Musim Kemarau, Pemkot Kotamobagu Terbitkan Edaran Cegah Karhutla dan Imbau Warga Hemat Air
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya risiko kekeringan selama musim kemarau.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Kotamobagu menerbitkan Surat Edaran Nomor 249 Tahun 2026 yang ditandatangani langsung Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., pada Senin (31/8/2026).
Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan kondisi lahan kering.
Salah satu poin utama dalam surat edaran tersebut adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun meninggalkan benda atau material yang berpotensi menjadi sumber api di kawasan hutan, lahan kering, dan perkebunan.
“Jika melakukan aktivitas pembakaran terkontrol untuk keperluan tertentu, warga wajib memastikan api benar-benar terkendali dan aman dari potensi penyebaran,” tegas Wali Kota dalam surat edaran tersebut.
Selain mengantisipasi ancaman kebakaran, Pemkot Kotamobagu juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya volume sumber-sumber air secara signifikan akibat kondisi cuaca yang kering.
Pemkot mengajak masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemkot Kotamobagu juga mengingatkan bahwa pencegahan karhutla dan penghematan air membutuhkan kesadaran serta partisipasi seluruh masyarakat.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, dan menggunakan air secara bijak, risiko dampak musim kemarau di wilayah Kotamobagu diharapkan dapat ditekan.(FK)