Sosial Media
0
News
    Home berita berita lokal masyarakat tempat wisata tujuan perjalanan

    Wisata NTT, Pemo Pemosa yang menakjubkan, Desa pertanian indah yang menjadi penyangga di kawasan Danau Kelimutu

    2 min read

    Wisata NTT, Pemo Pemosa yang menakjubkan, Desa pertanian indah yang menjadi penyangga di kawasan Danau Kelimutu
    Ringkasan Berita:
    • Seperti desa-desa lain di kawasan Danau Kelimutu, pemandangan alam Desa Pemo sangat menakjubkan.
    • Cuaca sejuk khas daerah pegunungan membuat siapa saja menjadi betah. Bukit dan lembah saling mengapiti, berbalut hijaunya perkebunan kopi warga.
    • Perkebunan itu bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang menghasilkan keuntungan ekonomi bagi warga desa.
     

    POS KUPANG.COM-- Liburan ke Pulau Flores tentu tidak melewatkan untuk mengunjungi Danau Kelimutu.

    Namun sebelum mencapai puncak Gunung Gelimitu yang dikelilingi tiga danau kawah vulkanik, para wisatawan dapat menikmati keindahan Desa Pemo yang terletak di kaki gunung di Kabupaten Ende.

    Seperti desa-desa lain di kawasan Danau Kelimutu, pemandangan alam Desa Pemo sangat menakjubkan.

    Cuaca sejuk khas daerah pegunungan membuat siapa saja betah. Bukit dan lembah saling mengapit, berbalut hijaunya perkebunan kopi warga.

    Perkebunan itu bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang menghasilkan keuntungan ekonomi bagi warga desa.

    Selain perkebunan kopi, terdapat juga perkebunan kemiri, jagung, padi, jambu mete, bambu, pisang, dan kacang-kacangan.

    Ada juga fauna seperti gurung garugiwa, monyet, kuda, dan hewan peliharaan masyarakat setempat.

    Berbagai kekayaan alam, baik flora maupun fauna ini menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung untuk berwisata, selain Danau Tiga Warna atau Danau Kelimutu.

    Asalkan dikelola dengan konsep ekowisata yang baik, pasti akan memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat.

    Operasi ICE di Minnesota Kembali Menelan Korban Jiwa Artikel Kompas.id Keunggulan Desa Pemo di sekitar Danau Kelimutu Desa Pemo merupakan salah satu desa penyangga kawasan wisata Danau Kelimutu.

    Secara administratif, desa ini berada di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah penduduk 375 jiwa (data tahun 2020).

    Menariknya, selain keindahan alam, Desa Pemo juga memiliki kekayaan budaya. Masyarakat setempat, misalnya, masih menjalankan proses pembuatan rumah adat yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

    Mereka juga memiliki tradisi menenun yang diwariskan oleh leluhur dan pembuatan alat musik dari kulit hewan.

    Khusus dalam menenun, warga Desa Pemo masih melestarikan tenun tradisional. Hal ini terlihat dari proses dan penggunaan bahan baku alami.

    Dimulai dari pengolahan kapas mentah menjadi benang, proses pewarnaan yang masih tradisional dengan menggunakan tumbuhan alami sebagai pewarna, hingga proses tenun yang dilakukan secara manual atau tradisional, tanpa adanya sentuhan teknologi modern.

    Berikutnya, wisata budaya yang masih terawat dengan baik hingga saat ini adalah upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata atau Pati Ka Ata Mata.

    Ritual ini merupakan ritual adat memberi makan kepada orang yang sudah meninggal.

    Pada upacara ini, terdapat ucapan terima kasih atas apa yang masyarakat nikmati selama setahun.

    Ritual Pati ka du,a bapu ata mata biasanya dilaksanakan pada setiap tanggal 14 Agustus sebagai puncak dari kegiatan Sepekan Festival Danau Kelimutu yang digagas Pemerintah Kabupaten Ende.

    Cara hidup warga Desa Pemo yang menarik wisatawan

    Yang tidak kalah hebatnya adalah cara hidup penduduk desa setempat.

    Mulai dari cara bercocok tanam hingga karakteristik masyarakat, menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan.

    Bayangkan jika berkunjung ke Pemo, lalu disambut oleh keramahan warga, tentu akan memberikan kesan yang baik bagi para wisatawan.

    Lalu menikmati alam dan budaya yang indah, benar-benar pengalaman yang sangat berkesan.

    Seorang wisatawan bernama Eto Kwuta (32) mengaku kagum dengan nuansa alam di Desa Pemo.

    Menurutnya, desa ini tidak hanya memiliki pesona alam yang menarik tetapi juga memiliki kearifan lokal yang masih diwariskan secara turun-temurun. Tentu yang menjadi catatan bagi pemerintah dan masyarakat setempat adalah fasilitas umum yang belum memadai, seperti toilet. Kekurangan ini harus segera diperbaiki.

    Ditambah dengan inovasi pemerintah untuk mendorong konsep ekowisata yang berkualitas.

    Tentu, Desa Pemo bisa menjadi desa wisata yang hebat. "Sangat luar biasa, pengunjung atau wisatawan harus datang ke sini. Kami berharap pemerintah dapat mendukung untuk pengembangan destinasi berkelas dunia," katanya. (Kompas.com/*)

    Baca artikel lain di Pos Kupang.com KLIK >>> GOOGLE.NEWS

    Komentar
    Additional JS