Sosial Media
0
News
    Home bencana berita insiden tragedi trauma

    Momen penguburan jenazah korban pesawat ATR

    4 min read

    Suasana sedih dan air mata menyelimuti upacara penghormatan dan pelepasan terhadap kapten pesawat serta dua pegawai KKP yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.

    Pesawat rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kejadian tersebut, seluruh 10 orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga pegawai KKP yang menjadi penumpang.

    Tiga jenazah disemayamkan dalam upacara yang berlangsung di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

    Mereka adalah Kapten Andy Dahananto selaku pilot pesawat, serta dua pegawai KKP, Ferry Irawan dan Yoga Naufal.

    Ferry Irawan adalah pegawai KKP dengan pangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas. Sementara itu, Yoga Naufal bertugas sebagai Operator Foto Udara.

    Keduanya merupakan bagian dari tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang sedang menjalankan tugas pengawasan.

    Upacara tersebut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono sebagai inspektur upacara, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk), serta keluarga.

    Suara tangisan dan kesedihan keluarga menyelimuti upacara persemayaman itu. Terlihat anggota keluarga saling berpelukan untuk saling menenangkan. Dirjen Ipunk juga terlihat mendatangi para keluarga korban dan memeluk mereka satu per satu.

    Menteri KP Wahyu Trenggono Pingsan

    Di tengah upacara, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono pingsan. Tubuhnya yang semula berdiri tegak, tiba-tiba goyah dan jatuh. Suara keras sempat terdengar saat Trenggono jatuh.

    Ia pingsan tepat setelah prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga untuk dimakamkan secara negara.

    Sejumlah pegawai langsung memberikan pertolongan dan membawa Trenggono ke ruangan lain. Terlihat petugas membawa tandu serta tabung oksigen untuk memberikan pertolongan awal kepada Trenggono.

    Jalannya upacara persemayaman kemudian dilanjutkan dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan menggantikan Trenggono sebagai inspektur upacara.

    Ucapan Terima Kasih

    Dalam upacara tersebut Didit menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim pencari dan evakuasi.

    "Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Perhubungan (Dudy Purwaghandi), Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman), Kepala Basarnas (Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii), Kapolda (Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro), Panglima Kodam Hasanuddin (Mayjen TNI Bangun Nawoko), serta seluruh aparat dan seluruh relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah," kata Didit saat upacara persemayaman di AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

    "Untuk usaha melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama sekitar tujuh hari," lanjutnya.

    Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya para korban yang gugur saat menjalankan tugas negara.

    "Saya secara pribadi dan atas nama keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan, turut berduka cita yang sangat dalam atas gugurnya tujuh kru pesawat ATR 42-500 dan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mengalami kecelakaan pada tanggal 17 Januari 2026 dalam rangka kegiatan operasi pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia," katanya.

    Didit menegaskan, para korban layak mendapat penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas.

    Selain penghormatan, KKP memastikan pemenuhan hak bagi keluarga korban yang ditinggalkan, termasuk dukungan pendidikan bagi anak almarhum.

    Kerinduan Keluarga

    Ketiga korban yang meninggal tersebut dimakamkan di tempat pemakaman yang berbeda. Ferry Irawan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (25/1) pukul 10.26 WIB. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.

    Ibu kandungnya, Laila Tabri, terlihat menahan air matanya saat berdiri di depan makam anaknya. Ia memberikan pesan terakhir untuk anak kesayangannya.

    "Bangga ibu sama kamu, nak. Apa kata ibu kamu tidak pernah melawan. Apa kata ibu kamu tidak pernah menjawab," kata Laila.

    "Bangga mama sama kamu nak. Selamat jalan ya nak. Ketemu nanti kita di surga," lanjutnya.

    Selain ibunya, anak Ferry menangis di depan makam ayahnya sambil memeluk foto ayahnya. Isak tangis anak tersebut membuat suasana pemakaman semakin menyedihkan.

    Salah satu keponakan Ferry juga membacakan QS Al-Baqarah ayat 156 di depan makam. Ayat suci tersebut dibacakan dengan suara bergetar, diselingi tangis, sebagai doa perpisahan terakhir bagi almarhum.

    Kondisi Menteri KP

    Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto, memastikan kondisi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sudah stabil setelah pingsan. Trenggono akan kembali bekerja pada Senin (26/1).

    "Tenang Bapaknya, sudah membaik, lelah. Beliau baru saja tiba dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa terus memantau perkembangan di Jakarta," jelas Doni saat dihubungi PESANKU.CO.ID.

    "Begitu tahu korban telah diumumkan, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara," lanjutnya.

    Kondisi Trenggono stabil dan dalam keadaan baik. Ia telah ditangani dengan baik.

    "Kami ingin menyampaikan bahwa kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik," kata Doni.

    "Menteri memahami bahwa kehadiran, doa, dan perhatian pada saat duka memiliki makna yang sangat penting. Oleh karena itu, beliau tetap berupaya hadir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, sambil tetap menjaga dan memulihkan kondisi kesehatannya sesuai anjuran," tambahnya.

    Trenggono sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi aman.

    Saat dirawat di rumah sakit, Trenggono sempat menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto. Moment itu dibagikan Trenggono dalam Instagram pribadinya.

    "Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Khususnya Pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang langsung menelepon dan menanyakan kondisi saya hari ini," tulis Trenggono.

    Sekretaris Kabinet era Prabowo ini mengatakan, kondisinya saat ini dalam keadaan baik-baik saja.

    "Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulilah hasil observasi dokter menyatakan tidak ada masalah, hanya kelelahan," tulis Trenggono.

    Komentar
    Additional JS