Sosial Media
0
News
    Home berita laporan polisi polisi dan penegak hukum politik politik dan hukum

    Polisi memanggil Reza Arap terkait kematian selebgram Lula Lahfah, muncul isu ngebalon whip pink

    6 min read

    Ringkasan Berita:Reza Arap Dipanggil Polisi  
    • Reza Arap akan diklarifikasi oleh pihak kepolisian hari ini Senin (26/1/2026).
    • Lula Lahfah adalah kekasih Reza Arap yang ditemukan tewas di apartemen di kawasan Jakarta Selatan.
    • Istilah ngebalon ramai dibicarakan netizen setelah Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia.
    • Dokumen medis resmi akhirnya muncul ke publik dan menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang beredar.
     

    PESANKU.CO.ID- Polisi memanggil Reza Arap terkait kematian selebgram Lula Lahfah.

    Lula Lahfah adalah kekasih Reza Arap yang ditemukan meninggal di apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

    Reza Arap akan diklarifikasi oleh pihak kepolisian hari ini Senin (26/1/2026).

    "Iya informasi (akan diperiksa) Senin, kalau tidak salah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).

    Sedangkan rencana klarifikasi tersebut akan dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menelusuri beberapa hal termasuk kesehatan Lula sebelum ditemukan meninggal dunia.

    "Tergantung pihak yang bersangkutan, tapi sudah diinformasikan bahwa mereka bisa hadir pada hari Senin. Sama seperti teman-teman dekat (Lula diklarifikasi) yang datang ke lokasi kejadian," katanya.

    Untuk informasi, Sebagai informasi, Lula Lahfah menghembuskan napas terakhir di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengungkap kronologi kematian influencer Lula Lahfah, kekasih musisi Reza Oktovian atau Reza Arap.

    "Benar, seorang perempuan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah telah ditemukan di Kamar Ruang 25 BN, Lantai 25 Apartemen Essence," kata Kombes Pol I Putu Yuni dari keterangan resmi yang diterima, Sabtu (24/1/2026).

    Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang berada di luar kamar apartemen korban.

    Pada saat itu, pintu kamar Lula Lahfah dalam keadaan terkunci dari dalam.

    "Saksi merasa curiga dan khawatir karena korban tidak merespons. Mengingat sebelumnya korban pernah berobat bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu," katanya.

    Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama pihak manajemen apartemen yang berjumlah sekitar empat orang masuk ke dalam kamar.

    Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan mulut terbuka dan warna kebiruan.

    "Kondisi jenazah tidak ada napasnya, dalam keadaan terlentang dengan mulut terbuka berwarna biru," katanya.

    "Saksi sempat memeriksa denyut nadi dan detak jantung korban, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan," jelasnya.

    Polisi kemudian menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten tiba di lokasi kejadian.

    Kronologi lain disampaikan oleh saksi kedua yang mengaku sempat bangun sekitar pukul 08.00 WIB dan beraktivitas di kawasan Fatmawati untuk menjaga bazar pakaian milik almarhumah.

    Pada pukul 17.30 WIB, saksi menerima telepon dari seseorang bernama Asiah yang memberitahukan bahwa Lula Lahfah sudah tidak bernapas.

    "Saksi kemudian meminta agar kondisi korban dipastikan dan menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Putu Yuni.

    Saat saksi kembali ke apartemen, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas, berbaring telungkup, mulut terbuka, dan berwarna biru.

    Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi korban tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan menemukan sejumlah obat di sekitar korban.

    Kemudian pihak kepolisian datang dan melakukan identifikasi.

    Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    Namun, di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).

    "Catatan dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi," kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Endy Mahandika.

    Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati pada pukul 21.20 WIB menggunakan ambulans untuk dilakukan visum lebih lanjut.

    Isu Menghirup Whip Pink

    Sebelumnya, isu Ngebalon whip pink dikaitkan dengan kematian Lula Lahfah ramai dibicarakan.

    Istilah ngebalon ramai dibicarakan netizen setelah Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia.

    Berita kematian selebgram Lula Lahfah pada malam Jumat, 23 Januari 2026, mengguncang dunia maya.

    Dalam hitungan jam, garis waktu diisi dengan pertanyaan, spekulasi, dan asumsi yang berkembang liar tanpa kendali.

    Sayangnya, rasa penasaran publik justru berbelok ke arah yang gelap.

    Tidak tanpa alasan, kekasih Reza Arap disebut telah meninggal karena overdosis.

    Bahkan lebih memprihatinkan lagi, Lula Lahfah dituduh sering menghirup whip pink.

    Banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa benda yang diduga berbahaya itu ternyata bukan obat terlarang, bukan pula pil diet, melainkan tabung gas yang selama ini akrab di dapur, alat pembuat whipped cream.

    "Pagi ini saya menerima banyak DM yang menanyakan hal ini. Awalnya saya mengira ini obat diet atau sejenisnya. Tapi setelah diperiksa, ternyata ini tabung untuk membuat whipped cream," kata dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K, dalam penjelasannya di Instagram.

    Tabung tersebut berisi nitrous oxide atau N2O, gas yang memang secara legal digunakan di dunia medis dan kuliner. Di dapur, gas ini berfungsi membuat krim mengembang dan menghasilkan busa yang lembut.

    Di dunia medis, N2O dikenal sebagai anestesi ringan dan penghilang rasa sakit. Namun, masalah muncul ketika gas ini digunakan di luar fungsi aslinya.

