Sosial Media
0
News
    Home aktivis berita jilbab kontroversi protes

    Video aksi protes disebut sebagai perayaan berakhirnya kewajiban berhijab di Iran

    2 min read

    Di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran, beredar video seorang wanita menari lalu melemparkan jilbabnya ke api unggun dan diklaim sebagai rekaman perayaan berakhirnya kewajiban menggunakan hijab di negara tersebut. Meski para analis dan aktivis mengatakan telah terjadi kelonggaran terhadap penegakan hukum kewajiban berhijab beberapa tahun terakhir, namun hingga kini Iran belum mencabut aturan tersebut. Dan faktanya, video itu diambil tahun 2022 saat terjadi protes atas kematian seorang perempuan setelah ditahan polisi karena tidak mengenakan hijab dengan benar.

    "Ya Allah biarkan saja tidak apa-apa tapi jangan dibakar - semoga kalian yang memakai hijab masih bisa menjaga," tulis keterangan video yangdiunggahdi Instagram pada tanggal 11 Januari 2026.

    "Iran telah mengakhiri kewajiban hukum untuk mengenakan hijab! Para wanita merayakannya di jalanan, membakar hijab sebagai bentuk kegembiraan," lanjut keterangan postingan.

    Video yang telah ditonton lebih dari 1.000 kali itu menunjukkan seorang wanita berpakaian putih menari berputar di dekat api unggun lalu melemparkan sehelai kain ke dalam api. Beberapa wanita lain juga ikut melemparkan kain yang tampak seperti hijab ke dalam api unggun yang dikelilingi oleh kerumunan penonton yang bertepuk tangan.

    Teks dalam video berbahasa Inggris artinya: "Berita besar: Iran telah mengakhiri kewajiban hukum mengenakan hijab! Para perempuan merayakannya di jalan, membakar hijab dengan sukacita."

    Rekaman yang sama juga beredar diInstagram,FacebookdanTikTok.

    Postingan-postingan ini beredar di tengahdemo besar-besarandi Iran sejak akhir Desember (tautan arsip). Protes yang awalnya dilakukan untukmengkritikKenaikan biaya hidup tersebut dengan cepat berubah menjadi gerakan untuk menggulingkan rezim teokratis yang telah berkuasa sejak revolusi 1979.

    Pada 21 Januari, otoritas Iran mengatakan bahwa 3.117 orang tewas selama aksi protes; para aktivis mengatakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi karena adanya tindakan kekerasan dari aparat terhadap para demonstran.

    Mahmood Amiry-Moghaddam, direktur Iran Human Rights, sebuah lembaga HAM yang berbasis di Norwegia, memperingatkan bahwa "jumlah korban tewas yang sebenarnya bisa mencapai 25.000 orang" jika pola-pola seperti pencatatan yang tidak lengkap diperhitungkan.

    Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak menunjukkan orang-orang merayakan berakhirnya kewajiban berhijab di Iran.

    Sebelum gelombang protes terjadi, para analis dan aktivis mengatakan otoritas Iran tampaknya telah melonggarkan penerapankewajiban berhijabdalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak berarti pilar ideologis republik Islam tersebut sudah dihapuskan (tautan arsip). Mereka juga memperingatkan bahwa penegakan kembali aturan ini bisa terjadi kapan saja.

    Tetapi tidak ada laporan resmi bahwa aturan ini telah dihapus.

    Pencarian gambar terbalikmenggunakan Googlepotongan videoyang beredar menemukan bahwa video tersebut pernah diunggah dalam laporanSuara Amerika (VoA)pada tanggal 23 September 2022 (tautan arsip).

    "Wanita melemparkan jilbabnya ke dalam api di sebuah jalan di Sari, Iran. Aksi protes meningkat setelah kematian seorang wanita muda yang ditangkap oleh polisi moral yang bertugas menegakkan aturan berpakaian bagi wanita," tulis deskripsi video tersebut.

    Deskripsi pada video tersebut merujuk pada demonstrasi yang terjadi di Iran setelah kematianMahsa Aminiseorang wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun yang meninggal dalam tahanan polisi Iran setelah ditangkap karena tidak memakai jilbab dengan benar (tautan arsip).

    Kredit pada video VoA tersebut diberikan kepada "Anonim/PESANKU.CO.ID".

    PESANKU.CO.ID memang pernah memverifikasi dan mengautentikasi video tersebut serta mengunggahnya di internet pada 20 September 2022.

    PESANKU.CO.IDsebelumnya telahmembantahbeberapa informasi yang salah lainnya terkaitprotes di Iran.

    Komentar
    Additional JS