Sosial Media
0
News

    Home BYD Flash Charging Mobil Listrik

    BYD Gebrak Industri Mobil Listrik, Perkenalkan Blade Battery Gen 2 dan FLASH Charging

    6 min read

    Salah satu mobil listrik BYD.


    PESANKU.CO.ID, JAKARTA – BYD memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi kendaraan listrik di Indonesia dengan memperkenalkan teknologi Blade Battery generasi kedua dan sistem pengisian daya ultra cepat FLASH Charging berkapasitas hingga 1.500 kW.

    Inovasi tersebut diklaim mampu memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik secara signifikan, yakni dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit dan mencapai 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi suhu normal.

    Selain memperkenalkan teknologi baterai dan pengisian daya terbaru, BYD juga menghadirkan dua model kendaraan premium melalui merek DENZA, yakni New DENZA D9 sebagai MPV listrik mewah dan DENZA Z9GT yang mengusung konsep luxury grand tourer.

    Peluncuran teknologi dan produk terbaru tersebut menjadi bagian dari strategi BYD dalam menghadirkan solusi mobilitas listrik yang semakin praktis, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen Indonesia.

    Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan inovasi teknologi tidak hanya berorientasi pada pencapaian teknis, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Bagi BYD, inovasi teknologi bukan sekadar tentang menciptakan terobosan baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Melalui Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging, kami terus mendorong batas kemampuan teknologi kendaraan listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin praktis dan nyaman,” ujar Liu.

    Menurutnya, pengenalan teknologi tersebut di Indonesia merupakan bagian dari komitmen BYD untuk mendekatkan perkembangan teknologi global kepada konsumen di pasar strategis, termasuk Indonesia.

    Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

    BYD menilai masa depan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kendaraan, tetapi juga perkembangan teknologi baterai, infrastruktur pengisian daya, dan pengelolaan energi.

    Komitmen tersebut sejalan dengan visi Three Green Dreams yang mencakup tiga pilar utama, yakni Energy Acquisition, Energy Storage, dan Energy Application.

    Ketiganya menggambarkan pendekatan BYD dalam membangun ekosistem energi terintegrasi, mulai dari pemanfaatan sumber energi, penyimpanan energi, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari melalui solusi mobilitas berbasis energi baru.

    Untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut, BYD terus memperkuat investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D), termasuk pengembangan sumber daya manusia.

    Liu mengungkapkan, hingga Desember 2025, BYD didukung lebih dari 123.000 tenaga profesional di bidang R&D yang berperan dalam menghasilkan berbagai inovasi teknologi energi dan mobilitas.

    Sementara itu, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut perkembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia menunjukkan tren positif.

    Menurutnya, pangsa pasar NEV nasional mencapai 26 persen hingga September 2026. BYD bersama DENZA juga berkontribusi sekitar 37 persen terhadap pasar kendaraan energi baru nasional.

    “Bagi kami, kepemimpinan pasar tidak hanya tentang menghadirkan lebih banyak kendaraan energi baru, tetapi juga mengambil peran dalam mendorong perkembangan industri melalui teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Eagle.

    Ia berharap kehadiran Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging dapat membuat penggunaan kendaraan listrik semakin mudah diakses dan nyaman bagi konsumen Indonesia.

    Blade Battery Generasi Kedua, Isi Daya Lebih Cepat

    Blade Battery generasi kedua dikembangkan melalui penelitian intensif selama enam tahun dengan fokus pada peningkatan kepadatan energi, efisiensi transfer ion, serta pengelolaan suhu baterai.

    BYD mengklaim teknologi terbarunya tersebut mampu meningkatkan kepadatan energi sebesar 5 persen sekaligus mendukung kecepatan pengisian daya yang lebih tinggi.

    Salah satu pengembangan utamanya adalah sistem transportasi ion bernama FlashPass, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi perpindahan ion di dalam sel baterai.

    Teknologi tersebut mengintegrasikan tiga inovasi, yakni katode Flash-Release, elektrolit Flash-Flow, dan anode Flash-Intercalate. Ketiganya dikembangkan untuk mengurangi hambatan internal sehingga proses transfer energi berlangsung lebih efisien dan panas selama pengisian daya dapat dikendalikan.

    Dari sisi keselamatan, BYD menyebut Blade Battery generasi kedua telah menjalani serangkaian pengujian, termasuk uji simultan pengisian FLASH Charging dan Nail-Penetration Test atau uji tusuk paku.

    Dalam pengujian tersebut, baterai dilaporkan tidak mengalami thermal runaway, mengeluarkan asap, maupun terbakar, bahkan setelah melewati 500 siklus FLASH Charging.

    Baterai tersebut juga diklaim mampu melewati pengujian thermal runaway setelah empat sel mengalami hubungan arus pendek secara bersamaan, tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius.

    FLASH Charging 1.500 kW Tawarkan Pengisian Ultra Cepat

    Melengkapi teknologi baterai terbaru, BYD memperkenalkan FLASH Charging dengan kemampuan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor.

    Teknologi ini memungkinkan kendaraan yang kompatibel mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit, serta mencapai 97 persen dalam sekitar sembilan menit pada kondisi suhu normal.

    BYD merangkum kemampuan tersebut melalui slogan “Ready in 5, Full in 9”.

    Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kecepatan pengisian daya menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.

    “Kami memahami bahwa kenyamanan konsumen merupakan kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Dengan memangkas waktu pengisian daya hingga hanya dalam hitungan menit, kami mengubah salah satu hambatan terbesar dalam pengisian daya EV menjadi salah satu keunggulan produk yang paling bernilai,” ujarnya.

    Selain kemampuan pengisian ultra cepat, FLASH Charging dilengkapi sejumlah fitur yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

    Di antaranya sistem T-Shaped Pulley yang menjaga kabel tetap menggantung melalui rel dan katrol di bagian atas, sehingga tidak menyentuh lantai yang kotor atau basah.

    Sistem ergonomi Zero-Gravity juga membuat kabel terasa lebih ringan saat digunakan. Konektor dapat digeser mengikuti posisi port pengisian kendaraan, sementara fitur Plug-and-Charge memungkinkan proses autentikasi berlangsung otomatis pada kendaraan yang kompatibel dan telah mengaktifkan layanan tersebut.

    DENZA D9 dan Z9GT Hadirkan Kemewahan Berteknologi Tinggi

    Inovasi baterai dan pengisian daya terbaru BYD turut diterapkan pada dua model premium DENZA yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia.

    New DENZA D9 hadir sebagai MPV listrik premium dengan sejumlah peningkatan pada performa, jarak tempuh, dan kenyamanan kabin.

    Model ini memiliki tenaga maksimum 340 kW atau setara 462 PS, meningkat 110 kW dibandingkan sebelumnya. Jarak tempuhnya juga diklaim mencapai 730 kilometer berdasarkan standar NEDC, atau bertambah sekitar 130 kilometer.

    Dari sisi kenyamanan, New D9 dilengkapi sistem kontrol bodi DiSus-C yang mampu menyesuaikan suspensi dengan kondisi jalan.

    Kabin kendaraan juga mendapatkan sejumlah penyempurnaan, termasuk pengaturan tata letak kursi otomatis, fungsi pijat pada kursi baris pertama dan kedua, serta ruang kaki baris ketiga yang lebih lega hingga 60 milimeter.

    Fasilitas lainnya meliputi sistem audio Devialet dengan 16 speaker, pengisian daya nirkabel untuk dua ponsel di bagian depan, asisten suara enam zona, serta tambahan ruang penyimpanan di bawah lantai.

    New DENZA D9 dipasarkan dengan harga Rp1,08 miliar. Model ini melanjutkan penerimaan positif generasi sebelumnya yang telah digunakan lebih dari 10.000 pelanggan di Indonesia.

    Sementara itu, DENZA Z9GT hadir dengan konsep luxury grand tourer yang menggabungkan performa tinggi, desain elegan, dan teknologi berkendara cerdas.

    Menggunakan platform e3 dengan sistem penggerak tiga motor listrik dan konfigurasi all-wheel drive, kendaraan ini mampu menghasilkan tenaga hingga 850 kW atau setara 1.156 PS, dengan torsi maksimum 1.210 Nm.

    Kemampuan tersebut memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 2,7 detik. Jarak tempuh listrik murninya diklaim mencapai 701 kilometer berdasarkan standar NEDC.

    DENZA Z9GT juga dibekali teknologi kemudi roda belakang dengan sudut hingga 15 derajat dan radius putar 4,62 meter. Fitur e3 Parking, Crab Walk, dan Compass Turn turut mendukung kelincahan serta presisi kendaraan saat bermanuver maupun parkir.

    Untuk menunjang kenyamanan, kabinnya dilengkapi material premium, sistem audio Devialet dengan 20 speaker, serta integrasi Google built-in untuk mendukung konektivitas cerdas. DENZA Z9GT dipasarkan dengan harga Rp2,25 miliar.

    FLASH Charging Mulai Diperluas di Indonesia

    Dalam pengembangan berikutnya, BYD berencana memperluas penerapan FLASH Charging ke sejumlah model kendaraan lainnya.

    Salah satu model yang disiapkan adalah BYD M6 EV. Kendaraan MPV listrik keluarga tersebut telah memiliki fondasi teknologi Blade Battery generasi kedua untuk mendukung pengembangan kemampuan pengisian daya ultra cepat.

    Namun, pemanfaatan fitur FLASH Charging pada BYD M6 EV masih memerlukan penyesuaian dan peningkatan perangkat lunak atau software upgrade sebelum dapat digunakan konsumen.

    Untuk infrastruktur pengisian daya, BYD menargetkan pembangunan FLASH Charging di 10 dealer DENZA yang tersebar di Indonesia sepanjang 2026.

    Perluasan jaringan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan lokasi strategis, termasuk fasilitas umum, serta peluang kolaborasi bersama operator penyedia infrastruktur pengisian daya.

    BYD juga tengah menjajaki kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk mendukung pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Tanah Air.

    Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi dan perkembangan jaringan FLASH Charging melalui dealer DENZA terdekat maupun akun Instagram @bydflashcharging.

    Melalui pengembangan teknologi baterai, sistem pengisian daya ultra cepat, serta perluasan infrastruktur, BYD menargetkan terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang semakin terintegrasi.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat transformasi mobilitas listrik nasional melalui inovasi teknologi yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan. (*)
    Komentar
    Additional JS