    "Tabung krim kocok ini sering disalahgunakan karena kandungan NO di dalamnya. Nitrous oxide memiliki efek sedatif ringan, bisa membuat tenang, sensasi melayang, dan sedikit euforia secara akut. Itu sebabnya sering disebut sebagai gas tawa atau laughing gas," jelas Dr. Dion.

    Efek yang cepat dan singkat inilah yang sering menipu. Banyak orang menganggapnya aman karena digunakan untuk makanan dan bahkan dipakai di rumah sakit.

    Padahal, konteks penggunaannya sangat berbeda. Menghirup nitrous oxide secara langsung tanpa oksigen pendamping membuat tubuh kekurangan oksigen dalam waktu singkat.

    Dampaknya tidak main-main. Mulai dari gangguan saraf seperti mati rasa, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf. Dalam kondisi tertentu, penyalahgunaan N2O juga dapat memicu gangguan suasana hati, pingsan, dan hipoksia, kondisi di mana tubuh kekurangan oksigen.

    Yang sering tidak dipahami oleh publik adalah fakta bahwa nitrous oxide di dunia medis tidak pernah digunakan secara sembarangan.

    "Saat digunakan sebagai anestesi, N2O selalu dicampur dengan oksigen, dosisnya diatur secara ketat, dan pasien dipantau langsung oleh dokter," tegas Dr. Dion. Tanpa pengawasan dan tanpa oksigen tambahan, risiko gas ini meningkat drastis.

    Populeritas "Whip Pink" di media sosial, dengan kemasan yang mencolok dan narasi yang terkesan tidak berbahaya, seolah-olah menutupi risiko medis yang nyata. Sensasi melayang beberapa detik bisa dibayar dengan kerusakan saraf permanen, bahkan nyawa.

    Whip Pink sendiri merujuk pada produk nitrous oxide (N2O) yang dipasarkan dengan tampilan mencolok. Dari tampilan media sosialnya, produk ini hadir dengan warna pink dominan, estetika yang playful, hingga konten yang terasa dekat dengan gaya hidup urban dan hiburan.

    Bahkan di situs penjualannya, produk ini diklasifikasikan secara spesifik berdasarkan wilayah seperti Jakarta dan Bali, dua kota yang sering dikaitkan dengan pusat gaya hidup, hiburan, dan pesta.

    Penyebab Kematian Lula Lahfah

    Setelah spekulasi beredar tanpa kendali, dokumen medis resmi akhirnya muncul ke publik dan menjadi jawaban atas berbagai kabar yang berbeda.

    Surat Keterangan Kematian nomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan oleh Mardhiyah Medical Clinic mengonfirmasi penyebab kematian Lula Lahfah.

    Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Lula meninggal dunia akibat henti jantung (henti jantung dan henti nafas).

    Fakta medis ini sekaligus menutup ruang bagi berbagai rumor yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

    Surat tersebut ditandatangani langsung oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat bahwa Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB.

    Dengan demikian, isu yang menghubungkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk narasi "Lula Lahfah OD" dan "Lula Lahfah overdosis", dipastikan tidak berdasar.

    Riwayat Penyakit Lula Lahfah

    Lula mengakui bahwa dirinya sudah sakit sejak lama, bahkan sejak tahun 2020.

    "Tadi tiba-tiba sangat sulit untuk bernapas, dada terasa sakit sekali sampai harus ke rumah sakit, rasanya seperti jantung saya sakit, tapi setelah diperiksa alhamdulillah ternyata saya hanya mengalami asam lambung, meskipun masih sangat menyakitkan, tapi setidaknya jantung saya sehat," tulis Lula pada 8 Februari 2020 di akun Twitter (X) @lullipop, dikutip Sabtu, 24/1/2026.

    Hanya itu, beberapa waktu lalu, Lula juga pernah mengeluhkan bahwa kondisi tubuhnya kembali tidak sehat.

    "Awalnya demam dan badan terasa sakit, sendi terasa sakit, bahkan saat disentuh pun terasa sakit, lalu demam tinggi, perutku sangat kram, bahkan napas saja terasa sakit, akhirnya saat ke rumah sakit diperiksa ternyata aku terinfeksi bakteri," kata Lula di akun Instagram pribadinya @lulalahfah.

    "Terus setelah diperiksa, bakterinya dari air seni, jadi aku mengidap ISK (Infeksi Saluran Kemih), aku memang memiliki riwayat ISK karena dulu suka menahan buang air kecil, sekarang aku bingung mengapa aku tidak memiliki gejala sama sekali, ternyata karena aku kurang minum air putih sehingga perutku menjadi kram," lanjut Lula.

    Ia juga menceritakan bahwa selama ini memang kurang minum, meskipun itu setelah makan.

    Aku tidak tahu mengapa selalu lupa untuk minum, aku takut jika minum air terlalu banyak akan ingin buang air kecil di waktu yang tidak tepat, contohnya saat di jalan tiba-tiba ingin buang air kecil tapi malah menyebabkan infeksi saluran kemih,

    "Perutku masih sangat sakit, jadi tadi aku melakukan CT scan, semoga hasilnya aman saja ya, aamiin," tutup Lula.

    Tidak hanya sampai di situ, Lula bahkan kembali mengakui bahwa dirinya sedang sakit.

    "Terlalu berpikir sampai GERD lalu semakin terlalu berpikir karena takut mati," tulis Lula di akun Twitternya yang dikutip Tribunbengkulu, Sabtu (24/1/2026).

    (*/PESANKU.CO.ID)

    Sumber: tribunnews.com

    Baca berita lainnya dari TRIBUN MEDAN di Google News

    Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter serta WA Channel

    Berita viral lainnya di Tribun Medan

    Komentar
    Additional JS