Sosial Media
0
News
    Home industri otomotif mobil otomotif teknologi tenaga listrik

    Layar mobil mewah tiba-tiba mati, mobil listrik murah diangkat dari layanan: Drama besar Hyundai dan Chevrolet di era digital

    2 min read

    Layar mobil mewah tiba-tiba mati, mobil listrik murah diangkat dari layanan: Drama besar Hyundai dan Chevrolet di era digital

    Rilis Pers NTT- Dunia otomotif selalu penuh kejutan. Selalu ada drama di balik kemewahan teknologi. Hari ini, dua berita besar datang dari perusahaan otomotif raksasa. Salah satunya tentang layar digital yang tiba-tiba gelap.

    Yang lainnya adalah masalah mobil listrik populer yang harus pensiun lebih awal. Semua ini terjadi di tengah era digitalisasi dan transisi energi. Kita sedang membicarakan Hyundai dan Chevrolet.

    Ketika Layar Tiba-tiba Mati

    Bayangkan Anda sedang melaju kencang di jalan tol. Tiba-tiba, layarCluster instrumenKegelapan total di depan mata Anda. Jeda 5 hingga 10 detik. Anda kehilangan informasi kecepatan. Kehilangan informasi penting lainnya. Ini bukan film horor.

    Ini yang dialami ribuan pemilik mobil mewah Genesis. Genesis adalah merek premium milik Hyundai. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS bertindak cepat. Mereka mengumumkaningat kembaliSecara besar-besaran. Jumlahnya hampir 84.000 unit.

    Model-model yang terdampak cukup banyak. Ada Genesis G80, GV80, G80 'Electrified', GV60, GV70, dan GV70 'Electrified'. Semuanya model tahun 2025 dan 2026. Mobil baru, tapi sudah bermasalah.

    Masalah Kecil, Dampak Mematikan

    Apa penyebabnya? Jawabannya mengejutkan. Hanya masalahperangkat lunak. Ternyata, kebiasaan tumpang tindih dalam perangkat lunak radio menyebabkan masalah. Data radio HD atau analog ditulis ke lokasi memori yang sama. T

    Terjadikesalahan penimpaan data. Layar di depan pengemudi akhirnya tidak dapat menerima sinyal. Layar tersebut kemudian mati sejenak. Ini adalah masalah kecil tetapi berisiko besar. Kehilangan informasi kecepatan atau indikator penting, meskipun hanya selama 5 detik, bisa berakibat fatal.

    Kecelakaan bisa terjadi. Untungnya, Hyundai mengklaim belum ada laporan kecelakaan di AS. Solusinya sederhana.Perangkat Lunakakan di-perbarui. Bisa melaluisecara langsung melalui udara(OTA) atau dikerjakan di dealer.

    Ironi Digitalisasi di Kokpit

    Kasus Genesis ini adalah ironi modern. Pabrikan berlomba-lomba memasang layar besar. Tujuannya untuk menampilkan lebih banyak informasi. Tujuannya untuk kesan mewah.

    Tapi, semua kemudahan digital itu memiliki kelemahan. Yaitubugdi perangkat lunak. Masalah yang tidak pernah muncul pada panel instrumen analog biasa. Konsumen menjadi korban eksperimen digital ini.

    Chevrolet Bolt: Pensiun Dini

    Beralih ke Chevrolet. Ada kabar duka bagi penggemar mobil listrik yang terjangkau. Chevrolet Bolt, kendaraan listrik (Electric Vehicle) paling terjangkau di Amerika, akan kembali berhenti berproduksi. Bukan yang lama. Tapi versi barunya, yang baru saja diluncurkan kembali karena permintaan pasar yang tinggi.

    Bolt generasi baru, yang kemungkinan akan diluncurkan untuk model tahun 2027, hanya akan bertahan singkat. Produksinya hanya akan berlangsung sekitar 18 bulan. Setelah itu, selesai.

    Mengapa GM Membunuh Mobil Listrik Murah?

    Ini adalah keputusan yang aneh. Bolt EV selalu memiliki permintaan yang kuat. Chevrolet bahkan menghadirkan kembali model ini karena tekanan konsumen. Lalu, mengapa harus dihentikan begitu cepat?

    Alasan utamanya adalah prioritas pabrik. General Motors (GM) membutuhkan ruang produksi. Pabrik Kansas yang memproduksi Bolt akan diubah fungsinya. Akan digunakan untuk memproduksi SUV berbahan bakar bensin: Buick Envision.

    Prioritas Pabrik vs Kebutuhan Konsumen

    Buick Envision saat ini diproduksi di Tiongkok. GM ingin memindahkannya ke AS. Keputusan bisnis ini murni tentang alokasi ruang. Jelas, GM melihat margin keuntungan dari SUV bertenaga bensin lebih besar atau lebih pasti. Ini dibandingkan dengan Bolt, yang marginnya sempit.

    Ini menunjukkan pasar mobil listrik masih bergejolak. Meskipun permintaan ada, pertimbangan logistik dan profitabilitas jangka pendek sangat menentukan. Sebuah mobil listrik yang dicintai karena harganya yang terjangkau, dikorbankan demikemunculan silangBensin.

    Ini bukan hanya tentang mobil. Ini tentang arah industri yang masih bimbang antara masa depan listrik dan kenyamanan masa kini.

    Hyundai sibuk mengurus layar gelap di mobil mewahnya. Chevrolet sibuk menentukan nasib mobil listrik rakyatnya. Dunia otomotif hari ini memang dinamis. Penuh keputusan berat dan kerentanan teknologi.***

    Komentar
    Additional JS