Sosial Media
0
News
    Home berita berita lokal bisnis kejahatan masyarakat

    Nero meraih berkah menjadi tukang ojek gerobak saat bencana banjir, satu kendaraan dihargai Rp 20 ribu

    2 min read

    Ringkasan Berita:
    • Tukang ojek gerobak mengalami peningkatan pendapatan di wilayah Ciasem, Jawa Barat saat terjadi banjir.
    • Warga ramai menggunakan gerobak milik Nero untuk menyeberangi jalan yang banjir
    • Harganya ditetapkan cukup fantastis yaitu sekali jalan Rp 20 ribu
     

    PESANKU.CO.IDDi balik bencana banjir yang terjadi di Jawa Barat, seorang warga dan teman-temannya memperoleh keuntungan.

    Nero dan sekelompok warga lainnya membuka jasa ojek gerobak yang akhirnya mendatangkan rezeki baginya.

    Untuk menggunakan jasa ojek gerobak yang dipimpin oleh Nero dan rekan-rekannya, pengguna jasa tidak dikenakan tarif tertentu.

    Tarif ojek gerobak di wilayah Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang ditawarkan cukup fantastis harganya meskipun dirasa masih masuk akal.

    Tarif yang ditetapkan

    "Kami penyedia jasa ojek gerobak, dari awal niat kami membantu masyarakat. Maka dari itu kami tidak menetapkan tarif, tetapi sesuai dengan keikhlasan yang diberikan oleh pengguna jasa," katanya.

    Dikatakan Nero, sekali menyeberangkan pengendara motor, biasanya diberi upah mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

    "Kadang mereka adalah pengguna motor yang kita bantu menyeberang, ada yang memberi Rp 10.000, Rp 15.000 dan Rp 20.000, bahkan ada juga yang memberi Rp 5.000. Apapun yang diberikan, kami bersyukur," katanya.

    Dari hasilnya, Ojek Gerobak tersebut, Nero mengaku per hari bisa mendapatkan Rp 70.000-Rp 100.000 per orang.

    "Hari pertama banjir dapat Rp 100.000 per orang, kemarin Rp 75.000 dan hari ini belum dihitung," katanya.

    Nero berharap banjir Ciasem ini segera surut, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti biasanya.

    "Meskipun banjir ini membawa berkah bagi kita, tetapi saya dan rekan-rekan tentu sangat berharap banjir ini segera surut," katanya.

    Warga yang Terbantu

    Sementara itu, banyak pengguna ojek gerobak yang mengaku terbantu dengan adanya ojek gerobak tersebut.

    Mereka bisa menghemat waktu untuk sampai di tempat tujuan, dibanding harus melewati genangan yang bisa membuat motor mogok.

    Selain itu, kebanyakan dari para pengendara motor itu sebenarnya juga tidak berani menerobos genangan karena takut motornya mogok di tengah banjir.

    "Saya tidak berani nekat menerobos karena airnya sangat tinggi, takut motornya mogok. Lebih baik menggunakan jasa ojek gerobak ini bisa membantu menyeberang banjir. Dan ongkosnya juga tidak ditarif tapi seikhlasnya seperti tadi saya memberi Rp 20.000," kata Windy Ismayanti, warga Ciasem.

    Nero bersama tujuh pemuda lainnya di Ciasem, menginisiasi menjadi tukang ojek gerobak untuk menyeberangkan warga pengguna motor saat melintasi genangan banjir setinggi satu meter di sekitaran Jembatan perbatasan Desa Ciasem Tengah dengan Desa Dukuh.

    Pengendara sepeda motor terpaksa harus antri giliran menyeberangkan motornya naik gerobak.

    Karena jika memaksa diri melintasi genangan air yang cukup dalam, motor pasti akan mogok.

    Menurut Nero, dirinya bersama 7 temannya tiba-tiba menjadi tukang ojek gerobak, yang awalnya ingin membantu warga pengguna motor yang tidak bisa menyebrang karena jalan tergenang banjir mencapai satu meter.

    "Ternyata ide saya dan rekan-rekan ini disambut baik oleh warga pengguna kendaraan roda dua, hingga akhirnya mereka memanfaatkan jasa kita sebagai ojek gerobak," kata Nero, saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (25/1/2026) sore, dikutip PESANKU.CO.ID, Senin (27/1/2026).

    Di jalan itu, genangan banjir cukup tinggi, yaitu mencapai lebih dari 100 sentimeter atau sepinggang orang dewasa. Dengan kondisi tersebut, banyak sepeda motor yang mogok karena nekat menerjang genangan banjir.

    "Genangan banjir sepanjang sekitar 150 meter tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. Ada juga yang memaksa melintasi, harus rela motornya mogok karena kopinya kebasahan," katanya.

    Lanjut Nero, ojek gerobak ini menggunakan roda kecil yang di atasnya terdapat papan kayu, nantinya sepeda motor tersebut akan diangkut bersama pengendaranya dengan gerobak lalu didorong melewati genangan banjir.

    "Yang diangkut tidak hanya sepeda motornya, pengendaranya juga bisa diangkut bersama di atas gerobak bersama sepeda motornya," katanya.

    Berita virallainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews PESANKU.CO.ID

    Komentar
    Additional JS