Sosial Media
0
News
    Home bencana bencana alam berita berita lokal insiden

    Bukan lubang tanah, misteri lubang besar di Mlipak Wonosobo terkait dengan peninggalan Belanda

    2 min read

    Bukan lubang tanah, misteri lubang besar di Mlipak Wonosobo terkait dengan peninggalan Belanda

    PESANKU.CO.ID, WONOSOBO - Tanah retak di RT 02 RW 06 Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, terus melebar dan memicu kekhawatiran warga.

    Lubang yang dalamnya sekitar tujuh meter di tepi jalan kabupaten tersebut semakin melebar setiap kali hujan turun.

    Pengawasan langsung di lapangan, kondisi amblesan tampak menarik perhatian warga sekitar.

    Kedekatannya dengan jalan membuat sejumlah orang penasaran dan berhenti untuk melihat lebih dekat kondisi tanah yang ambles.

    Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi sebagai pembatas area yang berbahaya.

    Terpal digunakan untuk menutup sebagian tanah agar longsoran tidak terus meluas.

    Kantong berisi tanah ditempatkan di tepi jalan sebagai pembatas sementara bagi pengguna jalan.

    Dampak amblesan juga menyebar ke bangunan di sekitar lokasi. Bagian rumah warga yang berada paling dekat dengan titik ambles akhirnya dibongkar sebagian.

    Ketua RW 06 Kelurahan Mlipak, Aris Semarma, menjelaskan bahwa kejadian awal terjadi pada Sabtu (10/1/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.

    "Kejadian itu terjadi tidak lama setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut," katanya, Minggu (25/1/2026).

    Menurut Aris, saat pertama kali terjadi, amblesan belum sebesar sekarang. Seiring waktu dan hujan yang terus turun, lubang semakin melebar.

    Aris mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul jauh sebelum kejadian.

    Di bawah gapura lingkungan, air sering kali mengalir masuk ke dalam tanah melalui lubang yang sulit terpantau dari permukaan.

    "Sebenarnya itu sudah lama tapi kecil, saya beri batu sudah mampet," katanya.

    Namun, sekitar satu bulan sebelum kejadian, Aris melihat kondisi yang lebih mengkhawatirkan.

    Dari celah yang ada, terlihat lubang yang menyerupai saluran di bawah badan jalan yang kondisinya sudah rusak.

    Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab utama terjadinya tanah ambles, mengingat gorong-gorong itu merupakan peninggalan Belanda.

    "Itu memang saluran air yang sudah ada sejak zaman Belanda dan cukup besar," kata Aris.

    Sebelum runtuh, rumah terdekat dari lokasi sempat mengalami kemiringan akibat dampak di bagian sudut fondasi, sebelum akhirnya dibongkar demi keselamatan.

    Sementara itu, satu tiang gapura lingkungan dilaporkan langsung ambles saat kejadian awal berlangsung. Meskipun demikian, Aris memastikan tidak ada korban jiwa.

    "Alhamdulillah saat kejadian tidak ada orang lewat," katanya.

    Ia mengatakan, di sekitar lokasi amblesan, hanya terdapat satu keluarga yang rumahnya paling dekat dengan titik kejadian.

    Meskipun demikian, warga lain juga merasa cemas karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi lingkungan.

    Setelah mengetahui jalan ambles, Aris segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan untuk diteruskan ke DPUPR.

    Pihak DPUPR Wonosobo telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran.

    Berdasarkan hasil awal, jarak dari badan jalan menuju saluran yang rusak mencapai sekitar 12 meter.

    Meski sudah ditinjau, hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan permanen akan dilakukan. Aris menyebut salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran.

    Ia juga menyampaikan bahwa anggaran penanganan bencana tidak selalu bisa dialokasikan secara langsung, terutama jika kejadian dinilai belum terlalu berisiko.

    "DPUPR disebut sedang menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kemungkinan akan diajukan kepada Bupati. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang diterima oleh pihak kelurahan maupun kecamatan," katanya.

    Saat ini, jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun Aris menegaskan, penutupan total akan dilakukan jika kondisi semakin memburuk.

    Aris berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar amblesan tidak semakin melebar dan membahayakan warga maupun pengguna jalan. (ima)

    Komentar
    Additional JS