Wabup Asahan Buka Pemagangan Nasional 2026, Dorong Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
2 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN — Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., resmi membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 Kementerian Ketenagakerjaan RI sekaligus Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Asahan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan turut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Kepala Cabang BPS Kabupaten Asahan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Direktur RSU Catharina 1914, para peserta pelatihan, serta tamu undangan lainnya.
Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Sutiono, S.H., S.Sos., M.Si., dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.
Program Pemagangan Nasional 2026 berlangsung selama enam bulan, mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027. Pelaksanaannya dilakukan di tiga lokasi mitra, yakni BPS Kabupaten Asahan, BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan RSU Catharina 1914.
Sementara itu, Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM dilaksanakan pada 26–29 Agustus 2026 di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan.
Sebanyak 37 peserta mengikuti Program Pemagangan Nasional 2026. Rinciannya, tiga peserta ditempatkan di BPS Kabupaten Asahan, lima peserta di BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan 29 peserta di RSU Catharina 1914.
Selain itu, sebanyak 25 pelaku UMKM mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas.
Menurut Sutiono, program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mendorong pelaku UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Asahan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran terbuka.
“Tantangan terbesar para lulusan baru saat ini bukanlah kurangnya kompetensi akademik, melainkan minimnya pengalaman praktis di dunia kerja nyata. Melalui momentum ini, negara hadir memberikan solusi konkret menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil sektor industri,” ujarnya.
Rianto menjelaskan, Program Pemagangan Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada peserta. Pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas dan perlindungan selama masa pemagangan.
Peserta mendapatkan uang saku yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Selain itu, peserta memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis setelah mengikuti dan lulus uji kompetensi pada akhir masa pemagangan.
“Gunakan waktu enam bulan ke depan dengan sebaik-baiknya. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya,” pesan Rianto kepada para peserta.
Kepada lembaga mitra penempatan, Rianto menitipkan para peserta agar mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara optimal. Menurutnya, proses tersebut penting untuk membentuk tenaga kerja yang kompeten, produktif, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
Rianto juga mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM. Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan manajerial, pengelolaan usaha, serta kemampuan peserta dalam membaca dan menganalisis peluang pasar.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan usahanya, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.
Sebagai penanda dimulainya program secara resmi, Wakil Bupati Asahan secara simbolis menyerahkan tanda peserta kepada salah satu peserta Program Pemagangan Nasional 2026.(*)