akan terus berlanjut. Jajaran pimpinan daerah dijadwalkan hadir dalam rangkaian doa kegenapan tujuh malam bagi korban lainnya.
“Kami pun akan hadir pada kegenapan para korban berikutnya,” tegas Sahaya.
Kehadiran pemerintah dalam rangkaian takziah tersebut menjadi bentuk solidaritas kepada keluarga korban. Di tengah duka yang belum reda, Pemkot Kotamobagu ingin memastikan keluarga tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Doa dan kebersamaan yang terus dibangun diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus memperkuat tali persaudaraan serta kepedulian masyarakat pascatragedi.(*)