Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut, Kenalkan KMG dan Prapen
2 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin membuka Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten Asahan yang digelar Bank Sumut Cabang Kisaran dengan tema “Penguatan Kesejahteraan dan Perencanaan Keuangan ASN Menghadapi Masa Pensiun”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (23/9/2026), dan diikuti sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan yang mendekati masa pensiun.
Turut hadir Asisten Administrasi Umum Setdakab Asahan, Staf Ahli Bupati, jajaran Bank Sumut Cabang Kisaran serta peserta kegiatan.
Kepala Bank Sumut Cabang Kisaran, Surya Utama, mengatakan gathering tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus upaya Bank Sumut menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memberikan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan ASN.
“Bank Sumut adalah bank milik masyarakat Sumatera Utara. Oleh karena itu, kami terus berinovasi menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Sumut memperkenalkan dua produk kredit, yakni Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit Pra Pensiun (Prapen).
Menurut Surya, KMG merupakan fasilitas kredit yang dapat dimanfaatkan ASN untuk berbagai kebutuhan, antara lain pendidikan anak, renovasi rumah hingga modal usaha. Untuk ASN Pemkab Asahan, fasilitas tersebut disebut dapat menggunakan mekanisme potong gaji sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara Kredit Pra Pensiun ditujukan bagi ASN yang akan memasuki masa purna tugas. Selain fasilitas kredit, program tersebut juga mencakup pendampingan terkait perencanaan keuangan dan persiapan kegiatan usaha setelah pensiun.
“Kami siap membantu, siap melayani dan siap memberikan solusi terbaik bagi Bapak dan Ibu. Setelah kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat berkonsultasi langsung dengan tim kami,” kata Surya.
Bupati Ingatkan Persiapan Pensiun
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan persiapan memasuki masa pensiun perlu dilakukan sejak masih aktif sebagai ASN.
Menurutnya, masa pensiun bukan hanya berkaitan dengan administrasi dan hak-hak kepegawaian, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, kesehatan, kehidupan sosial, keluarga serta kondisi ekonomi.
“Pertama, persiapkan mental dan sikap. Setelah pensiun, rutinitas pekerjaan dan lingkungan kedinasan tentu akan berubah. Oleh sebab itu, kita perlu menerima perubahan tersebut dengan lapang dada dan penuh rasa syukur. Jangan sampai berkurangnya aktivitas kedinasan membuat kita kehilangan semangat dan tujuan hidup,” ujar Taufik.
Ia juga mengingatkan ASN agar mulai mengatur kondisi keuangan dengan bijaksana selama masih aktif bekerja. Di antaranya dengan mengendalikan pengeluaran, menyiapkan tabungan serta merencanakan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kemampuan.
“Dengan perencanaan yang baik, masa pensiun dapat dijalani dengan lebih tenang dan mandiri,” katanya.
Selain aspek keuangan, Taufik menekankan pentingnya menjaga kesehatan. ASN yang memasuki masa pensiun diimbau menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia juga mendorong ASN mempersiapkan aktivitas setelah pensiun, seperti menyalurkan hobi, berkebun, berwirausaha, mengikuti kegiatan sosial maupun aktif dalam organisasi kemasyarakatan.
“Dengan demikian, masa pensiun tetap dapat diisi dengan aktivitas yang bermanfaat untuk memberikan manfaat di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.(RK)