PBSI Kotamobagu Mulai Regenerasi Wasit, Pelatihan Diikuti Guru Olahraga se-BMR
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Kotamobagu mulai memperkuat regenerasi perangkat pertandingan melalui pelatihan wasit bulu tangkis.
Pelatihan tersebut menjadi kegiatan pertama yang digelar PBSI Kotamobagu selama kepengurusan saat ini. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan resmi dibuka pada Senin (28/9/2026) oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu, Anki Taulina Mokoginta, di Aula Bintang, Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Peserta pelatihan berasal dari kalangan guru olahraga serta simpatisan bulu tangkis dari sejumlah wilayah di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Pembekalan diberikan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sulawesi Utara melalui Bidang Turnamen dan Perwasitan.
Materi yang diberikan mencakup aturan resmi bulu tangkis atau Laws of Badminton, kode etik wasit, hingga simulasi penanganan pertandingan atau match management.
Jawab Kebutuhan Wasit Berlisensi
Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan regenerasi sekaligus meningkatkan kualitas perangkat pertandingan yang memiliki lisensi resmi.
Menurutnya, keberadaan wasit yang kompeten dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai turnamen bulu tangkis di daerah.
Dengan perangkat pertandingan yang memahami aturan dan memiliki kompetensi, pelaksanaan turnamen diharapkan dapat berlangsung secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
«“Kegiatan ini didasari kebutuhan mendesak akan regenerasi dan peningkatan kualitas wasit berlisensi resmi. Hal ini penting agar turnamen-turnamen lokal ke depan dapat dipimpin oleh perangkat pertandingan yang kompeten dan objektif,” ujar Sri Afni di sela-sela kegiatan.»
Diharapkan Jadi Program Berkelanjutan
Sri Afni menambahkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari perhatian PBSI Kotamobagu terhadap pengembangan bulu tangkis di daerah.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya menyangkut peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga membutuhkan perangkat pertandingan yang memahami regulasi dan memiliki kapasitas profesional.
«“Ini merupakan bentuk kepedulian saya sebagai Ketua PBSI Kotamobagu. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi legacy dan menjadi program rutin yang dapat dilanjutkan oleh ketua-ketua PBSI Kotamobagu berikutnya,” katanya.»
Pelatihan selama tiga hari tersebut diharapkan dapat menambah sumber daya perangkat pertandingan bulu tangkis sekaligus membuka ruang bagi regenerasi wasit di wilayah Bolaang Mongondow Raya.(FK)