Sosial Media
0
News
    Home klub sepak bola olahraga pemain sepak bola sepak bola

    Bruno Paraiba atau Robert Lewandowski? Bonek jatuh cinta pada aksi striker asing baru Persebaya Surabaya

    3 min read

    PESANKU.CO.ID—Bruno Paraiba atau Robert Lewandowski? Pertanyaan yang penuh canda itu muncul dari mulut para Bonek setelah Persebaya Surabaya menang telak atas PSIM Yogyakarta. Striker baru Green Force tersebut langsung mencuri perhatian publik Stadion Gelora Bung Tomo lewat gol dalam laga debutnya.

    Persebaya Surabaya menutup pekan ke-18 Super League 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta, Minggu (25/1/2026).

    Hasil ini membuat atmosfer tim dan para pendukung kembali membara setelah tampilan yang kuat sepanjang pertandingan.

    Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya, terutama pada babak kedua. Menurut pelatih asal Portugal itu, timnya menunjukkan perkembangan signifikan setelah turun minum.

    "Saya pikir tim kami di babak kedua berkembang banyak, demikian juga pemain-pemain yang bisa masuk ke dalam permainan," kata Tavares setelah pertandingan.

    Ia menilai rotasi pemain berjalan efektif dan memberikan dampak langsung terhadap intensitas permainan.

    Tavares menegaskan kemenangan tersebut memang layak diraih oleh Persebaya Surabaya. Ia menyebut dominasi dan jumlah peluang yang tercipta menjadi perbedaan utama dalam pertandingan ini.

    "Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang," tegas mantan pelatih PSM Makassar itu. Green Force tampil lebih agresif dan berani menekan sejak awal babak kedua.

    Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol daripada tiga yang masuk ke gawang PSIM. Sejumlah peluang emas gagal dimanfaatkan meskipun permainan berjalan sesuai rencana.

    "Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang dengan para pemain," kata Tavares. Ia tetap mengingatkan timnya untuk tidak terlalu cepat puas dengan hasil tersebut.

    "Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk," tambahnya.

    Pesan itu menjadi pengingat agar Persebaya Surabaya tetap konsisten di pertandingan-pertandingan berikutnya.

    Poin utama pertandingan ini justru mengarah pada satu nama, Bruno Paraiba. Striker baru Persebaya Surabaya itu langsung mencetak gol meski hanya bermain selama 18 menit.

    Debut yang singkat namun mengesankan membuat Bonek terkesima. Publik Surabaya sudah lama menantikan seorang penyerang yang mampu memberi dampak instan di lini depan.

    "Ini pertama kalinya dalam beberapa tahun, striker pemain baru Persebaya langsung mencetak gol. ????," tulis salah satu Bonek. Komentar tersebut mewakili rasa lega sekaligus harapan baru.

    Pujian lain datang dari Bonek yang melihat potensi besar pada diri Bruno Paraiba. Figur striker berbadan tinggi itu dianggap sebagai jawaban atas masalah klasik Persebaya Surabaya di sektor penyerang.

    "Striker gacorrrr ikiii sangat menjanjikan @brunoparaiba9 ????????," kata salah satu Bonek. Optimisme yang sama juga muncul dari banyak komentar lainnya.

    Ada juga Bonek yang mengekspresikan rasa antusias dengan gaya khas Surabaya. Kehadiran Bruno Paraiba terasa seperti oase setelah musim-musim tanpa striker tajam.

    "Bayangkan saja 5 tahun di sini menunggu Persebaya oleh striker seperti ini, rek????," tulis salah satu Bonek. Ucapan tersebut menggambarkan betapa besarnya ekspektasi yang kini diberikan.

    Banyak orang juga menyebut Bruno Paraiba sebagai bagian dari puzzle yang hilang selama ini. Gol dalam pertandingan debutnya tampaknya menjadi tanda awal dari kisah baru di lini depan Green Force.

    “Puzzle yang hilang telah ditemukan setelah sekian lama,????????@brunoparaiba9 ????????❤️,” komentar Bonek lainnya. Respons emosional ini menunjukkan betapa cepat sang striker merebut hati suporter.

    Candaan yang paling menarik muncul ketika Bonek membandingkan Bruno Paraiba dengan Robert Lewandowski. Postur tubuh yang besar dan tinggi 1,89 meter membuat perbandingan itu terasa lucu.

    "Iku striker tim sendiri Lewandowski ya? Sanga pol," tulis salah satu Bonek. Julukan itu langsung viral dan menambah warna euforia kemenangan Persebaya Surabaya.

    Secara statistik, performa Bruno Paraiba juga tidak bisa dianggap remeh. Dalam satu pertandingan, ia mencatat satu gol dari dua percobaan tembakan.

    Gol yang Diharapkan Bruno Paraiba berada pada angka 0,47 dengan akurasi tembakan 50 persen. Ia juga mencatatkan akurasi umpan 100 persen dari tiga percobaan.

    Meski hanya bermain 18 menit, kontribusinya terasa signifikan. Bruno Paraiba juga aktif dalam duel dengan satu pelanggaran dan satu kali dilanggar lawan.

    Satu tekel dan satu umpan silang mencerminkan perannya bukan sekadar menunggu bola. Ia menunjukkan sikap bekerja untuk tim sejak menit pertama tampil.

    Penampilan ini tentu masih terlalu dini untuk dianggap serius dibandingkan Robert Lewandowski. Namun, kesan pertama Bruno Paraiba berhasil memicu harapan besar.

    Bagi Bonek, gol debut ini lebih dari sekadar angka di papan skor. Ia menjadi simbol harapan baru untuk lini depan Persebaya Surabaya.

    Jika konsistensi dapat dipertahankan, tidak mustahil julukan Lewandowski versi Surabaya akan terus bergema. Persebaya Surabaya kini memiliki alasan untuk percaya diri menghadapi sisa musim.

    Komentar
    Additional JS