Sosial Media
0
News
    Home kesehatan kopi makanan dan minuman nasihat kesehatan nutrisi

    Sebagian besar minum kopi ternyata tidak baik, ini dampaknya terhadap tubuhmu

    2 min read

    PESANKU.CO.IDBagi banyak orang, secangkir kopi adalah ritual wajib untuk memulai hari. Bahkan ngopi bisa dilakukan berulang kali dalam sehari karena rasanya yang enak.

    Namun tanpa disadari, hal ini bisa memicu rasa cemas dan tubuh terasaoverstimulasi. Meski umum terjadi, konsumsi kafein berlebihan dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh dan membuat kamu merasa tidak nyaman.

    Ahli gizi (Dietisien Terdaftar/RD) menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita minum kopi terlalu banyak, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejalanya, serta bagaimana mencegahnya.

    Apa yang terjadi pada tubuh saat minum terlalu banyak kopi?

    Kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat dan berbagai fungsi tubuh lainnya. Menurut Devon Golem, PhD, RD, LDN, konsumsi kafein di atas 400 mg per hari (setara sekitar dua hingga tiga cangkir kopi 12 ons), dapat memicu berbagai gejala seperti:

    • Gelisah dan gugup
    • Jantung berdebar
    • Gangguan tidur
    • Masalah pencernaan
    • Tremor atau otot berkedut
    • Kekhawatiran meningkat

    Pada tingkat yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 1.200 mg, kafein bahkan dapat memicu efek toksik seperti kejang.

    Rhyan Geiger, RDN, menambahkan bahwa sensitivitas terhadap kafein berbeda pada setiap orang.

    Namun, batas aman untuk orang dewasa sehat tetap dianjurkan tidak melebihi 400 mg per hari untuk mencegah efek samping yang berat.

    Apa yang harus dilakukan jika terlalu banyak minum kopi?

    Overdosis kafein yang ringan memang tidak mengancam nyawa, tetapi bisa membuat tubuh menjadi sangat tidak nyaman. Berikut langkah sederhana untuk membantu tubuh pulih:

    1. Berhenti minum kopi dulu

    Tanda seperti tangan gemetar, dada berdebar, atau kecemasan berlebihan adalah tanda untuk berhenti.

    Hentikan sementara kopi dan semua sumber kafein, termasuk yang tersembunyi seperti cokelat, teh, minuman energi, atau obat pereda nyeri tertentu.

    2. Minum air putih secara teratur

    Kafein bersifat diuretik sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Minumlah setidaknya 500 ml air, atau lebih banyak jika diperlukan. Jika kamu memiliki elektrolit, itu juga bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

    3. Makan camilan atau makanan ringan

    Kafein lebih mudah memicu gejala ketika dikonsumsi saat perut kosong. Kombinasi karbohidrat + protein (misalnya roti selai kacang, yogurt dan buah, atau kacang-kacangan) dapat membantu menstabilkan respons tubuh terhadap kafein.

    4. Tunggu dan biarkan tubuh memproses kafein

    Tidak ada cara cepat untuk menghilangkan kafein dari tubuh. Biasanya, gejala akan hilang dalam 3 hingga 10 jam seiring kafein diproses secara alami oleh tubuh.

    5. Lakukan aktivitas yang menenangkan

    Untuk mengurangi rasa cemas, Anda bisa mencoba:

    • Pernapasan dalam
    • Mengompres kepala atau leher dengan air dingin
    • Mendengarkan musik menenangkan
    • Berjalan santai
    • Aktivitas ringan yang membuat kamu rileks

    Langkah ini membantu mengalihkan perhatian dari ketidaknyamanan.

    6. Cari pertolongan medis jika gejala berat

    Meskipun jarang berbahaya, Anda tetap perlu waspada jika mengalami:

    • Detak jantung tidak teratur
    • Kecemasan berat
    • Muntah berulang
    • Bingung atau bingung

    Tips agar tidak kelebihan kafein

    Untuk membangun kebiasaan minum kopi yang sehat, RDN menyarankan beberapa langkah pencegahan:

    1. Pantau total konsumsi kafein, termasuk dari teh, soda, cokelat, dan suplemen.
    2. Perhatikan ukuran gelas. Banyak kopi toko memiliki ukuran besar dengan kandungan kafein jauh di atas rata-rata.
    3. Jeda antara cangkir, jangan minumnya secara bersamaan.
    4. Minum air dan makan terlebih dahulu untuk mengurangi efek stimulasi.
    5. Batasi kafein setelah sore hari agar tidak mengganggu tidur.
    Komentar
    Additional JS