Bupati Asahan Dorong IPDN Tambah Kuota Putra-Putri Asahan
2 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri Kabupaten Asahan untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.
Dorongan itu disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang berkolaborasi dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Anatomi Komunikasi Dewan: Mengembalikan Makna Substantif Wakil Rakyat dalam Demokrasi Perwakilan.”
Turut hadir Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Politik Pemerintahan IPDN, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, para Camat serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran IPDN di Kabupaten Asahan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperoleh informasi lebih luas mengenai pendidikan kedinasan, khususnya proses penerimaan calon praja IPDN.
“Kita bersyukur dapat bertemu dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Politik Pemerintahan IPDN,” ujar Taufik.
Ia menilai IPDN memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pemerintahan. Para peserta didik tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga ditempa untuk memiliki kemampuan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“IPDN ini merupakan sekolah kedinasan. Dengan kehadiran Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Politik Pemerintahan IPDN ini, kita dapat informasi tentang masuk ke IPDN,” katanya.
Taufik mengatakan, pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kemajuan daerah. Karena itu, putra-putri Asahan dinilai perlu mendapatkan akses dan kesempatan yang lebih luas untuk menempuh pendidikan di bidang pemerintahan.
Menurutnya, lulusan IPDN nantinya dapat menjadi bagian dari sumber daya aparatur yang berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.
“Di IPDN anak-anak kita dididik untuk menata kelola pemerintahan dan ditempa untuk mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Bupati secara khusus berharap IPDN dapat memberikan perhatian lebih terhadap putra-putri Asahan melalui penambahan kuota penerimaan calon praja dari daerah tersebut.
“Kita berharap kepada Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Politik Pemerintahan IPDN dapat menambah kuota anak-anak Asahan untuk masuk IPDN,” harap Taufik.
Menurutnya, semakin banyak putra-putri daerah yang mendapatkan pendidikan pemerintahan akan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Asahan.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengapresiasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara IPDN, Komisi II DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Asahan.
Menurut Doli, kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi antara lembaga pendidikan kedinasan, pemerintah daerah, legislatif dan masyarakat.
“Bagi saya, program Pengabdian Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN berkolaborasi bersama Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan ini sangat bagus. Untuk itu saya bersyukur dan berterima kasih kepada IPDN yang telah membuka peluang ini,” katanya.
Doli menilai tantangan dalam mengelola Indonesia sebagai negara dengan wilayah yang luas membutuhkan tata kelola pemerintahan yang kuat. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pemerintahan berjalan efektif.
“Untuk mengelola NKRI yang luas ini bukan hal yang mudah. Diperlukan tata kelola yang baik untuk menjadikan NKRI ini menjadi semakin baik dan maju,” ujar Doli.
Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kompetensi dan integritas untuk mengisi berbagai sektor pemerintahan.
Kolaborasi antara IPDN, pemerintah daerah dan legislatif tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk mengenal pendidikan kedinasan dan mempersiapkan diri mengikuti seleksi calon praja IPDN.
Bagi Pemerintah Kabupaten Asahan, dorongan penambahan kuota tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah sekaligus menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi di bidang pemerintahan dan pelayanan publik.(Rk)